How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
63


__ADS_3

Di rumah sakit.


Sesuai perintah, Jevano saat ini baru saja tiba di rumah sakit dan memarkirkan mobilnya di depan loby rumah sakit untuk menjemput Carisa. Sebenarnya Jevano sangat gugup untuk berhadapan dengan Carisa, apa ini akan terasa canggung nantinya? Pikir Jevano.


Jevano menghela nafasnya kasar, sebelum dirinya masuk ke dalam rumah sakit. Jevano pun berjalan dengan perasaan yang dipenuhi dengan kekhawatirannya, dan gugup untuk menuju ruang inap Carisa.


Hingga berakhir kini Jevano saat ini, berada di depan ruang inap kamar Carisa. "Ketuk dulu gak ya?" Gumam Jevano.


Dengan perasaan bimbang, Jevano pun akhirnya memutuskan untuk mengetuk kamar inap Carisa.


Tok tok tok


"Masuk," Jawab Carisa dari dalam yang sedang duduk di sofa dan sudah rapi. Carisa mengetahui, soal Jevano yang akan menjemputnya hari ini. Karena Mama nya tadi meneleponnya, kalau Jevano lah yang akan menjemputnya nanti.


"H... hai Ca, siang" Sapa Jevano.


"Ayo antar aku pulang, aku capek mau tidur" Ucap Carisa langsung bangkit dari duduknya dan pergi lebih dahulu, Jevano pun mengulum bibirnya dan berusaha untuk tersenyum lalu mengikuti langkah Carisa dari belakang.


Jevano hanya dapat menghela nafasnya sabar, dan menunggu sampai Carisa dapat menerimanya seperti dahulu. Jevano berharap kedepannya Carisa, tidak bersikap dingin lagi seperti ini.


Menurut Jevano, semuanya pasti butuh waktu.


"Sini Ca aku bawain,"Tawar Jevano mengambil alih tas ransel yang di bawa Carisa. Lantas Carisa pun langsung memberikan tas itu pada Jevano, lalu berjalan mendahului pria itu.


"Mobil kamu dimana?" Tanya Carisa.


"Disana, ayo" Ajak Jevano.


Setelah keduanya sampai di mobil Jevano, keduanya pun langsung masuk. Kali ini Carisa jauh lebih diam dari biasanya, hingga membuat Jevano pun enggan dan binggung untuk mulai berbicara dari mana.


Dan berakhirlah kini keduanya, diselimuti oleh keheningan selama perjalanan menuju ke rumah Carisa.


Carisa sibuk dengan pikirannya sendiri, begitupun juga dengan Jevano yang binggung untuk memikirkan topik apa yang harus dibicarakannya agar Carisa tidak bersikap seperti itu padanya.


"Ca... Maaf" Ucap Jevano tulus.


"Hm, jangan di ingatin lagi" Ucap Carisa mengalihkan perhatiannya ke luar jendela.


Setelah itu, tidak ada percakapan sama sekali antara keduanya. Hingga tibalah keduanya, di kediaman Leonarka.

__ADS_1


"Makasih tumpangannya, kamu gak usah turun ya?" Ucap Carisa tidak mengizinkan Jevano untuk bertamu ke kerumahnya.


"Ca," Panggil Jevano menahan tangan Carisa yang hendak melepas sealtbelt.


Carisa pun melepaskan tangan Jevano yang mengenggam tangannya, "Apa?" Tanya Carisa datar.


"Kamu gak ada mau nyampein sesuatu?" Tanya Jevano.


"Apa emang? Gak ada tuh," Jawab Carisa jutek. "Ah iya... pertunangan kita itu cuma di atas kertas aja ya Jev, jangan di bawa perasaan. Kamu tahu sendiri kan gimana perasaan aku ke kamu? Jangan berharap lebih."


"Aku mau tunangan sama kamu, bukan karena aku mau. Tapi kepaksa," Ucap Carisa membuat Jevano mebatu.


Setelah mengatakan itu, Carisa pun langsung turun dan menutup pintu mobil Jevano kasar.


Jevano pun menatap kepergian Carisa tak percaya, hingga membuat Jevano kesal lalu melapiaskan amarnaya pada setir mobil miliknya.


"Ca andai kamu tahu Ca," Gumam Jevano meremas setir mobilnya, kamu segera menjalankan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.


Carisa berhenti di pintu besar depan rumahnya, lalu menoleh ke belakang saat mendengar suara mobil Jevano yang meninggalkan rumahnya baru saja.


