
Dengan perasaan yang kesal, Carisa pun menjambak rambut gadis itu secara Kasar. Teman-teman gadis itu pun tidak terima, dan menjambak Carisa di koridor sekolah, hingga menimbulkan kehebohan di lorong itu. Ketiganya pun saling menjambak satu sama lain, namun disini Carisa lah yang di keroyoki oleh ketiganya.
Tak sengaja Reno pun kebetulan lewat di koridor, dan melihat ada keributan di toilet. Lantas dengan segera Reno pun berlari, dan menghampiri keributan yang di lihatnya itu.
Betapa terkejutnya Reno, saat melihat Carisa yang sedang menjambak dan juga di Jambak oh tiga orang.
"Ck kalian lihat apa?! Bantuin pisahin!" Suruh Reno pada siswi perempuan yang hanya dapat menonton saja.
"Eh iya iya kak," Ucap salah satu adek kelas dan segera membantu Reno untuk membantu keempatnya.
"Ihhhhh" Kesal Carisa pada ketiga gadis itu.
"Reno aku gak mau tahu ya! Mereka harus di bawa ke ruang BK! Sekalian di sidang! Lihat aku di siram gak ada sebab ya!" Omel Carisa menujukkan punggungnya yang sudah basah.
Reno pun menghela nafasnya kasar, "Kalian berempat pokoknya ke ruang BK sekarang!" Suruh Reno.
__ADS_1
"Ih enak aja! Gak!" Tolak Naura yang menyirami Carisa tadi.
"Naura, ke ruang BK sekarang. Atau perlu kita panggil ornag tua kalian satu-satu?" Tanya Reno tegas membuat antek-antek Naura menatap Naura memohon agar menuruti Reno saja.
"Ck iya iya!" Kesal Naura berjalan lebih dahulu dan sengaja menabrak bahu Carisa yang diikuti oleh antek-antek Naura.
"Wahhh" Ucap Carisa berusaha sabar terhadap tingkah laku orang yang tidak di kenal ya itu sama sekali, dan Dnegan beraninya menceritai dirinya.
"Ayo Ca, kamu ke ruang BK juga" Titah Reno.
Carisa pun menganggukkan kepalanya, "Ingat ya Reno mereka yang deluan nyerang aku. Kamu lihat sendiri tadi kan?! Satu lawan tiga," Ucak Caria dengan intonasi bicara yang sangat marah dan kesal bukan main.
"Ck udah kayak Pak polisi yang di film-film ajaa" Gerutu Carisa membuat Reno menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kok bisa sih? Itu muka kamu sama leher sampe lecet-lecet gitu" Kekeh Reno menertawai Carisa. "Perlu aku telepon Jevano suruh kenari gak?" Tanya Reno sambil berjalan ke ruang BK beriringan dengan Carisa.
__ADS_1
"Eh? Jangan!" Jawab Carisa cepat.
Ruang BK
"Haduh... coba kalian satu-satu yang ngomong, ibu pusing dengarnya" Ucap Bu Tika memegang kepalanya pusing. "Sekarang ibu minta Naura jelasin kenapa kamu bisa jambak-jambakkan di depan toilet sama Carisa?" Tanya Bu Tika.
"Itu Bu Carisa ngelempar lipbalm dia ke saya, terus saya kesel dong. Makanya saya siram air dari belakang, eh malah dia ngejambak saya. Temen saya gak terima dong Bu kalo sayang di gituin, makanya mereka juga ikutan ngejambak Carisa" Bela Naura.
Carisa pun memutar matanya malas, dengan tangan yang di lipatnya di depan dadanya.
"Oke, sekarang Ibu mau dengar penjelasan dari Carisa" Ucap Bu Tika.
"Bu alasan saya ngelakuin itu karena ini," Ucap Carisa menyerahkan rekaman yang ada di ponselnya.
"Udah dongg, kan satu angkatan di undang"
__ADS_1
"Wah tapi kali ini sama aja, Jevano kan udah ada gandengannya"
"Iya kan? Cantikan aku juga daripada Carisa, ck! Kenapa harus dia sih yang jadi pacar Jevano. Cuma modal bokapnya temenan sama bokap Jevano jadi dekat eh terus Jadian."