
"Eh kamu udah dapat undangan pesta ulang tahun Jevano belum?" Tanya salah satu siswi.
"udah dongg, kan satu angkatan kita di undang semua" Seru salah satu siswi itu senang.
"Wah tapi kali ini sama aja, Jevano udah ada gandengannya" Sesal gadis itu.
"Iya kan? Cantikkan juga aku daripada Carisa, ck! Kenapa harus dia sih yang jadi pacar Jevano. Cuma modal bokapnya temenan sama bokap kegano jadi deket eh keterusan jadi jadian" Kesal siswa itu.
"Aku yakin banget deh, Carisa Carisa itu pasti mikat Jevano pake badan dia tuh! Dih amit-amit!" Tambah yang satunya.
"Ih iya bener-bener, atau gak pake pelet apa kali ya? Gak mungkin Jevano suka sama cewe modelan kayak Carisa,"
"Masih modisan Yura kemana-mana gak sih?" Ledek salah satunya.
Ceklek
Ketiganya langsung terdiam bisu, saat melihat Carisa yang mereka ceritakan tadi langsung muncul dari salah satu bilik kamar mandi yang terdapat di toilet sekolah. Carisa pun tidak memperdulikan mereka, dan malah sibuk mengoles lipbalm pada bibirnya.
__ADS_1
Ketiganya pun menatap Carisa dengan tatapan tidak suka mereka, Carisa yang merasakan ituu pun menoleh kepada ketiganya.
"Kenapa? Mau coba ini?" Tanya Carisa menyodorkan lipbalm miliknya. "Siapa tahu Jevano bisa suka sama kalian, pakai ini. Terus cium dia," Ucap Carisa lantang.
"What?!" Pekik salah satunya.
"Gak usah bercanda deh!" Sahut salah satunya.
"Aku gak lagi bercanda kok, nih pake aja gapapa" Ucap Carisa memaksa dan kembali menyodorkan lipbalm.
Ketiganya sama sekali tak bergeming, dan hanya saling bertukar tatap satu sama lain. Tidak berniat untuk mengambil lipbalm yang Carisa sodorkan kepada mereka.
Dengan kasar Carisa pun melemparkan lipbalm miliknya, tepat di depan wajah yang menurutnya adalah bos di antara ketiga gadis itu.
"Mulut itu di jaga penuturan katanya, jangan sembarang ngomongin orang kalo kamu gak tahu apa-apa! Kalo kalian ya bilang aja sekarang di depan aku," Kekeh Carisa dengan menatap ketiganya dengan tatapan ledekan.
"Apa kamu bilang?!" Ucapnya gak terima.
__ADS_1
"Kenapa? Memang iya kan? Berharap banget Jevano mau sama cabe kayak kamu gini? Mulutnya minta di cabein banget ya?" Ucak Carisa menatap remeh dengan menatap gadis itu dari bawah sampai ke atas.
Carisa pun melipatkan kedua tangannya di depan dadanya, "Oh ya lain kali kalo mau gosipin orang itu ya dah tempat rame aja ya? Biar yang lain bisa ikut nimbrung dan dengerin. Jadi aku bisa berterima kasih ke kalian, karena Uda buat aku terkenal sama isu gak benar itu. Tapi lumayan sih, aku jadi terkenal" Ucap Carisa langsung berbalik badan untuk meninggalkan toilet.
Salah satu siswi yang di lempari lipbalm oleh Carisa itu pun kesal, dengan buru-buru gadis itu mengambil segayung air dan menyusul Carisa.
Byur!
Carisa memejamkan matanya saat merasakan punggungnya basah, kepa Carisa rasanya ingin meledak-ledak saat itu juga dan beberapa perhatian pun mulai tertuju pada mereka.
"Rasain!" Ungkap ketiganya tertawa senang.
Carisa pun membalikkan badannya, dan menatap ketiganya nyalang. Dengan gerak cepat, Carisa berjalan untuk mendekati gadis yang memegang gayung itu.
"Mau kamu apa sih?!" Tanya Carisa.
"Apa?!" Sahutnya sedikit takut.
__ADS_1
Dengan perasaan yang kesal, Carisa pun menjambak rambut gadis itu secara Kasar.