How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
163


__ADS_3

"Aku gak bisa nyetir, mau tidur di hotel aja gak?" Tanya Yura.


"Hah? Gak lah sinting," Jawab Leon.


"Ya terus? Aaaaa sayang aku mau jalan-jalan ke mall," Rengek Yura memanyunkan bibirnya dan sengaja memegang lengan Leon dan menyenggolkan buah dadanya pada lengan Leon.


Leon pun memejamkan matanya sejenak, "Yaudah aku istirahat di apartemen dulu ya? Nanti jam 6 kita ke mall, Terserah kamu mau beli apa aja" Hcaobleibbyang sudah hafal sekali maksud Yura mendatanginya seperti ini.


"Okee setuju!" Seru Yura senang.


Leon tidak ada maksud apapun untuk membawa Yura ke apartemen miliknya, sudah beberapa kali juga Yura pergi kesana. Leon sungguh sangat merasa ellah sekali hari ini, karena hari ini tadi ada kelas olahraga, dan Leon membantu teman-temannya agar bisa memasukkan bola basket tepat ke dalam ring.


Leon di beri amanah oleh gurunya, untuk mengajarkan teman-teman sekelasnya bersama Jevano dan juga Naufal. Karrna ketiganya adalah anggota klub basket, jadi mau tidak mau ketiganya pun harus membantu teman-temannya hingga mahir.

__ADS_1


Tadinya juga Leon memang sedang beristirahat di mobil dan hendak pulang setelah dirinya terbangun. Leon juga tidak akan menduga kalau Yura akan mengetuk pintu mobilnya, dan masuk ke dalam mobilnya.


Dan berkahir lah kini keduanya, berada di apartemen milik Leon.


"*Kamu tinggal sendiri disini?" Tanya Yura saat baru saja mendaratkan bokongnya di kursi sofa mewah Leon.


"Hm, kalo capek dari sekolah. Aku sering tidur disini, kadang nginap. Capek bawa mobil, rumah aku jauh. Tapi kadang-kadang Mama juga sering balik kesini," Jawab Leon membaringkan tubuhnya di kursi sofa panjang di depan Yura, lalu memejamkan matanya.


Sambil menunggu Leon bangun dari tidurnya, Yura pun memainkan ponselnya. Namun tak ada yang menarik baginya, lalu Yura memilih untuk menutup layar ponselnya.


Sudah 20 menit lamanya, setelah Leon tertidur lelap. Yura pun merasa dirinya benar-benar sangat suntuk, dan melirik pada Leon yang sudah memasuki alam mimpinya.


"Leon kalo lagi tidur kayak gini ganteng banget ya ternyata? Dia campuran ya? Kayak ada bule-bule nya gitu deh," Bukan Yura lalu bangkit dari duduknya dan memilih untuk mencari apa yang sekiranya bisa di makannya di dapur.

__ADS_1


Saat berada di dapur Yura pun membuka kulkas milik Leon, dan betapa terkejutnya gadis itu saat melihat isinya. Yura berharap menemukan beberapa bahan masakan, namun dirinya mendapati minuman ber alkohol milik Mama Leon.


Bahkan ada yang semenjak tahun 1957, dan itu adalah salah satu koleksi yang di miliki Mama Leon yang sengaja di letakkan di kulkas apartemen.


"Katanya kalo makin lama gini, rasanya pasti bakal enak gak sih anggur ini? Ini anggur merah apa ya?" Tanya Yura menebak-nebak.


Namun perhatiannya teralihkan pada wine yang berada di dalam kotak yang sangat mewah, "Ini pasti mahal banget gak sih?" Ucap Yura mengambil wine itu dengan hati-hati lalu meletakkannya di atas meja samping kulkas.


Diliriknya Leon, dan karena penasaran Yura pun pun membuka kotak tersebut tanpa izin sang pemilik. awalnya Yura hanya ingin melihat bentuk wine itu saja, namun setelah membuka kotaknya.


Entah insting dari mana, Yura pun ingin mencicipinya.


"Kalo aku cicip dikit Leon juga gak bakal tahu kan?" Batin Yura karena tutup botol itu memang sudah terbuka dan sepertinya, sudah di minum sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2