How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
171


__ADS_3

"Heh kalian ngapain?!" Tanya Haris saat melihat Aurel dan Naufal dalam posisi yang ambigu.


"Gak kayak yang kamu pikirin, Aurel cuma mau bisik-bisik ke aku" Ucap Naufal membuat Aurel reflek menjauhkan dirinya dari Naufal.


"Terserah mereka juga kali, mereka kan kacatan. Jomblo iri aja dah heran," Ledek Jevano.


"Heh tupret! Makasih kek dah di ambilin makanannya ke depan," Ucap Reno bercanda.


"Hehe makasih Reno dan Haris ganteng," Jawab Naufal membuat Reno memutar bola matanya malas, sedangkan Haris menggaruk tengkuk lehernya malu.


Lantas ke enamnya pun memakan makanan mereka masing-masing, dengan Naufal yang makan bersama dengan Aurel. Jevano dengan Naufal sedangkan Haris dan Reno menjadi nyamuknya.


"Ih gak mau sayur itu Jev," Rengek Carisa saat Jevano memberikan sayur brokoli pada Carisa.


"Kenapa? Kan enak," Sahut Jevano.


"Gak peka an banget, itu tandanya Carisa gak suka brokoli Jev" Ucap Reno.

__ADS_1


"Tau tuh itu aja gak tahuu" Tambah Haris mengompori.


Tak sengaja Leon pun melewati kelas Carisa dan Aurel, dan di lihatnya Carisa yang tampak bahagia sekali saat bersama Jevano. Dan begitu pun juga dengan Adiknya Aurel, yang tampak bahagia saat bersama Naufal.


"Bukwnbbua semalam habis nangis-nangis ya?" Batin Leon terkekeh melihat Aurel yang sudah baikan dengan Naufal, bahkan tertawa renyah tanpa malu di hadapan Naufal.


"Aku ikhlas kok Ca... aku ikhlas sama perasan aku, bahagia kamu bahagia ku. Gak tahu kalo Jino aku harap dia gitu juga ya?" Batin Leon lalu segera berlalu meninggalkan kelas Carisa dan Aurel.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


Jevano sudah meminta izin kepada kedua orang tua Carisa, untuk membawa Carisa hari ini bolos dan juga membawa Carisa keluar. Jevano memberi alasan, refreshing dan ada hal yang ingin di sampaikannua pada Carisa.


Ah iya, Tiara juga hari ini akan segera berbicara dengan Ayubsial ingatan putranya yang sudah kembali semenjak sebelum hari pertunangan anak mereka. Lalu Tiara berniat untuk menjelaskan, alasan apa yang membuat Jevano untuk takut membuka dirinya kepada Carisa.


Kalau sebenarnya, dirinya sudah mengingat semuanya.


Begitu pun juga dengan Deri, dari juga akan berbicara perlahan-lahan dengan Saka. Karana Deri sangat mengenali karakter dari temannya itu, terlihat lembut. namun hatinya keras, dan sulit sekali di cairkan.

__ADS_1


"Kamu udah pernah ke pasar malam belum?" Tanya Jevano.


Dahi Carisa pun mengerut, "Pasar.... malam? Pasar malam-malam? Kamu ngajak aku ke pasar malam-malam mau ngapain sih? Sampe bolos lagi, mau beli sayuran sama iman ya?" Tanya Carisa polos.


Jevano pun terkekeh kecil, "Engga cantik, pasar malam yang aku maksud bukan tempat jual ikan sama sayur yang kayak kamu pikirin" Jelas Jevano.


"Hah? Terus?" Tanya Carisa.


"Yaudah nanti kamu lihat aja ya?" Ucap Jevano sambil mengusak rambut Carisa sayang, hingga membuat Carisa salah tingkah sendiri.


"Emangnya disana ada apa sih?" Tanya Carisa penasaran.


"Kamu gak ngelucu kan? Jangan sampe ya kalo disana kita beli sayuran sama ikan," Ucap Carisa.


"Iya kamu tenang aja deh, duduk manis. Yuk masuk dulu," Ajak Jevano dan membukakan pintu mobil untuk Carisa.


"Romantis banget dehh Jev," Cibir salah satu teman sekelas Jevano yang kebetulan juga berada di parkiran.

__ADS_1


__ADS_2