Rasanya hati Carisa teriris saat melihat perlakuannya sendiri terhadap Jevano, namun menurut Carisa dirinya memang harus berlaku seperti itu pada Jevano.


Carisa pun mengigit bibirnya, lalu membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam rumahnya.


"Carisa!" Panggil Aurel berteriak menghampiri Carisa, lalu memeluk gadis itu.


"Hai Rel, maaf ya soal beberapa hari yang lalu. Aku cuma lagi gak mau di ganggu aja, jangan di tanya sekarang dulu ya? Nanti aku chat aja, aku gak kuat kalo ngomong langsung. Gak papa kan?" Tanya Carisa yang merasa tak enak pada Aurel.


Karana pada saat Aurel mengunjungi rumahnya, Carisa tak mau keluar dari kamarnya. Bahkan Carisa tak mengizinkan Aurel untuk masuk ke dalam kamarnya, dan itu membuat Carisa merasa bersalah ada teman satu-satunya itu.


Bukan apa-apa, hanya saja Carisa pada saat itu sangat malu pada Aurel. Karena posisinya waktu itu, Carisa sedang mengandung anak dari Jevano.


Tapi sekarang Carisa sudah merasa lega, karena tidak ada yang perlu di khawatirkannya.


"Iya Ca, gak papa kok. Aku bisa ngerti, ih aku kangen banget tahu sama kamu! Udah hampir 3 Minggu aku duduk sendirian tau gak!" Kesal Aurel.


"Hehehe," Cengir Carisa. "Maaf ya Rel, kamu apa kabar? Udah baikan belum? Mama kamu gimana?" Tanya Carisa.l agar Aurel tidak bertanya soal dirinya.


"Aku baik kok, udah lumayan. Mama aku juga udah lumayan, Minggu semalam aku sama Leon kesana" Jelas Aurel.

__ADS_1


"Syukur deh, aku ikut seneng dengarnya" Ucap Carisa tersenyum ramah.


"Carisa ada Jevano di depan," Ucap temen sekelas Carisa yang baru saja masuk ke dalam kelas.


"Kamu sama Jevano udah baikan juga kan?" Tanya Aurel berbisik kecil.


Carisa pun tersenyum simpul dan mengangguk-anggukkan kepalanya, "Udah kok," Jawab Carisa. "Bentar ya Rel," Pamitnya.


"Ya udah sana, kamu susul gih!" Suruh Aurel.


Carisa pun bangkit dari duduknya, dan keluar dari kelas. Dan yang benar saja, ada Jevano disana yang sedang berdiri menunggunya. "Kenapa?" Tanya Carisa.


"Kenapa tadi gak tunggu aku dulu? Ini ada titipan dari Mama," Ucap Jevano memberikan kotak makan yang di buatkan Tiara, Mama Jevano khusus untuk Carisa.


"Tante Tiara yang buat?" Tanya Carisa membuat Jevano menganggukkan kepalanya.


"Oke makasih," Ucap Carisa hendak berbalik badan, namun lagi-lagi Jevano menahan tangan Carisa. Dengan segera, Carisa lagi-lagi melepaskan tangannya dari Jevano paksa.


"Kenapa lagi?" Tanya Carisa.


"Ca nanti pulang bareng" Ucap Jevano di potong oleh Jevano.


"Kita belum resmi, gak perlu pulang bareng" Ucap Carisa langsung masuk ke dalam kelasnya, meninggalkan Jevano begitu saja.


"Jev!" Panggil Reno.


"Kenapa?" Tanya Jevano.


"Ayo sambil jalan, biar cepat" Ucap Reno yang tidak suka membuang waktu berharganya.


"Kenapa sih?" Tanya Jevano badmood.


"Eh buset sewot banget, kamu kenapa dah?" Tanya Rneo yang tidak di indahkan oleh Jevano.


"Mau tanding basket gak? Minggu depan ada tanding antar semah sama anak Muda Bangsa," Ajak Reno.


"Kapan dulu?" Tanya Jevano.


"Lusa! Mau ya?" Bujuk Reno.

__ADS_1


"Ada Leon kan? Gak ah, gak mau" Tolak Jevano.


"Aelah Jev... katanya udah move on, baikan bentar doang aja kenapa sih? Kerja sama ini yang terakhir deh, janji" Bujuk Reno.


__ADS_2