
"Kamu kemana pagi-pagi? Kenapa gak ada pamitan sama aku dulu?" Tanya Carisa protes.
"Kan kamu tidur sayang..." Ucap Jevano mengusap rambut Carisa sayang.
"A... apasi, ya udah" Ucap Carisa salting sendiri membuat Jevano semakin gemas pada tunangannya itu.
Aurel pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua pasangan di hadapannya, yang sedang di mabuk asmara itu. "Terus Naufal sekarang dimana?" Tanya Aurel.
"Di apartemen Rel, susul deh kesana. Selasain baik-baik, aku tahu Rina keterlaluan banget. Tapi kayaknya kalian menang harus ngomong berdua juga kan?" Saran Jevano.
"Gak tau, aku malas ngomong sama cewe gatal" Ucap Aurel.
Jevano yang mendapat jawaban seperti itu pun, menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Udah udah Rel, makan dulu" Ucap Carisa dan Aurel pun segera menyantap miliknya.
"Kamu? Kenapa gak makan?" Tanya Carisa pada Jevano.
"Iya sayang bentar ya, aku mau pesan dulu" Ucap Jevano bangkit dari duduknya.
"Fuh ca itu pipi kamu merah banget hahaha" Ledek Aurel.
"Ih jangan gitu ah... kan aku malu tauu" Ucap Carisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Yaampun Ca, ada-ada aja sih" Kekeh Aurel.
Padahal dari lubuk hatinya yang paling dalam, keadaan Aurel sangat lah berbalik dari tawa yang di tujukkannya. Di satu sisi Aurel merasa dirinya iri, saat melihat hubungan Carisa dan Jevano yang baik-baik saja.
Dan satu posisi lagi, dirinya khawatir pada keadaan Naufal saat ini, dan berencana untuk hendak mengunjungi kekasihnya itu nanti setelah sepulang sekolah.
Tak lama Jevano pun datang dengan sebuah mangkok yang berisi batagor dan juga teh manis dingin lagu duduk di sebelah Carisa.
"Eh Rek aku dengar-dengar Leon mau nyambung ke luar ya?" Tanya Jevano.
Aurel pun menganggukkan kepalanya, "Hooh kok tau,n Tumben nanya-nanya Leon? Dah baikan?" Tanya Aurel.
"Kemarin," Jawab Jevano menatap makanannya.
"Jevano kok tau dia lagi gak baikan sama Leon? Ingatannya udah balik?" Tanya Carisa dalam hati.
"Hah?" Serius? Demi apa?" Tanya Aurel heboh tak percaya.
"Iya serius, kita udah baikan kok Rel" Jawab Jevano ke lewat santai, sedangkan Carisa hanya menyimak mendengarkan saja.
Aurel pun mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali, karena masih tak percaya mengigat hubungan mereka 2 tahun terakhir ini tak kunjung membaik karena Yura.
__ADS_1
"Udah ah Rel, kita emang udah baikan. Tanya Leon deh gak percaya, btw kamu ikut dia juga gak?" Tanya Jevano.
"Siapa? Leon?" Tanya Aurel.
"Iyalah, siapa lagi? Naufal?" Tanya Jevano meledek.
"Ck, gak kok aku gak bareng Leon. Aku bareng sama dia disini," Ucap Aurel yang enggan menyebut nama Naufal.
"Hahaha si bucin," Ledek Jevano lagi.
...🙌🏻🙌🏻🙌🏻...
Sepulang sekolah Aurel pun berencana untuk melihat Naufal, yang masih menganut sebagai kekasihnya itu. Saat ini Naufal masih tidak dapat di hubungi, karena ponselnya mati dan daya baterai Naufal habis.
Aurel tidak datang sendiri, Aurel di antar oleh Haris. "Kamu yakin mau masuk ke apartemen dia sendiri? Ntar dia masih pengaruh alkohol, bahaya" Khawatir Haris.
"Hih apaan sih, orang Naufal doang lagian. Yakali masih mabok, makasih tumpangannya" Ucap Aurel hendak membuka pintu mobil Haris.
"Heh heh tunggu dulu! Kelupaan kan!" Ucap Haris memberikan paperbag Aurel yang berisi bubur hangat untuk Naufal.
"Eh iya hehe, thanks bestie ku yang ganteng!" Ucap Aurel mencubit pipi Haris gemas.
__ADS_1
"ck najis banget di pegang sama tangan kamu!" Omel Haris bercanda.
"Ampun dah, makasih ya!" Ucap Aurel sekali lagi pamit.