
"Maaaa" Rengek Tara saat Leon membawanya memasuki mobil terlebih dahulu Karana Yura ingin memastikan barang-barang mereka ke bagasi mobil.
"Sama Papa dulu ya sayangg," Ucap Yura dari belakang.
"Huaaaa! Mama!" Rengek Tara.
"Heii Tara ini Papa kamu loh? Kok gak mau sihh?" Tanya Leon.
"Makanya sering ajakin main!" Ucap Yura yang baru saja masuk ke dalam mobil dan mengambil alih Tara segera dan memangku Tara.
"Sayang ini Papa kan? Mana Papa nya nak?" Tanya Yura.
Pwaapaa" Ucap Tara melirik Leon, hingga ujung bibir Leon pun tertarik untuk tersenyum.
Entah mengapa, ada kebanggaan sendiri untuk Leon. Saat Tara memanggil dirinya Papa, hatinya terasa menghangat.
"Pinter anak Papa," Ucap Loen menepuk sayang rambut Tara, dan itu berhasil membuat hati Yura pun juga menghangat.
__ADS_1
Tidak pernahnya Leon seperti ini, pikir Yura.
"Ma Kakek ngapain sih minta kira kumpul gini? Mana nungguin Leon lagi di ruang makan," Tanya Aurel mengomel.
"Ehemm... Aurel gimana sama sekolah kamu?" Tanya Kakek Aurel.
"Ya gitu deh Kek, Kek Aurel bareng ya sama Naufal kuliah nya? Gak mau sama Leon terus, Aurel udah gede. Udah bisa jaga diri kok," Ucap Aurel merengek.
Afnan Kakek Aurel pun menghela nafasnya kasar, "Kalo kamu mau bebas, jangan jadi cucu kakek lagi" Ucap Afnan.
Aurel pun memutar matanya maals, kata-kata itu adalah kata andalan Kakeknya jika dirinya tidak di beri izin jika tidak bersama Leon.
Ya karna tidak sanggup, terlalu banyak tuntutan dan aturan.
"Aurel Leon sering jahatin kamu ya? Makanya gak mau bareng dia? Bilang ke Om kalo dia bandel ke kamu," Ucap Ayah Leon pada Aurel.
"Gak sih Om, tapi dia ngatur-ngatur mulu. Malasin banget!" Ucap Aurel cemberut.
__ADS_1
Akhirnya yang di tunggu-tunggu sejak tadi di bicarakan pun muncul, namun keterkejutan Aurel tak dapat di pungkiri. Saat dirinya melihat Yura yang ikut datang, serta Leon juga menggendong seorang anak kecil.
Dan tidak hanya Yura saja, bahkan Mama nya pun juga sangat terkejut dan penasaran siapa sosok gadis yang di bawah oleh keponakannya ini.
"Leon ngapain sih bawa-bawa Yura segala? Ngapain juga dia di undang di acara makan keluarga? Sama Kakek lagi? Gak mungkin... Kakek terlalu privasi soal ini, wah... spesial itu ya Yura buat kamu? Bodoh banget kamu Leon! Kamu di manfaatin sama dia!" Ucap Aurel yang hanya dapat membantin di dalam hati.
"Lama banget kalian, Aurel adik kamu udah ngomel-ngomel terus dari tadi" Ucap Ayah Leon.
"Maaf Pa hehe, Kek, Tante... tadi macet banget di jalan" Ucap leon benar adanya.
"Yaudah ayo duduk dulu," Ucap Mama Aurel.
"Pelayan! Ambil kursi buat baby ya," Pinta Mama Aurel.
"Kamu ngapain sih bawa-bawa dia kesini?" Tanya Aurel berbisik, yang duduk di sebelah Leon dan menatap Yura tak suka. Apalagi fokus Aurel juga tak lepas dari anak kecil, yang sejak tadi di gendong oleh Leon.
"Tara udah besar aja yaa" Ucap Ayah Leon membuat Aurel dan Mama nya pun saling bertukar tatap.
__ADS_1
"Kek Kakek undang dia di acara akan malam keluarga kita? Apa dia tamu spesial yang Kakek bilang? Asal Kakek tahu ya! Dia ini" Ucap Aurel di potong oleh Afnan dengan cepat.
"Aurel! Jaga sikap kamu!" Ucap Afnan tegas, namun terdengar membentak padahal nyatanya tidak ada niatan Afnan seperti itu.