How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
17


__ADS_3

"Yuk Ca, turun" Ajak Jevano siap-siap untuk turun dan mengambil ponsel dan dompetnya.


Carisa pun enggan bergerak hingga Jevano menyadarinya, "Kenapa Ca?" Tanya Jevano.


Entah kapan, Jevano memanggil Cairan dengan sebutan 'Ca' namun Cairan menyukainya tanpa alasan. Karena beberapa orang di sekitarnya, yang di anggapnya dekat pasti akan memanggilnya dengan sebutan 'Ca' juga.


"Mau makan malam Disni ya?" Tanya Carisa.


"Iya? Kenapa? Kamu gak suka?" Tanya Jevano.


"Eh? Gak kok engga, bukan gitu maksud aku Jev" Jawab Carisa tak enak pada Jevano.


"Terus?" Tanya Jevano.


"Makan disitu aja yuk?" tanya Carisa menujuk pada pedagang kaki lima yang tak jauh dari tempat mereka.


"Disitu?" Tanya Jevano melihat arah tunjuk Carisa, dan Carisa pun menganggukkan kepalanya pasti.


"Em.... Aku lagi pengen makan disana..." Jawab Carisa takut-takut. "Kamu gak suka makan di pinggir jalan ya? Ya udah deh ayo kita makan disana aja," Ajak Carisa akhirnya dan hendak turun dari mobil Jevano.


Jevano pun terkekeh pelan melihat tingkah Carisa, "Lucu banget sih Ca?" Tanah Jevano mengacak rambut Carisa pelan yang hendak keluar dari mobil.


"Ya udah kalo kamu mau makan distu, aku cari dulu ya ATM yang dekat sini. Soalnya aku gak punya uang tunai," Kelas Jevano.


"Eh? Serius? Kamu gak papa kan makan disitu? Disitu gak jorok kok, cuma bapak itu gak punya tempat yang layak aja untuk jualan. Makanannya pasti enak kok Jev," Jelas Carisa.


"Iya gak papa kok Ca, aku sering makan di pinggir jalan sama teman-teman aku. Aku pikir malah kamu yang gak mau makan di pinggir jalan, soalnya kan kebanyakan cewe suka makan di tempat yang bagus sama mahal gitu kan? Nah kamu itu beda," Jelas Jevano menatap Carisa dalam hingga membuat Caira tersipu malu.


"Ck apasih Ca! Lemah banget!" Pekiknya dalam hati.


Carisa pun mengalihkan pandangannya asal tidak melihat Jevano, "Ya... yaudah aku ada uang tunai kok" Ucap Cairan sedikit gugup tanpa menatap Jevano.


Jevano pun tersenyum manis saat melihat tingkah gemas Carisa, "Gak usah. Masa cewe bayarin cowo makan? Gak gentle banget, bentar ya di depan sana ada ATM kok. Aku tarik disana aja," Ucap Jevano kembali menyalakan mobilnya.


Setelah Jevano menarik uang tunai untuk makan malam mereka, keduanya pun segera menuju tempat pedagang kaki lima yang tak jauh dari sana. Dan berkahiah kini keduanya berada disana, atas permintaan Carisa sendiri.


Ingat, Jevano sangat suka di reporkan oleh orang yang menarik perhatiannya.


Apa Carisa dapat menarik perhatian Jevano?

__ADS_1


"Mauu makan apa Jev? Sini biar aku pesan," Tanya Carisa.


"Kamu aja, mau makan apa? Biar aku aja yang pesan," Jawab Jevano.


"Eh? Aku aja yang pesan," Pinta Cairan.


"Aku aja Ca, aku mau ayam Kalasan pakai sayur kangkung tumis. Kamu" Tanya Jevano.


"Ya udah deh, aku samain aja sama kamu Jev" Jawab Carisa.


"Ya udah kamu tunggu bentar ya disini," Ucap Jevano dan. Carisa pun menganggukkan kepalanya.


Tak lama, Jevano pun kembali setelah memesan makanan dan kembali duduk di kursi depan yang berada di depan Carisa. Sambil. menunggu pesanan keduanya, mereka pun di sibukkan dengan ponsel mereka masing-masing.


Hingga tanpa keduanya sadari, kalau makanan mereka baru saja tiba.


