
...Room Chat...
Yura :
Jevv
Aku lusa sampai di Indonesia
Aku pulang Jev
Kamu bisa jemput aku kan?
Mama sama Papa maish di Aussie :(
read
Jevano pun hanya membaca pesan itu, dan melemparkan ponselnya ke atas kasur. Setelahnya, Jevano langsung menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
"Wah kenapa aku gak bisa berhenti mikirin Yura sih?" Gumam Jevano sendiri saat dirinya baru saja keluar dari kamar setelah membersihkan dirinya.
Lantas Jevano pun mengambil ponselnya dan kembali membuka room chat nya dengan mantan pacarnya itu.
...Room Chat...
^^^Jevano :^^^
^^^Ok^^^
Yura :
OMG
Aku kira kamu gak mau balas chat aku lagi :(
Makasih Jev
read
Jevano menghela nafasnya kasar, dan merebahkan badannya di atas kasur. Dirinya pun langsung mengingat bagaimana kandasnya cintanya bersama Yura, yang mana Yura memutuskannya begitu saja dengan sepihak tanpa meminta persetujuannya sama sekali.
Namun gadis itu kembali lagi ke dalam kehidupannya, setelah dirinya mulai melupakan Yura. Bagi Jevano Yura adalah tempatnya berteduh selain rumah, dan memiliki banyak kenangan indah bersama Yura.
Maka dari itu, sedikit sulit bagi Jevano untuk melupakan gadis itu. Apalagi Yura adalah cinta pertama Jevano, dan keluarga jevano juga sudah mengenal Yura dengan cukup baik.
Karena keduanya berpacaran tidak hanya 1 atau 2 bulan, melainkan Yura dan Jevano berpacaran semenjak kelas 3 SMP dan berakhir di kelas 1 SMA di kenaikan kelas 2 mereka. Yura memutuskan Jevano di hari spesial mereka, yaitu hari jadi mereka yang ke 2 tahun.
__ADS_1
Perlahan, Jevano pun menutup matanya dan tertidur.
04.30 WIB
Tok tok tok
"Jevano!" Panggil Tiara sambil mengetuk pintu kamar Jevano brutal. "Ngapain pakai di kunci segala sih?" Gerutu Tiara geram.
Tok tok tok
"Jevano! Cepat buka pintunya!" Pinta Tiara.
Ceklek
"Aduh Maa, apa sih?" Tanya Jevano yang terpaksa bangun dari tidurnya.
"Bangun, udah pagi! Sana cepat siap-siap!" Suruh Tiara dengan melipatkan tangannya di depan dada dan terlihat tidak dapat di bantah sedikit pun.
"What??? Ma lihattt!" Tunjuk Jevano pada jam dinding kamarnya. "Ma ini masih jam setengah lima Maaaa... 1 jam lagi" Ucap Jevano terpotong.
"Gak, siap-siap sekarang juga! Mama udah janji sama Tante Ayu, kalo kamu mulai hari ini berangkat sekolahnya samaan terus sama Carisa. Pulangnya juga ajakkin Caursa jalan-jalan sore supaya dia tau gimana kota Jakarta! Ayo sana cepat mandi!" Ucap Taira mendorong anaknya masuk ke dalam kamar dan menuju ke kamar mandi.
"Tapi Maaa, AAAAAA kenapa harus janji sih sama Tante Ayu??" Rengek Jevano tak terima karena Mamanya tidak meminta persetujuannya darinya terlebih dahulu.
"Ckk, sana cepat mandi! Atau," Ucap Tiara terpotong.
"Cepat mandinya! Mama tunggu di bawah! Jam 5 lewat kalo kamu masih gak turun juga, awas aja ya!" Peringat Taira lalu kelaur dari kamar Jevano untuk menyiapkan sarapan pagi.
"Iya Ma! Astaga!" Jawab Jevano sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.
Jam 05.08 WIB Jevano sudah berada di ruang amkan dengan mata yang tertutup dan duduk di meja makan. Jevano masih merasa mengantuk, karena dirinya tadi malam pulang jam 12 malam. Dan tertidur pulas sekitar jam 1 malam, dan hanya tidur selama 4 jam kurang lebih.
"Makanya jangan pulang pagi! Udah kayak bang Toyib aja!" Sindir Tiara sambil membawa satu piring yang berisi nasi goreng dan telor ceplok, serta segelas susu untuk Jevano.
