
"Ini dia yang di tunggu-tunggu datang juga," Ucap Yura melihat mobil yang dikenalnya itu baru saja tiba di depan rumah Jevano.
Aurel pun menoleh, dan melihat mobil kekasihnya yang baru saja tiba di depan rumah Jevano. Jantungnya pun berdegup dengan kencang, yang entah kenapa setika dirinya berharap kalau ucapan Yura tadi tidak benar.
"Ini udah di rencanakan beneran sama Yura Rina! Kurang ajar! Berani-beraninya nyentil perasaan adik aku!" Batin Leon.
Leon pun langsung menarik Aurel, namun Yura menahan tangan Leon. "Kita lihat dulu oke?" Bujuk Yura.
"Kamu sengaja kan? Supaya hubungan Aurel sama Naufal renggang lagi?" Tanya Leon.
Aurel pun memperhatikan keduanya "Ini rencana kamu Yura?" Tanya Aurel membuat Yura memanyunkan bibirnya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Ah aku pikir dia udah berubah, ternyata aku salah. Yura sama sekali gak ada perubahan sedikit pun," Batin Aurel.
Namun kini perhatian ketiganya pun beralih, saat mendgar suara pintu mobil Naufam yang baru saja di tutup. Sungguh, rasanya Aurel ingin sekali untuk mencabik-cabik Rina sekarang juga.
Karena dengan beraninya gadis itu, menduduki kursi duduk yang selalu di isinya saat berpergian bersama Naufal kekasihnya.
__ADS_1
Naufal pun tercekat, saat mendapati Aurel yang berada di hadapannya.
"Padahal aku sama sekali belum kabarin, kalo aku bakal pergi sama kamu Lin. Sekarang udah jelas, ayo Lin kita masuk aja. Aku gak mau ngerusak pesta ulang tahun teman aku," Ucap Aurel langsung menarik Leon untuk segera masuk.
Rina yang melihat Aurel pergi begitu saja pun, langsung emgulas senyum kemenangan di wajahnya. Apa Rina akan berubah menjadi orang yang jahat? Lalu atensinya kini beralih pada Yura temannya, lantas Rina pun beralih untuk menghampiri Yura yang di tinggalkan oleh Aurel dan juga Leon begitu saja.
"Thanks," Bisik Rina. "Dan selamat datang," Lanjut Rina.
"Kamu utang Budi," Ucap Yura menatap Rina.
"Of course, anything for ya" Jawab Rina.
"I'm fine, and you?" Tanya Rina balik.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Naufal tak suka pada Yura.
"Oh? Hai Naufal, udah lama gak ketemu. Ah engga juga sih, sebulan yang lalu mungkin apa ya?" Tanya Yura menyapa Naufal.
__ADS_1
"Pulang sana, kamu gak bakal di terima di keluarga Jevano" Ucap Naufal hendak masuk namun di tahan oleh Yura.
"Masa sih? Kayaknya engga tuh?" Ucap Yura mengayun-ayunkan undangan miliknya, sebagai kartu tanda untuk masuk.
Iya, pesta ulang tahun Jevano tidak bisa sembarang orang untuk masuk ke dalam sana. Hanya orang yang di undang, dan mempunyai card undangan saja yang di perbolehkan untuk bergabung.
Naufal pun memggerutkan dahinya, "Jevano gak mungkin kasih itu kan ke Yura?" Batin Naufal.
"Dapat dari mana? Nyolong?" Tanya Naufal menuduh.
"Ih?! Enggak ya!" Ucap Yura manja. "Rahasia, ayo Rin" Ajak Yura menarik Rina untuk masuk ke dalam.
"Nginap di mana?" Tanya Rina.
Naufal pun hanya dapat menghela nafasnya kasar, dan memilih untuk masuk untuk mencari dimana keberadaan Aurel. Baru saja kakinya melangkah 8 langkah dari pintu, dirinya sudah menemukan Aurel yang sedang berbincang ringan dengan Carisa dan juga teman-temannya.
Lantas Naufal pun hendak menuju tempat itu, namun ada sebuah tangan yang menahannya.
__ADS_1
Leon.
"Kenapa kamu bisa pergi sama Rina?" Tanya Leon menginterupsi Naufal dengan tatapan tajamnya.