How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
30


__ADS_3

"Pagi sayang..." Sapa Tiara pada Jevano.


"Tumben? Kenapa Ma? Happy banget kayaknya," Tebak Jevano.


"Hish! kamu gak sedang ya lihat Mama happy kayak gini ya?" tanya Tiara sewot.


"Ya tumben aja gitu," Jawab Jevano sambil mengaruk tengkuk lehernya.


"Mama kamu baru dapat proyek besar ituu Jev, makanya happy banget kelihatannya" Jawab Deri.


"Oh gitu... pantes aja" Cicit Jevano.


"Papa gak mau ya Vano, Carisa itu harus kamu jaga baik-baik. Awas aja ya sampai ke ulang!" Peringat Deri.


"Ya kan Vano juga gak tau Pa..." Jawab Jevano.


"Dengarin itu Vano, jangan di jawab aja" Sela Tiara.


"Hmmm" Sahut Jevano.


Ohiya, soal kejadian semalam Jevano udah cerita sama Deri sama Tiara juga. Dan tentu saja dengan kedua orang tua Carisa, hingga membuat kedua orang tua Carisa langsung pulang pada malam itu karena khawatir pada Carisa.


"Pa, kayaknya Carisa tinggal disini aja gak sih kalo orang tuanya pergi ke luar kota? Biar Carisa juga ada temannya, terus kalo mau kemana-mana ada Jevano juga. Mama juga pengen pengen tuh punya anak perempuan Pa," Jelas Tiara.


"Ya buat Adik la Ma buat Vano," Jawab Jevano ngasal.


"Ck kamu ini ya!" Ucao Tiara menjitak kepala Jevano dan Jevano pun hanya mengaduh kesakitan.


"Gak baik Ma, anak kita laki-laki. Kita juga gak tahu kan nanti tiba-tiba ada kejadian yang gak di inginkan terjadi, gimana coba?" Tanya Deri.


"Iya juga sih ya... tapi kan lagian di rumah ada Bi Inah lo Pa. Ada yang ngawasin juga mereka selama di rumah Mama juga di rumah tu kadang-kadnag," Jawab Tiara.


"Emangnya Mama sama Bi Inah mau ngawasin Carisa sama Jevano 24 jam nonstop? Gitu?" Tanya Deri.


"Hih Papa mah!" Kesal Tiara.


"Ya udah nanti coba Papa pikirin lagi deh, kalo Papa setuju ya Papa pasti bakal hubungi keluarga Carisa. Kasian juga sih kalo dilihat-lihat," Ucap Deri.


"Gak, Jevano gak mau kalo Carisa tinggal di rumah. Kalo Carisa di rumah, Jevano jadi anak tiri Mama kayak semalam. Gak ah Pa gak mau," Protes Jevano.

__ADS_1


"Kamu diem, makan aja! Nanti telat!" Peringat Tiara membuat Jevano mendengus kesal.


Sedangkan Deri hanya terkekeh pelan, dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat kelakuan istrinya dan juga anaknya itu.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Morning Rel," Ucap Naufal yang sudah berdiri di depan pagar rumah Aurel.


"Loh? Naufal?" Sapa Aurel terkejut saat mendapati mantan kekasihnya di depan rumahnya.


"Siapa?" Tanya Leon langsung keluar. "Loh? Naufal? Ngapain? Buaknnya kalian?" Tanya Leon menggantung.


"Iya kita udah putus," Jawab Aurel cepat. "Kamu kesini mau jemput aku Fal?" Tanya Aurel dan Naufal pun menganggukkan kepalanya.


"Maaf Fal, hari ini aku berangkat sama Leon" Jawab Aurel.


Naufal pun melirik Leon sejenak, dan menghela nafasnya kasar. "Masih suka sama Naufal Rel? Kenapa gak mau berangkat bareng dia?" Tanya Leon.


"Apasih," Malas Aurel.


"Udah balikan aja sana gih, cuma salah paham doang bocil!" Ucap Leon mengacak-acak rambut Aurel.


"Ya udah deh, ayo..." Jawab Leon.


Di perjalanan menuju sekolah.


"Carisa yang anak baru itu masuk ke kelas kamu kan? Kalian temenan? Cantik ya Rel," Puji Leon.


"Dia temen aku, dia juga satu-satunya kawan sekelas ku yang mau temenan sama aku" Jawab Aurel.


"Oh ya? Dia... tahu?" Tanya Leon.


"Tau, tapi gak lebih ke spesifiknya" Jawab Aurel.


