
"Nah karena keduanya sudah berdiri disini, bagaimana kalau kita langsungkan N saja Pak Saka dan Pak Deri?" Tanya pembawa acara itu kepada keduanya.
Lantas Sama dan Deru pun menganggukkan kepala mereka, mempersilahkan pembawa acara. Dah di mulai lah acara tersebut, dengan Jevano yang memakaikan cincin terlebih dahulu pada hari manis Carisa. Begitu pun sebaliknya Carisa juga memakaikan, cincin di jari manis Jevano.
Para tamu undangan pun, bertepuk tangan dan bersorak gembira. Walaupun tak jarang dari teman-teman seolah Jevano yang menyukainya, dan menatap iri pada Carisa.
"Kamu kadi ulang tahun yang paling terindah buat aku Ca," Bisik Jevano sebelum mengecup kening Carisa hingga membuat sorakan menggoda dari para tamu undangan.
Acara pun berlangsung dengan harapan dan rcana, yang sudah di susun dengan sebaik mungkin oleh keluarga Carisa.
"Anak kita udah besar ya Pa..." Ucap Ayu mengaet mesra lengan suaminya.
"Aurel," Panggil Naufal.
Aurel pun menoleh, "Ayo. Mau bicara kan?" Tanya Aurel langsung mengajak Naufal untuk menjauh dari kerumunan banyak orang.
Hingga sampailah kini keduanya berada di dekat kolam ikan, yang terdapat di halaman belakang rumah Jevano. Aurel tidak mengatakan apapun, sehingga membuat Naufal ngeri sedap sendiri.
__ADS_1
Hening, Naufal sendiri pun menjadi binggung harus menjelaskan dari mana pada kekasihnya.
Aurel menghela nafasnya Amsar, karena Naufal tak kunjung membuka suara. Aurel hendak meninggalkan Naufal karena kesal, namun Naufal menahan lengan Aurel agar tetap tinggal.
"Rek, tunggu. Maaf, aku gak ada niatan mau pergi sama Rina kok" Ucap Naufal benar adanya.
"Aku di paksa sama dia," Lanjut Naufal.
"Kali ini alasannya apa? Gak enakkan? Bisa gak kamu sekali aja tegaan sama dia? Dia itu suka sama kamu," Hack Aurel menunjuk Naufal pada arah dada bidang pria itu.
"Apa? Suka sama Jevano? Itu kan dulu, sekarang dia suka nya sama kamu. Iya kan Rina?" Tanya Aurel.
Tanpa di duga sekali, Rina saat ini berada di belakang mereka dan mendengarkan keributan yang di akibatkan oleh dirinya sendiri.
Namun sebenarnya Rina sendiri pun hanya kebetulan lewat saja, dan terhenti saat ketika namanya di sebut-sebutkan.
"Kamu suka kan sama Naufal?" Tanya Aurel sinis pada Rina.
__ADS_1
Rina pun menatap Naufal dan Aurel bergantian, lalu berujung tertawa gemas. "Kamu cemburunya berlebihan banget tau gak Rel? Gak usah kayak anak smp deh, aku sama dia itu cuma temenan" Ucap Rina menunjuk Naufal dengan dagunya lalu pergi begitu saja.
Rina meremas ujung gaunnya, setelah mengucapkan kata-kata itu dan pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Kamu dengar sendiri kan Rel? Dia gak suka sama aku," Ucap Naufal.
"Terus? Aku harus percaya? Aku capek," Ucap Aurel meninggalkan Naufal yang hanya dapat menghela nafasnya kasar.
Naufal pun mengacak rambutnya frustasi, dan hanya bisa mihat kepergian Aurel dari balik punggung gadis itu.
"Tante," Sapa Yura pada Tiara yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Ngapain kamu disini?" Tanya Tiara. "Saya gak ngerasa ngundang kamu di acara ini, kenapa kamu bisa masuk? Dan dari siapa kamu dapat kartu undangan?" Tanya Taira yang memang tidak menyukai Yura.
Yura pun menundukkan kepalanya malu, " Tante maaf. Yura gak ada maksud kayak gitu ke Jevano. Yura juga kepaksa Tante," Jelas Yura.
Tiara pun melirik kanan kiri, dan mengecilkan suaranya. "Kamu pikir saya gak tahu? Apa yang sudah kamu lakukan di belakang anak saya?" Tanya Tiara berbisik kecil pada Yura.
__ADS_1