How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
89


__ADS_3

"Mama masih belum terbiasa deh sama sikap kamu yang kayak gini," Ucap Tiara terekekh kecil membuat Jevano binggung sendiri.


"Gak biasa gimana Ma?" Tanya Jevano.


"Ya kayak gini, kamu tuh kalo habis dari luar pasti langsung masuk kamar. Gak pernah tuh mau nemenin Mama duduk disini," Jelas Tiara.


"Ah masa sih Ma? Emang Jevano dulu gitu ya Ma?" Tanya Jevano membuat Tiara menganggukkan kepalanya pasti.


"Ma," Panggil Jevano membuat Tiara menatap lekat putranya. "Jevano sama Carisa kok bisa tunangan? Kita baru kenal juga kan? Apalagi Vano sama Carisa baru pacaran 2 bulan," Tanya Jevano dengan tatapan penuh selidiknya.


"Duh... gimana ya Mama jawab sama jelasinnya, kamu kapan check up lagi?" Tanya Tiara.


"Lusa mungkin Ma," Jawab Jevano tak yakin dan memang lupa.


"Hmm... gimana ya Mama jasinnya, kamu memang sama sekali belum ingat apa-apa?" Tanya Tiara menatap anaknya penuh harap.


Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Maaf Ma," Ucap Jevano menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hei maaf kenapa?" Tanya Tiara.


"Jevano penasaran, tapi kenapa semua nya enggan banget buat ngasih tau Vano alasannya" Ucap Jevano.


"Intinya, kamu ngerusak masa depan Carisa yang udah dia tata baik-baik sama orang tuanya" Ucap Tiara membuat spontan membuat alis Jevano tertaut.


"Maksud Mama? Ini bukan yang kayak Vano pikirin kan Ma?" Tanya Jevano.


"Kamu hamilin Carisa Jevano, dan Carisa keguguran" Jelas Tiara tegas.


"H... hah? Ma? Gak mungkin kan, Mama bohong kan?" Tanya Jevano.


Jevano pun hanya menatap kepergian Mama nya, hingga pembicaraan tadi sore dengan Carisa pun terputar kembali di kepalanya. Soal dirinya yang menanyai alasan mengapa bisa dirinya bertunangan dengan Carisa, bahkan mengganggap Carisa membohongi soal hubungannya dengan Carisa.


Namun kenyataannya? Sumber masalahnya semua berasal dari Jevano, hal itu semakin membuat Jevano merasa bersalah atas ucapannya tad sore pada Carisa.


"Masa sih? Terus kenapa bisa keguguran?" Gumam Jevano.

__ADS_1


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


Hari ini Carisa tidak berangkat bersama Jevano, melainkan bersama Saka ayahnya. Karena selama sekolah di Jakarta, belum pernah sekali pun Saka mengantarkan Carisa ke sekolahnya.


Lagipula hanya sesekali saja, agar Jevano juga tidak perlu repot-repot untuk menjemput Carisa di pagi buta.


Walaupun, Jevano juga pasti berangkat juga dengan disupiri oleh supir pribadinya. Orang tua Jevano masih belum mengizinkan Jevano, untuk bepergian kemana-mana mengendarai mobil ataupun motor sendirian.


"Gimana kamu sama Jevano? Gak macam-macam kan dia sama kamu?" Tanya Saka.


"Ih Papa apasih, engga. Anaknya amnesia juga," Jawab Carisa.


"Baguslah, awas aja kalo dia berani macam-macam sama anak manis Papa. Lapor langsung ke Papa oke? Ngerti?" Peringat Saka pada putri semata wayangnya.


"Siap Pa!" Seru Carisa.


"Udah sampe nih, sana turun sekolah yang bener ya" Ucap Saka mengusap rambut panjang Carisa yang dibiarkan terurai begitu saja.

__ADS_1


Carisa pun menyalami Saka, dan mengecup pipi Papanya sayang. "Carisa pamit ya Pa! Semangat kerjanya! Hehe,"Ucap Carisa sebelum turun dari mobil.


"Iya sayang," Jawab Saka.


__ADS_2