"Aku juga mau tuh jadi temen kamu Rel, tapi kamunya aja yang ngejauh" Ucap Leon.


"Malas," Jawab Aurel seadanya membuat Leon menghela nafasnya kasar.


"Papa kamu gak bakal berani macam-macam kalo aku ada di dekat kamu Rel..." Ucap Leon menggenggam tangan Aurel.

__ADS_1


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Ca," Panggil Jevano.


"Hm?" Sahut Carisa.


"Aurel ada cerita gak sama kamu tentang keluarganya?" Tanya Jevano dan Carisa pun menggelengkan kepalanya tidak tahu.


Jevano pun menganggukkan kepalanya mengerti, "Jangan di tanya ya? Berat banget soalnya. Biarin aja nanti Aurel sendiri yang cerita ke kamu, kalo kamu binggung lebih baik pendam aja tanya aku juga boleh. Itu pessn Naufal sama aku, suruh bilang ke kamu" Jelas Jevano.


"Kamu tahu dikit gak? Aku agak penasaran," Tanya Carisa. "Biar aku juga gak salah ucap ke Aurel," Tambah Carisa membuat Jevano melirik Carisa sekilas.


Saat ini keduanya, sedang dalam menuju ke sekolah mereka.


"Ya gimana ya... keluarga Aurel itu agak berantakan gitu Ca. Papanya tukang selingkuh, Mamanya juga sampai depresi terus juga di tuduh ngrbunih selingkuhan Papanya itu."


"Tapi mah, aslinya bukan Mama nya sih kata Aurel sendiri. Tapi Papanya, soalnya Aurel lihat sendiri. Karena alasan bisnis dan takut bangkrut gitu, jadi Papa Aurel buat asumsi kalo istrinya itu yang mengalami depresi dan ngrbunih sekretarisnya karena cemburu gitu deh."


"Pokoknya gitu deh cerita yang aku dengar kemarin dari Naufal, soalnya Aurel cerita ke Naufal beberapa hari yang lalu" Jelas Jevano panjang lebar.


"Selingkuhan Papa Aurel itu sekretarisnya di kantor?" Tanya Carisa membuat Jevano menganggukkan kepalanya mantap.


"Kata Aurel sih selingkuhan Papa nya itu banyak, sampai-sampai dulu kita kan juga pernah ke rumah Aurel. Soalnya aku sama anak-anak juga dekat sama Aurel, kita sering kok itu lihat bokapnya yang datang bawa peluang ke rumah. Padahal istrinya ada di rumah," Jelas Jevano.


"Tapi Aurel setelah sebulan kejadian Mama nya masuk penjara itu, dia gak sekolah selama sebulan. Dan mutusin komunikasi sama kita-kita."


"Dan... ya gitu.. kita canggung gini deh, kejadiannya juga baru beberapa bulan yang lalu sih. Kita juga udah ngedeketin diri ke Aurel nya, tapi di Naufal emang beneran ngambek ke Aurel terus mereka putus gitu. Gara-gara masalah sepele doang, soalnya Aurel lebih dekat ke Leon dari pada Naufal."


"Eh ternyata si Leon itu sepupunya Aurel, pokoknya mereka putusnya gara-gara salah paham gitu lahh..." Jelas Jevano panjang lebar.


"Aurel marah gara-gara Naufal Deli dekat sama Rina juga, terus Naufal juga marah ke Aurel gara-gara gak kasih kabar sebulan lebih ke dia terus lebih dekat ke Leon" Lanjut Jevano.


"Loh?? Naufal temen kamu itu Jev? Mantan Aurel??" tanya Carisa lagi dan Jevano pun menganggukkan kepalanya.


"Iya Ca mereka mantanan, dan berakhirsh kita jauhan gunj sama Aurel. Gara-gara Naufal yang masih marah ke Aurel, terus kayaknya Aurel ngits kita gak mau temenan lagi gitu sama dia, kayak anak-anak yang lain."


"Ya gitu deh, sekarang Mama nya juga lagi di rehabilitasi gitu di rumah sakit jiwa" Jeals Jevano membuat hati Carisa tersayat.


"Kasihan banget Aurel... pasti dia tertekan banget," Ucap Carisa. "Aku gak mau deh cerita soal keluarga aku ke Aurel," lanjut Carisa.

__ADS_1


"Iya lebih baik jangan sih kata ku, kita juga harus bisa ngejaga perasaan orang lain. Kalo kita mau orang juga ngehargai kita right Ca?" tanya Jevano membuat Carisa menganggukkan kepalanya mengerti.


__ADS_2