
"Omong-omong Yura itu siapa nya Jevano?" Tanya Carisa penasaran.
"Kamu gak tau Yura?" Tanya Aurel dan Carisa pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Memangnya siapa? Sepupunya Jevano ya?" Tanya Carisa.
"Hah? Astaga... itu Yura itu mantannya Jevano tahu! Dan setahu aku sampai sekarang hubungan mereka masih baik-baik aja sih, udah hampir setahun an gitu deh kayanya mereka putus."
"Itu juga gara-gara Yura pengen lanjutin study nya di luar negeri, di Paris. Kayak pertukaran pelajar berprestasi gitu deh, dia anak fashion. Cantik juga, talented deh. Makanya Jevano suka sama Yura, mereka couple favorit juga di sekolah" Jelas Aurel panjang lebar.
"Ohh iya? Aku baru tahu, aku kira Yura itu entah siapanya Jevano gitu... soalnya aku ada dengar anak-anak sekolah juga kayak nyebutin nama Yura Yura gitu, terus dia sekarang masih di Paris dong?" Tanya Carisa.
"Iya dia masih di Paris," Jawab Aurel.
"Eh itu ruang apa?" Tanya Carisa.
"Ah itu... ruang musik, tapi akhir-akhir ini tutup soalnya lagi di renovasi" Jelas Aurel. "Kamu suka apa?" Tanya Aurel.
Ah iya, setelah mereka selesai makan di kantin tadi. Aurel pun mengajak Carisa untuk berkeliling di sekolah, agar Carisa tidak tersesat di sekolah mereka yang sangat luas itu. Bahkan mereka belum mengelilingi setengahnya.
"Ah... aku suka makan sih hehe" Jawab Carisa cengar-cengir dengan perasaan tak bersalahnya.
"Sabar Rel, sabar... dia masih anak baru," Ucap Aurel sambil mengelus dadanya sabar.
"Hehe aku suka debat gitu, dulu di sekolah aku yang lama. Aku anak klub bahasa Inggris," Jelas Carisa. "Disini pasti ada kan ya?" Tanya Carisa.
"Ada kok, ketua klubnya juga si Jevano tuh" Jawab Aurel santai.
"Loh Jevano? Bukannya sekarang udah kelas 3 ya? Kan," Ucap Carisa alngsung di potong oleh Aurel.
"Setahu aku sih Jevano masih ada jabatan sekitar 5 bulanavi sih, sampai perlombaan untuk 2 bulan lagi. Nanti abis lomba, baru deh pelantikan ketua klub baru," Jelas Aurel.
"Ahh... gitu ya" Ucap Carisa mengerti.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Vano!" Panggil Rina dan Jevano pun menoleh. "Kenapa Rin?" Tanya Jevano.
__ADS_1
"Hari ini kita jadi ngerjain tugas kelompok kan? Mau kerjain dimana?" Tanya Rina.
Jevano pun tampak berpikir, karena dirinya harus mengantar Carisa terlebih dahulu. Apalagi dirinya sudah berjanji pada Tiara, kalau sepulang sekolah untuk mengajak Carisa jalan-jalan.
"Di rumah aku aja, nanti kamu barengan aja berangkatnya sama Naufal atau gak Haris, Reno juga boleh. Atau sama Lia atau sama siapa aja deh terserah," Ucap Jevano.
"Gak usah, aku gak mau ngerepotin yang lain. Aku nanti datang sendiri aja, jam berapa?" tanya Rina.
"pulang sekolah langsung ke rumah ku aja, gak papa kanMc agnya Jevano.
"Gak papa kok," Jawab Rina.
"Aduh ini si Rina gimana sih Fal? Kenapa kamu gak ajarin Rina supaya ketergantungan gitu sama si Jevano?" Tanya Haris bisik-bisik kecil.
"Ck susah Ris, anaknya memang udah mandiri dari sananya. Dari kecil ya udah di biasain kalo ada apa-apa tu di selesain sendiri," Sahut Naufal berbisik kecil.
"Ini aku ada ketinggalan apa lagi dah?" Tanya Reno.
