
Graha terdiam sejenak setelah mendengar candaan dari sang istri.
Berlian pun sedikit mengerti tentang arti diam sang suami.
"Mas maafin Lian ya, Lian gak bermaksud membuat Mas tersinggung apalagi cemburu. Maafin ya." ucap Berlian sembari memegang kedua tangan sang suami..
Graha menatap kearah Berlian dan mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat Berlian syok..
"Apa setelah Mas Amar bebas, kau akan meninggalkanku dan kembali kepadanya." ucap Graha sembari menunduk..
Berlian terlihat sedih mendapatkan pertanyaan itu dari sang suami, Berlian juga menangis..
"Kamu kenapa menangis? Maafkan Mas ya jika Mas melukai hatimu, sudah hapus airmatamu kamu gak boleh nangis, sudah ya." ucap Graha sembari memeluk Berlian dengan erat..
Isak tangis Berlian semakin kencang dan itu membuat Graha panik...
"Sayang sudah dong, maafkan Mas ya." ucap Graha lagi..
"Mas apakah maksud Mas mengatakan hal tadi? Aku sangat menyayangimu Mas jadi mana mungkin aku akan meninggalkanmu. Mas kata katamu membuat perasaan Lian sakit." ucap Berlian sembari memeluk sang suami..
__ADS_1
Graha merasa sangat bersalah karena telah membuat sang istri merasa sedih..
"Maafin Mas Sayang, Mas janji Mas enggak akan melakukan hal bodoh seperti tadi lagi. Udah jangan nangis lagi maafin Mas ya." ucap Graha sembari membalas pelukan Berlian dengan sangat erat..
Berlian masih saja menangis hatinya sedih karena merasa telah menyakiti hati suaminya dengan cara dia meminta bertemu dengan Mas Amar..
"Maafin Lian Mas, maafin Lian yang telah menyakiti hatimu? Lian tahu Mas pasti kecewa dengan permintaan Lian." ucap Berlian dengan pelan..
Graha semakin mengeratkan pelukannya.
"Sudah ya sayang jangan di bahas lagi, aku enggak apa apa kok, maafin Mas ya sayang jika ucapan Mas tadi menyinggung perasaanmu." ucap Graha sembari tersenyum.Kalau kamu maafin Mas mana senyumnya.ucap Graha kemudian.
"Iya Mas terima kasih ya." ucap Berlian dengan tersenyum..
Graha mengangguk dan kemudian memegang perut Berlian yang tengah membuncit..
"Sayang lain kali kalau ngidam jangan bertemu mantan lagi ya, kasihan kan Bunda hadi sedih." ucap Graha sembari mengelus calon anak mereka..
Berlian menjadi tertawa dan kesedihan yang semula dirasakannya kini telah hilang entah kemana.
__ADS_1
Graha memang selalu bisa membuat hari hari Berlian lebih berwarna dia bisa bercanda, serius dan juga sangat perhatian terhadap istrinya..
Berlian kini menatap kearah sang suami dan tiba tiba mencium pipi sang suami dengan lembut..
"Terima kasih ya Mas, kamu telah memberiku segalanya, kamu bisa menghiburku dikala aku sedih dan kamu juga sangat pengertian terhadapku. Aku sayang kamu Mas." ucap Berlian dengan tersenyum..
Graha pun membalas ciuman sang istri dengan mencium pipi sang istri..
"Kamu adalah anugrah terindah yang Allah kirimkan untukku, jadi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu. Pintaku hanya satu jangan pernah kamu menangis lagi untuk hal apapun karena itu sangat menyakiti perasaanku, kamu mengerti. Mas juga sangat sangat menyayangimu melebihi apapun." ucap Graha dengan tersenyum..
Kini Graha dan Berlian tengah sampai di kediaman mereka, mereka langsung masuk menuju kamar mereka untuk bergantian membersihkan diri dan kemudian sholat Azhar berjamaah...
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Dilain tempat kehidupan yang sangat sulit di alami oleh Ari, Ari menjadi tertekan karena permintaan cerai yang Fani ajukan. Dalam hati kecil Ari sangatlah mencintai Fani, namun keegoisan yang menghancurkan segalanya.
Badan Ari kian kurus, Ari terus berusaha untuk membujuk Fani, namun lagi lagi Fani menolak permintaan sang suami.
"Maaf Mas, dulu aku memang sangat mencintaimu namun kamu telah memperlakukan aku layaknya binatang dan maaf Mas bagiku tak pernah ada kesempatan kedua." ucap Fani ketika Ari berkunjung ke rutan untuk menemuinya.
__ADS_1
Hati Ari hancur setelah mendengar ucapan sang istri.