How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
151


__ADS_3

"Apa tadi kata Bu Cika?" Tanya Jevano.


"Aku di skor 3 hari," Ucap Carisa mengerucutkan bibirnya.


"Loh mulai besok apa hari ini?" Tanya Jevano lagi.


"Besok, ngeselin banget deh itu fans toxic nya Jino hishh!" Decak Carisa kesal.


"Yaudah ayo jalannya cepetan, biar di obatin" Ucap Jevano menarik tangan Carisa.


"Aaa sakittt" Ringis Carisa saat Jevano menarik tangan Carisa dan reflek melepaskan tangan Carisa.


"Aduh.... banyak banget sih dia cakar akuu" Kesal Carisa memegang pergelangan tangannya yang juga tergores.


"Kurang ajar banget sih," Kesal Jevano. "Yaudah ayo kita obatin, nanti biar aku kasih pelajaran," Ucap Jevano malah narik baju Carisa dan Carisa pun hanya mengikuti dengan pasrah.


"Aghh... pelan-pelan Jev," Ringgis Carisa saat Jevano membersikan luka Carisa.

__ADS_1


"Duh maaf Ca... gak sengaja, kalo sakit bilang ya? Ini aku udah pelan-pelan kok," Ucap Jevano sambil membersihkan luka Carisa dengan hati-hati.


10 menit kemudian.


"Udah deh..." Ucap Jevano setelah memakaikan handplaster ke wajah Carisa dan juga lengan Carisa. "Masih perih? Nanti kamu kamu mandi pasti perih, jangan cuci muka pake sabun dulu" Ucap Jevano.


"Huhuhu tapi nanti kalo aku gak cuci muka pake sabun, nanti aku jerawatann" Rengek Carisa.


Jevano pun menggusak rambut Carisa sayang, "Mau kamu jerawatan sekali pun, atau bopeng an kamu tetap cantik di mata aku Ca" Ucap Jevano membuat pipi Carisa bersemu merah.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


Namun itu adalah ide baik dan bagus jika Jevano tidak jadi untuk menjemputnya, pikir Yura. Karena Yura pun tak ingin, kalo Jevano mengetahui kebenaran sebenarnya. Kalau dirinya sudah memiliki anak, dan itu adalah anak dari Leon.


Yura di jemput eh supir pribadi keluarga Leon, di keluarga Leon sendiri tidak ada seorang pun yang menginginkan kehadiran Yura dan juga anaknya. Namun Ayah Leon maish menerimanya, dan juga Kakek Leon karena ituu keturunan Leon.


Beda dengan Ibu Leon, sangat menolak keras kehadiran Yura di kehidupan Yura. Dan Ibu Leon dan Ayah Leon pun, sudah lama berpisah semenjak Leon duduk di bangku kelas 3 SD.

__ADS_1


Hanya saja, keluarga Leon sedang berbaik hati, untuk membiayai kehidupan Yura. Asalkan Yura tidak membocorkan keberadaan anaknya, dan juga hubungan dirinya dengan keluarga Afnan.


Yura dah Leon juga sebenarnya sudah sah secara hukum dan negara, hanya saja kedua orang tua Yura belum mengetahuinya hingga saat ini. Dan ini sudah hampir 3 tahun lamanya.


"Leon belum pulang sekolah ya?" Tanya Yura.


"Belum Non, ini sekalian mau jemput Den Leon. 2 jam lagi den Leon udah pulang, biar sekalian jemput" Jawab supir itu.


"Oke," Ucap Yura lalu masuk dah mengambil alih anaknya untuk di gendongnya.


Tidak dapat di pungkiri, walaupun anak itu bukan hal yang diinginkan oleh Yura sendiri. Yura sangat menyayangi anaknya, Karana bagaimanapun dirinya sudah mengandung putrinya selama 9 bulan lamanya dan semuanya pun di pertaruhkannya.


Selepas Yura meninggalkan bandara, Yura pun langsung bergegas untuk menuju ke sekolah Leon. Ah iya, Yura juga sangat menantikan kehadiran Jevano dan dirinya akan hendak menemui Jevano besok di sekolah. Sekalian pikirnya, karena Yura hendak mengurus sesuatu di sekolah.


Di sekolah.


Sudah 1 jam 15 menit lamanya Yura menunggu bel Sekolah pulang, yang dulunya dirinya juga selalu tunggu saat masih bersekolah di sekolah itu. Yura sendiri pun tak menyangka kalau dirinya akan menjadi seburuk ini, dan memilik anak di bawah umur. Kamu menikah dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan dari ornag tuanya.

__ADS_1


Yura menghela nafasnya kasar, menyesali segala perbuatannya. Seharusnya aku gak serakah, dan tetap sama orang yang aku sayang. Maafin aku Jev," Batin Yura.


__ADS_2