"Makanya, pensiun dari ketua OSIS. Ribet sendiri kan kamu? Ketinggalan berita terus dari kita," Ledek Haris.
"3 bulan lagi, ck!" Sahut Reno serius.
"Kamu bilang aja ke Rina, suruh confes ke Jevano. Supaya dia tahu, gimana perasaan Jevano ke dia sebenarnya," Saran Reno.
"Gak deh, kasihan! Ntar nangisnya ke aku, dan sialnya aku yang suruh dia confes. Kamu aja deh yang bilang," Suruh Naufal.
"Lah si Badrul? Rina kan gak tahu, dia juga gak pernah cerita ke aku. Dia juga gak tahu kalo kita-kita nih, pada tahu kalo dia suka Vanl goblok!" Kesal Renk sendiri.
"Lagi pada ngomong apa sih? Rame banget dah," Tanya Jevano yang baru saja bergabung dengan teman-temannya setelah berbincang sedikit dengan Rina.
"Gak tahu nih, random banget" Jawab Reno.
"Ehh nanti kita kerja kelompok di rumah ku aja ya!" Ucap Jevano.
"Iya udah dengar ko tadi," Jawab Haris asal.
"Bagus deh, tapi nanti aku bawa Carisa ke rumah. Gak papa kan dia ikut gabung sama kita? Kasihan sendirian di rumah, nyokap bokapnya ke luar kota soalnya" Jelas Jevano.
__ADS_1
"Aku oke-oke aja sih, lagian dia juga cantik. Jadi ada yang semangattin kalo lagi capek cari bahan," Jawab Haris santai.
"Kebiasaan ya anda!" Ucap Reno memukul kepala Haris.
"Aduh! Sakit woi!" Sahut Haris kesal, Jevano dan Naufal pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran.
"Nanti kalian deluan aja ya, aku mau beli camilan dulu. Mama lagi gak di rumah soalnya," Jelas Jevano.
"Oke Noooo amann! Kamu mau kita lewat pintu mana?" Tanya Haris.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Baiklah, spertinya pelajaran kita cukupkan sampai disini saja ya... di akhir semester nanti kita akan melakukan study tour ke luar kota selama sehari. Jadi di harapkan untuk semua siswa mempersiapkan segalanya, terutama biaya transportasi."
"Kalau begitu, Ibu izin keluar dulu. Terima kasih atas apresiasinya hari ini," Jelas guru itu langsung keluar dari kelas 12 A IPA 1 A.
"Huh pelajaran sjarah memang selalu study tour gitu ya setiap akhir semester?" tanya Carisa dan Aurel pun menganggukkan kepalanya.
"Gak kerasa juga, bentar lagi kita udah mau kuliah aja" Kelub Carisa.
"Kamu ada planning mau kuliah dimana gitu?" Tanya Aurel.
"Ada, kamu?" Tanya Carisa.
"Kayaknya gak sih, Papa ku lepas tangan sama aku kalo aku udah tamat SMA" Jawab Aurel.
"Huh? Ah... maaf, Aurel kalo kamu butuh teman cerita kamu bisa kok cerita sama aku. Walaupun kita baru kenal, aku siap kok dengar cerita harian kamu. Tapi kalo kamu gak mau cerita juga gak papa, semangat terus ya!" Ucap Carisa menyemangati Aurel.
"Aaaaa makasih Carisaa, nanti deh kapan-kapan aku cerita ya sama kamu! Aku masih ngerasa asing soalnya hehe, maaf" Jawab Aurel jujur.
"Iya gak papa, santai aja. Aku ngerti kok, ayo!" Ajak Caira yang sudah membereskan alat tulisnya dan mengajak Aurel untuk segera keluar dari kelas.
Lantas keduanya pun berjalan menuju keluar kelas, "Eh kamu pulang sama siapa?" Tanya Aurel.
"Gak tau, tapi kata Mama tadi pagi aku di suruh pulang sama Jevano" Jawab Carisa menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
"Loh? Ya udah coba kamu telepon aja," Saran Aurel.
__ADS_1
"Aku gak punya nomornya, kamu punya nomor telepon Jevano gak Rel?" Tanya Carisa.