Jevano yang sedang memejamkan matanya pun langsung membuka matanya lebar-lebar, saat dirinya mendengar suara Mamanya.
"Mama sih..." Jawab Jevano sambil mengambil nasi goreng dan susu dari tangan Tiara.
"Loh kok malah salahin Mama sih?" Sewot Tiara.
"Ck engga Ma engga kok," Sahut Jevano mengalah dan lebih memilih untuk memakan habis makan yang di buatkan Mamanya.
Tiara pun menarik kursi di sebelah Jevano mengenai anaknya sarapan, "Kenapa Ma?" Tanya Jevano binggung.
"Hm? Apanya?" Tanya Taira balik membuat Jevano mengedipkan matanya berkali-kali tak memberi dengan Mamanya.
__ADS_1
Jevano pun menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal "Nothing Mom," Jawab Jevano.
"Vano menurut kamu Carisa cantik gak?" Tanya Tiara tiba-tiba sambil senyum-senyum tidak jelas pada Jevano.
Jevano pun menoleh pada Tiara dan enatao Tiara dengan tatapan aneh, "Biasa aja deh perasaan" Jawab Jevano bohong.
"Masa sih? Menurut Mama dia cantik banget loh, cantik luar dalam. Sopan, tuturnya juga lembut, gak menye-menye" Ujar Tiara.
Oke, Jevano sekarang mengerti kemana arah pembicaraan Mama nya lagi ini. Saat ini Mama nya sedang membandingkan Carisa dengan mantan kekasihnya dulu, Yura.
Karena Tiara tidak suka kepada Yura, yang terlalu manja dan selalu bergantungan pada Jevano. Apalagi Tiara mengetahui, kalau Yura memutuskan anaknya dengan cara yang tidak baik.
"Apa sih Ma, Mama baru aja ketemu. Nilainya udah kejauhan,D Jelas jevano membela Yura secara tidak langsung.
"Ih kamu mah gak tau, Mama tuh udah beberapa kali ketemu sama Carisa di Bandung. Mama sempat nginap juga dulu di rumahnya," Jelas Tiara.
"auya deh terserah Mama aja," Jawab Jevano malas berdebat di pagi buta dengan Mama nya.
"Hih kamu ya! Oh iya nanti kamu berangkatnya sama Carisa ya? Mama udah share location alamat rumahnya, Tante ayu itu temen Mama semasa SMA sama kuliah di Kanada dulu, jadi Mama gak enak buat nolak permintaannya. Gak papa kan?" Tanya Tiara.
"Hmm iya Maaa... uang jajan aku Mama tambah gak? Soalnya kan," Ucap Jevano terpotong dengan dua bola matanya yang berbinar saat Tiara memberikannya blackcard.
"Nih! Pake aja terserah asal jangan kamu pakai untuk beli barang haram aja ya! Awas aja kalo kedapatan, Mama bisa tahu apa aja kamu beli pakai kartu ini! dengar?" Peringat Tiara.
"Hehehe iya Maa, amann. Jevano siap kok temenin Carisa 24 jam kemana aja hehehe" Sahut Jevano cengar-cengir.
"Dasar! Itu kan maunya kamu terus! Belajar hemat ya!" Ucap Tiara.
"Iya Mama ku sayangg" Jawab Jevano.
"Mama dengar-dengar Yura mau balik lagi kemari? Bener?" Tanya Tiara.
"Hm, iya Ma" Jawab Jevano seadanya, karena takut Mamanya salah paham.
"kamu tahu?!" Tanya Tiara heboh.
"Iya Ma, Jevano tau" Jawab Jevano.
"Kamu tau kan Mama gak suka sama dia? Kamu gak bakal balikan lagi kan sama perempuan itu?" Tanya Tiara tak suka.
"Gak kok Ma, Yura cuma minta tolong minta jemput ke bandara aja" Jawab Jevano jujur.
"Oh gitu, Mama juga mau bilang itu tadi. Soalnya Mama nya nelepon Mama kemarin sore," Jelas Tiara
"Ma Vano udah selesai, alamatnya udah Mama kirim kan?" Tanya Jevano mengalihkan pembicaraan untuk tidak membicarakan Yura, dan Tiara menyadari perubahan dari anaknya.
__ADS_1
"Iya udah Mama kirim, hati-hati ya" Ucap Tiara saat Jevano menyalami tangan Mama nya.