"Pacarnya kok di diamin aja dek? Lagi berantam ya?" Gida penjual pedagang kaki lima itu.


"Eh?" Kaget Carisa. Kita gak," Ucap Carisa terpotong.


"Hehe iya nih Pak, Pacar saya suka banget ngambek an gak jelas gini" Ucap Jevano asal dan tekekeh pelan.


"I... iya Pak" Jawab Carisa kikuk.


"Jev..." Panggil Carisa.


"Hmm?" Sahut Jevano lembut.


"Hm... aku boleh minta 2 porsi lagi gak? Maksudnya ayamnya aja gitu, gak usah pakai nasi sama sayur" Jelas Carisa.


"Untuk kamu?" Tanya Jevano membuat Carisa berpikir sejenak dan berkahir Carisa menganggukkan kepalanya sedikit ragu-ragu.


"Yakin habis?" Tanya Jevano. "Gak papa juga sih, pesan aja. Pak ayam Kalasan ya dua lagi ya gak pake nasi sama sayur!" Pesan Jevano pada penjual pedagang kaki lima.


"Bungkus ya Pak!" Tambah Carisa.


"Siap neng cantik!" Jawab penjual pedagang kaki lima itu.


"Mau makan di rumah Ca?" tanya Jevano dan Carisa pun hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"Makan yuk? Katanya tadi lapar banget," Ajak Carisa yang sudah menyentuh makanannya terlebih dahulu dan diikuti oleh Jevano.


Jevano lagi-lagi tekekeh pelan di buat oleh Carisa yang makan dengan lahapnya, maksudnya Jevano heran saja.


Dimana lagi dapat dilihatnya, seorang anak gadis yang makan di depan anak laki-laki tanpa ada rasa malu dan makan pun bahkan tidak pelan-pelan.


Dari pengalaman yang Jevano lihat, beberapa anak oermuan yang ikut makan siang, malam atau bersamanya termasuk Yura pun pasti akan makan dengan sok anggun dengan perlahan.


Dengan alasan untuk menjaga images mereka di hadapan seorang laki-laki, agar terlihat anggun. Namun apa yang di lihatnya di hadapannya saat ini, sangat lah berbanding terbalik dengan anak perempuan pada umumnya pikir Jevano.


"Kenapa kamu ketawa?" Tanya Carisa.


"Gak papa Ca, kamu makannya lahap banget. Lucu aku jadi gemes lihatnya," Jawab Jevano.


"Duh apasih Jevano!" Batin Carisa berteriak.


"Eh? Pipi kamu kenapa merah?" Tanya Jevano hendak menyentuh pipi Carisa namun Carisa sudah terlebih dahulu menjauhkan wajahnya dari tangan Jevano, hingga membuat Jevano kembali menarik tangannya.


"Maaf, aku reflek Ca" Jawab Jevano.


"Gak kok gak papa, lanjut makan yuk? Terus pulang, udah mau gelap. Aku takut hujan soalnya," Ucap Carisa.


"Kan kita naik mobil Ca," Jawab Jevano dan Carisa pun hanya cengar-cengir saja.


20 menit kemudian.


"Udah Ca?" tanya Jevano lembut.


"Udah, kamu? Balik yuk Jev," Ajak Carisa.


Lantas keduanya pun beranjak dari tempat itu, "Nih kamu deluan aja. Aku mau bayar dulu," Ucap Jevano sambil memberikan kunci mobilnya kepada Carisa.


"Oke, makasih Vano hehe" Ucap Carisa.


Lantas Carisa pun jalan terlebih dahulu menuju mobil Jevano yang terparkir tidak jauh dari pedagang kaki lima itu, Cairan pun celingak-celinguk mencari keberadaan kucing yang di lihatnya tadi sebelum makan bersama Jevano.


"Niss ctu ctu cry tcuu," Panggil Carisa pada kucing oranye kurus yang dilihatnya tadi saat turun mobil bersama Jevano.


"Ngeong..." Sahut Kucing itu.

__ADS_1


Lantas Carisa pun berlari kecil untuk menghampiri kucing itu, dan ternyata kucing itu sedang bersembunyi di balik tanaman rumput yang berada di dekat mobil Jevano.


__ADS_2