How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
112


__ADS_3

"Nah Bun, Carisa kan gak mau. Jino aja yang dibeliin gimana? Hehehe," Cengir Jino.


"Kamu bisa beli sendiri pakai uang kamu" Jawab Nela membuat Jino mendengus kesal.


"Ya udah iya iya, ambil aja" Ucap Nela terkekeh gemas melihat anaknya cemburu pada Carisa.


"Lucu ya itu mantan kamu," Ucap Nela terkekeh geli.


"Oh iya, nanti kita makan sushi aja yuk" Ajak Nela.


"Ayukk Bun, Carisa juga udah lama gak makan disana. Gak pernah sih malah kalo gak sama bunda, soalnya kalo kesana pasti sama bunda. Jadi pengen kesannya ya bareng bunda lagi hehehe," Cengir Carisa.


Nela pun kembali menoleh hidung Carisa gemas, "Bisa aja ya kamu Ca" Ucap Nela.

__ADS_1


"Oh iya bunda dengar dari Jino kamu udah punya pacar baru nih? Kapan mau di kenalin ke bunda?" Tanya Nela.


"Aduh ini Jino kenapa mulutnya lemes banget gilak," Batin Carisa merasa tak enak. Karena disini posisinya Jino sendiri, adalah anak Nela yang merupakan mantan kekasihnya.


"Hehe iya Bun, kapan-kapan nanti Carisa kenalin ya Bunn" Jawab Carisa kikuk.


Setelah ketiganya berbelanja, ketiganya pun memutuskan untuk segera makan malam karena jam sudah menunjukkan pukul 7 malam lewat. Tadinya Carisa tidak ingin membeli apapun, tapi Nela memaksa Carisa untuk memilih barang apa yang disukainya dan Nela sendiri nanti yang akan membayarnya.


Ah iya, jarak Mall dengan apartemen Jino itu hanya lima langkah saja. Karena Jino tinggal di apartemen yang ada di Mall itu sendiri, makanya Nela, Jino, dan Carisa tidak perlu takut macet atau hal apapun itu.


"Udah deh, kamu ikut aja. Lapar kan? Yaudah kita makan disini," Ucap Nela pada anaknya hingga membuat Jino mendengus kesal untuk sekian kalinya. Sedangkan Carisa, menertawai Jino dan meledeki pria itu.


Jino itu menjadi saksi bisu Carisa sama bunda nya saat mereka dulu masih bersama, kalo lagi suntuk atau bosan di rumah. Bundanya pasti akan menghubungi Carisa untuk belanja bulanan ke mall, jalan-jalan, ke restoran, ataupun kemana saja asal tidak di rumah.

__ADS_1


Eh tapi malah selalu berakhir di tempat makan yang berada di mall, kenapa Jino tahu? karena Jino sendiri lah yang selalu menjadi supir mereka.


Dan selu saja begini, bundanya dan Carisa pasti akan mengabaikannya. Jino sebenarnya juga tidak masalah padahal itu, dia sebenarnya senang melihat Carisa dekat dengan bundaya hanya saja pura-pura kesal.


Tentunya, itu lah yang menjadi kebanggan Jino saat ini. Walaupun Carisa sudah memilki kekasih, apa salahnya kalau Jino berjuang kembali untuk mendapatkan Carisa? Toh Carisa juga tidak memiliki ikatan apapun seperti pertunangan atau mengandeng status pernikahan, pikir Jino.


"Aku gak mesan makan Jino?" Tanya Carisa saat dirinya dan Nela sudah memesankan makanan.


Jino pun menggelengkan kepalanya, "Aku gak makan, mau ke barshop dulu mau potong rambut sama cukuran" Ucap Jino.


"Kamu mau pergi sekarang?" Tanya Bunda Nela.


"Iya Bun, kenapa?" Tanya Jino.

__ADS_1


"Tunggu sini sebentar ya, temenin Carisa. Bunda mau ke toilet dulu sebentar" Pamit Nela pada keduanya.


__ADS_2