
Jevano pun mengikuti langkah Tiara dari belakang, "Ma.. Mama udah ngantuk belum?" Tanya Jevano.
"Sedikit, kenapa? Kamu mau ngomong apa sama Mama?" Tanya Tiara.
"Mama perhatikan kamu tiga hari ini pulangnya telat terus? Semenjak Carisa di skors, kamu lagi banyak pikiran?" Tanya Tiara.
"H...Hah?" Gugup Jevano. "Gak kok Ma, lagi pengen healing aja bareng temen-temen. Ini aja Jevano baru balik dari rumahnya Reno," Jawab Jevano benar adanya.
Tiara pun memicingkan matanya curiga, namun tetap mempercayai anaknya. "Ya udah kamu besok sekolah kan? Istirahat," Titah Tiara hendak meninggalkan Jevano.
Namun Jevano kembali menahan Tiara," Mana" Panggilnya.
"Kenapa?"
"Ma Jevano mau jujur sama Carisa, boleh gak besok bolos les privat? Boleh ya Ma?" Bujuk Jevano.
"Soal ingatan kamu? Kamu yakin? Kamu gak bakal nyesal kan habis ini?" Tanya Tiara.
"Iya Ma, Jevano janji gak bakal nyesal sama keputusan Jevano. Jevano gak mau Carisa dengar dari orang lain, kalo Jevano udah ingat semuanya" Jawab Jevano.
"Kamu tahu yang terbaik untuk kamu Jev, istirahat. Mama senang kamu mau kasih tahu soal ini sama Carisa, nanti Mama bantu ngomong sama orang tua Carisa."
"Sebelum itu, soal Yura. Mama gak mau kamu ketemu terus-terusan gini ngambil kesempatan buat ketemu dia, Mama gak suka. Mama diam bukan berarti Mama gak tahu ya," Ucap Tiara langsung masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Leon," Panggil Yura.
"Apa?" Sahut tak minat.
"Aku udah gak bisa balik lagi ke cinta pertama aku..." Ucap Yura terisak.
Leon menghela nafasnya kasar, "Kamu maksih berharap sama manusia yang udah jadi milik orang lain?" Tanya Leon.
"Hiks... aku tahu disini aku yang salah, aku juga egois. Aku gak mikirin gimana perasaan Jevano... aku juga perempuan, dan seharusnya aku bisa ngertiin gimana perasaan Carisa kalo tahu" Ucap Yura di potong Leon.
"Tahu kalo kamu 2 hari belakangan ini ketemu terus sama Jevano kan?" Tanya Leon membuat menatap Leon terkejut.
"Kenapa kamu ngelihat aku kayak gitu? Kamu kaget Karana aku tahu soal ini?" Tanya Leon.
Leon pun menggeleng-gelengkan kepalanya, "Yura... kamu tahu sendiri sistem di keluarga aku ini gimana kan?" Ucap Leon memegangi kedua bahu gadis itu. "Aurel pacaran sama Naufal kemana aja Kakek aku bisa tahu pergerakan mereka ngapain aja, Dan Kakek aku juga tahu kalo aku lagi berantam sama Aurel apa gak."
"Kamu kalo mau macem-macem, dan masih hidup di ruang lingkup keluarga aku. Kamu harus hati-hati Yura," Jelas Leon.
"Gila..." Lirih Yura pelan.
"Iya aku tahu keluarga aku emang gila semua, but this is my family. Dan mau gak mau, sekarang ini keluarga kamu juga" Ucap Leon.
__ADS_1
"Kalo ini aku bakal ngejalani amanah dari Kakek, Ayah, sama Tante" Jelas Leon.
"Maksud kamu?" Tanya Yura.
"Aku bakal coba untuk buka hati aku buat kamu, demi anak kita. Nara, kamu gak kasihan sama dia? Gimana nanti kalo dia tahu orang tua pisah? Terus dia ada karena kesalahan fatal?" Tanya Leon.
"Pernah mikir kesitu?" Tanya Leon membuat Yura tak dapat berkutik.
"Gak ada jalan lagi, buat kamu bisa balik ke Jevano Yura. Kamu pikir Jevano bakal mau lagi nerima kamu? Setelah tahu kalo kamu ternyata punya anak di luar nikah dari aku?" Tanya Leon .
"Aku janji, aku bakal jaga kamu dan anak kita Nara. Dan memperbaiki hubungan kita sebagaimana mestinya," Jelas Leon.
"Le... Leon," Lirih Yura terisak.
Bohong rasanya, kalau bukan itu kata-kata yang Yura ingin dengar dari Leon sedari dulu. Yura hanya butuh kalimat penenang seperti itu, untuk agar dirinya mempercayai Leon dan meyakinkan perasaannya.
Dan sekarang, Yura pun sedang memutar pikirannya.
"Lupain orang yang ada di masa lalu kamu itu Ra, pelan-pelan. Aku bakal tunggu, Mencintai bukan harus saling memiliki kan?" Tanya Leon menatap kedua bola mata Yura.
"Tapi ini lucu," Jawab Yura menatap Leon.
"Apanya yang lucu?" Tanya Leon.
__ADS_1
"Aku suka Jevano, kamu suka Carisa. Dan mereka? Mereka tunangan Leon," Jawab Yura.
"Dari mana awal kamu tahu aku suka Carisa?" Tanya Leon.