
"Yahhh kamu sih Ris! Perut kamu kebesaran banget! Jadinya kita gak menang kan," Omel Salsa.
"Loh? Kon aku sih Sa? Kamu tuh! Gak bener mainnya," Sahut Haris.
"Saya Kak!" Ucaobsalah satu teman angkatan Jevano.
"eh si Nabila wey, sama siapa dia tuh?" Tanya Haris.
"Sama Dafa," Jawab Salsa membuat Haris pun ber oh ria saja.
Lantas kedua pemenang itu pun maju, untuk mengambil hadiah mewah tersebut. Setelahnya keduanya pun turun, sehingga membuat para tamu undangan pun bersorak gembira.
"Oke baiklah nanti kita lanjutkan lagi mainnya ya? Dan masih banyak lagi hadiah-hadiah yang gak kalian duga di belakang sana," Ucap pembawa acara itu semangat.
"Oke Kak!" Seru semuanya.
"Sekarang untuk acara yang selanjutnya, Ini itu acara suprise dari kedua keluarga. Dan katanya sih gak ada yang tahu nih hmm, kira-kira apa yah? Ayo apa cobak tebak?" Tanya pembawa acara itu.
"Gak tahu!" Sahut para tamu undangan.
"Apa tuh kak?"
__ADS_1
"Jangan bikin kepo deh kak!"
"Hahaha oke-oke, gimana Pak Deri dan Bu Tiara? Apa kita lanjutkan saja?" Tanya pembawa acara pada kedua orang tua Jevano.
Tiara dan Deri pun hanya menganggukkan kepalanya saja, dan tersenyum merekah.
Pak Saka dan Bu Ayu? Bagaimana?" Tanya pembawa acara itu juga hingga membuat para tamu undangan binggung.
"Itu siapa?" tanya Yura pada Jino.
"Mama sama Papa Carisa," Jawab Jino membuat Yura yang tampaknya kaget.
"Kenapa Om Saka sama Tante kesini? Sedekat itu memangnya kelaurga Carisa sama Jevano?" Batin Jino.
"Eh mau ngapain sih? Aku baru sadar, kalo Om Saka sama Tante Ayu juga datang" Tanya Aurel pada Reno.
"Lah kan aku gatau, suprise kan katanya?" Ucap Reno pura-pura tidak tahu.
"Kamu tahu kan?" Tanya Aurel membuat Reno spontan menganggukkan kepalanya.
"Hehehe nanti pura-pura kaget aja sih aku Rel hehehe" Cengir Reno membuat Aurel mendengus kesal.
__ADS_1
"Gak asik banget!" Seru Aurel.
"Oke! karena kedua pihak keluarga sudah setuju, kita akan lanjutkan saja ya!" Seru pembawa acara itu heboh sendiri.
"Kedua pihak keluarga?" Batin Yura tak enak."
"Jevano sama Carisa mau tunangan?" Tanya Leon pada Naufal.
"Iya," Jawab Naufal terus terang pada Leon. "Makanya, jangan telat. Kamu diem terus sih, gak ada pergerakan sama sekali. Di ambil depan kan?" Ejek Naufal menertawai Naufal dan mengetahui kalau Leon menyukai Carisa diam-diam.
"Aurel nih pasti yang kasih tahu ke kamu kan?" Tanyaeon membuat Naufal menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aurel gak ada cerita sama sekali kok, kelihatan aja" Jawab Naufal membuat Leon berpikir.
Kelihatan dari mananya? Pikir Leon. Karena seingatnya dirinya tidak pernah mencoba untuk mendekati Carisa secara terang-terangan, dan hanya berani mengangumi gadis itu dari jauh.
"Ayo silahkan Jevano, membawa tuan putri nya ah haha bercanda. Princess kita malam ini dan pangeran kita" Ucap pembawa acara itu.
Jevano pun mengajak Carisa untuk segera berjalan ke depan, dengan menggenggam tangan mungil gadis itu dengan erat. Yura yang melihat itu pun meremas ujung gaun yang di pakainya erat-erat, dan merasa tersaingi oleh Carisa.
"Seharusnya aku yang disana, bukan kamu" Batin Gadis itu.
__ADS_1