
Berlian yang sedang berjalan sendiri pun di hadang oleh beberapa Preman, dan hal itu membuat Berlian sangat ketakutan..
"Kalian mau apa? menjauh dariku?" ucap Berlian dengan ketakutan..
"Hai nona manis sendiri aja ne, sini biar Abang Abang temani kamu." ucap salah seorang preman yang super dekil..
Berlian semakin ketakutan..
"Ya Allah cobaan apalagi ini." ucap Berlian dalam hati..
Preman Preman itu mulai mendekat ke arah Berlain, dan Berlian mencoba mundur beberapa langkah.
"Mau kemana nona manis,sini yuk kita bersenang senang ucap si gondrong dengan lantang nya...
Keringat dingin keluar dari dahi Berlian, iya Berlian ketakutan..
Graha yang baru saja pulang dari rumah sakit seperti biasa dia pulang selalu larut malam, tiba tiba Graha melewati jalanan yang jarang dia lewati kalau malam.
"Kenapa aku lewat sini, wah jauh lagi dong." ucap Graha dalam hati.
Samar samar Graha melihat beberapa orang sedang mengganggu seorang wanita, Iya Berlian berteriak meminta tolong..
Dengan sigap Graha menghentikan mobilnya dan kemudian menghampiri Preman preman itu..
"Hai bung gak malu ya mengganggu wanita malam malam gini?" ucap Graha dengan keras..
Preman preman itupun menatap kearah Graha dan kemudian menghampirinya..
"Jangan ikut campur kau anak muda." ucap si Gondrong dengan lantang...
Graha ketawa aduh malam malam gini enak kali nyunatin aki aki yang pada gak punya malu, yang akalnya bejad kayak kalian ini. Kebetulan udah lama ini gak potong memotong, biasanya aku motongin orang jahat terus aku kasih makan ke buaya." ucap Graha sembari memainkan gunting yang dia temukan di sakunya..
Glekkkkk preman preman itupun kaget kemudian berusaha menghajar Graha, awalnya Graha kalah tapi setelah itu Graha menekan sirene polisi dan preman preman itupun langsung kabur dengan sendirinya..
Berlian yang masih ketakutan masih berjongkok dengan memegang kedua kakinya..
"Nona anda sudah aman mereka sudah pergi." ucap Graha pelan..
__ADS_1
Berlian pun mengangkat kepalanya..
"Terima kasih." ucap Berlian pelan
Graha masih mematung seolah tak percaya bahwa wanita yang ada di depan matanya adalah wanita yang di kaguminya selama ini..
"Tuan apa anda terluka?" suara Berlian mengagetkan Graha..
"Saya gak apa apa ini hanya luka kecil."ucap Graha sembari tersenyum..
Graha dan Berlian saling diam dalam waktu yang lumayan lama..
"Oh iya Nona mau kemana biar saya anatarkan, gak baik kalau udah malam masih jalan sendiri takutnya mereka datang lagi." ucap Graha dengan lembut.
"Saya tak punya tempat tinggal dan semua barang saya juga di ambil orang." ucap Berlian dengan jujur..
Graha menatap wanita yang kini ada di depannya,
"Sangat cantik." pekik Graha dalam hati..
"Kamu ikut saya saja pulang bagaimana?" ucap Graha menawarkan.
"Saya bukan orang jahat, dan saya di rumah ada kakek saya dan beberapa asisten rumah tangga jadi Nona pasti aman." ucap Graha pelan...
Berlian berfikir sejenak dan kemudian menatap lelkat laki laki uang ada di hadapannya, laki laki yang sangat tampan dan juga sepertinya mapan..
"Tapi apakah saya enggak merepotkan Anda nantinya?" ucap Berlian dengan polosnya..
Graha tersenyum sangat manis.
"Enggak apa apa nona naiklah." ucap Graha sembari membukakan pintu mobil untuk Berlian..
Dalam hati Graha sangat bahagia karena pada akhirnya Allah mempertemukan mereka dan bisa ngobrol, dan jika Berlian adalah jodoh yang Allah kirimkan maka Graha berjanji akan menjaganya sebaik mungkin..
Dalam perjalanan pulang Graha dan Berlian mereka hanya saling diam. Hingga pada akhirnya Graha membuka percakapan.
"Oh iya nama aku Graha siapa nama kamu?" tanya Graha sembari terus menyetir.
__ADS_1
"Saya Berlian." ucap Berlian masih agak kaku..
"Nama yang bagus seperti orangnya." ucap Graha dalam hatinya..
💔💔💔
Tak lama kemudian Graha dan Berlian sampai di kediaman Prawira..
"Rumah ini bukannya rumah Opa Rahman?" ucap Berlian dalam hati..
"Ayo kita masuk.." ucap Graha sembari membukakan pintu mobil untuk Berlian..
Jam menunjukan telah pukul 10 malam namun Opa masih terjaga dan sedang menyaksikan acara televisi, dan Graha masuk kedalam rumahnya..
"Aduh si Opa belum tidur lagi wah bisa panjang urusannya ini." ucap Graha dalam hati..
Opa Rahman menengok Graha yang masih menatung di depan pintu..
"Kenapa di sana sini masuk." ucap Opa Rahman pelan.
Graha pun masuk di ikuti oleh Berlian dari belakang..
"Nak Berlian.." sapa Opa Rahman dengan lembut.
Wah pantesan saja mata Opa gak mau terpejam ternyata Opa kedatangan tamu. ucap Opa Rahman kemudian..
Graha pun semakin bingung di buatnya mana bisa sang kakek mengenal Berlian, dimana?
"Opa Rahman,.." ucap Berlian semabari mendekati sang Opa dan kemudian mencium tangan laki laki tua itu..
"Wah Opa senang sekali kamu bisa kesini lagi?" ucap Opa Rahman dengan tersenyum.
Itu cucuku Graha oh iya apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Opa pelan..
Berlian dan Graha saling memandang..
"Tadi Mas Graha menolong Berlian Opa, oh iya Opa bolehkah Lian bermalam di sini?" ucap Berlian dengan polosnya..
__ADS_1
"Tentu saja boleh, kalau kamu mau kamu bisa tinggal di sini selama kamu mau?" ucap Opa Rahman dengan bahagianya..
Berlian tersenyum kemudian mengucapkan terima kasih kepada Opa Rahman dan Graha...