
"Aku senang kamu udah ikhlas sama perasan kamu ke aku, aku juga gitu. Aku gak akan maksa buat kita kembali lagi kayak dulu, kita bisa jadi temen. Kita harus sama-sama bahagia ya? Aku senang kamu bahagia sama pilihan kamu, dan aku harap."
"Kamu juga gitu kamu senang sama pilihan yang aku pilih sekarang. Aku merasa hidup aku lebih berarti semenjak kenal Carisa. Tapi bukan berarti hidup aku gak berarti di saat kamu di sisi aku, aku sayang banget sama Carisa" Jelas Jevano panjang lebar.
Yura menahan mati-matian air matanya, agak tidak jatuh tumpah. "Akuu juga akan fokus sama kehidupan aku sekarang, Aku... sebenernya pergi" Ucap Yura tertahan.
"Aku udah tahu, Mama juga udah cerita. Soal kamu, u oke? Kamu harus rawat mereka dan sayangi mereka setulus hati kamu. "
"Aku harap kalian menjadi keluarga yang bahagia sampai akhir nanti, aku senang kamu udah punya kebahagiaan kamu sendiri sekarang. Untuk saat ini dan seterusnya kamu fokus sama mereka ya?" Ucap Jevano membuat Yura mengangukkan kepalanya.
6 tahun kemudian.
"Astaga aku gak nyangka banget," Ucap Reno.
"Iya woi, ku kira Carisa sama Jevano yang bakal deluan. Eh ternyata Naufal sama Aurel nich," Ucap Haris heboh.
"Hehehe gimana ganteng gak aku?" Tanya Naufal saat menatapi dirinya di depan cermin Dnegan tuxedo rapi miliknya.
__ADS_1
"Ganteng daaah ganteng, ntar Aurel kelepek kelepek dah tuh pastii" Ucap Reno.
"Jevano belum datang juga?" Tanya Naufal.
"Lagi otw tadi katanya sama Carisa, maklum lahh ornag sibuk. Mereka juga katanya nyusul kan tuh?" Tanya Haris.
"Hooh bulan depan kan? Lagi sibuk ngurus-ngurus pernikahan juga tuh, kamu kapan Ren?" Tanya Haris.
"Alah udah lah, gak usah di bahas" Kesal Reno membuat teman-temannya menggelengkan kepalanya.
Hari ini adalah hari pernikahan Aurel dan juga Naufal, keduanya memutuskan untuk hidup bersama. Setelah mendapatkan pekerjaan mereka yang mapan, dan sudah mampu untuk saling mangaet kehidupan satu sama lain.
Sebelum hari pernikahan meraka, hari ini.
"Aurel astaga kamu cantik banget," Ucap Haris yang baru saja tiba.
"Aaaaaa aku kira kamu gak bakal datang tau Ca, kamu jetflag gak? Kamu sama Jevano baru sampai 2 jam lalu kan?" Tanya Aurel heboh.
__ADS_1
"Gak kok engga, santaiiii. Kita oke-oke aja," Jawab Carisa menatap Aurel penuh kebahagiaan.
"Aaaa aku senang banget lihat kamu cantik banget di hari bahagia kamu sekarang" Puji Carisa.
"Aaaa makasih ya udah datang dan luangin waktu kamu," Ucap Aurel membuat mengangukkan kepalanya dan tersenyum haru menatap Aurel yang akan segera melangsungkan pernikahannya hari ini.
Lantas Aurel sang mempelai wanita dan Naufal mempelai pria pun berjalan menuju meja penghulu, dan melangsungkan pernikahan mereka.
Yura juga turut hadir disana, dan Yura saat ini sudah dah menjadi istri lein dan mereka di karunia dua anak 1 putri dan 1 putra anak kedua mereka.
Tak sengaja Jevano dan Yura saling berpapasan dan saling tukar senyum, Jevano senang melihat Yura yang sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang menjadi lebih baik.
Begitupun juga Jevano, Jevano merasa bersyukur karena memiliki Carisa yang selalu siap berada di sisinya. Baik itu dalam keadaan susah, maupun senang.
Keduanya merencanakan pernikahan meraka bulan depan, saat ini keduanya sedang menatap di Jerman karena pekerjaan mereka. Sehingga membuat keduanya terpaksa, terbang dari Jerman ke Indonesia. Untuk menghadiri pernikahan sahabatnya.
"Ca aku gak sabar deh kayaknya," Ucap Jevano merangkul pinggang mungil Carisa.
__ADS_1
"Hm? Apa?" Tanya Carisa.
"Aku gak sabar lihat kamu pakai gaun pernikahan di hari istimewa kita Ca," Ucap Jevano tersenyum manis dan menatap Carisa dalam penuh arti, begitupun juga Dnegan Carisa.