
"Jangan, nanti kalo Kakek Aurel tahu gimana?" Tanya Jevano.
Naufal pun terdiam, dan berpikir sejenak. "Ke rumah aku? Ah... gimana ya? Kalo hotel?" Tanya Naufal pada teman-temannya.
"Kamu kira hotel bakal Nerima anak di bawah umur? Kita belum punya kartu indentitas," Jelas Jevano.
"Bawa ke rumah Carisa aja, aku hubungi Carisa dulu. Dan kamu jemput Aurel cepat!" Suruh Jevano.
"Thanks Vano, aku pamit dulu ya!" Ucap Naufal langsung meninggalkan teman-temannya.
"Ya udah sekarang ayo kita ke rumah Carisa aja langsung," Ajak Jevano dan Haris serta Reno pun menurut.Lalu ketiganya pun, segara menuju ke rumah Carisa.
Ting!
...Room Chat...
Jevano :
Ca
Aku sama teman-teman aku ke rumah kamu boleh gak?
^^^Carisa :^^^
^^^Bentar tanya Mama Papa dulu^^^
Jevano :
Oke Ca
read
"Ma Pa, Jevano sama teman-temannya mau main ke rumah boleh gak? Cowo semua sih," Tanya Carisa.
"Kalo ada Jevano boleh-boleh aja kok Ca," Jawab Ayu santai sambil menyantap salad kesukaannya.
"Iya Papa juga gitu," Jawab Saka.
...Room Chat...
Jevano :
Ca
Aku sama teman-teman aku ke rumah kamu boleh gak?
^^^Carisa :^^^
^^^Bentar tanya Mama Papa dulu^^^
Jevano :
__ADS_1
Oke Ca
^^^Carisa :^^^
^^^Jev kata Mama sama Papa boleh kok^^^
^^^Datang aja^^^
Jevano :
Ya udah, ini aku udah di jalan
Makasih Ca
Maaf ganggu waktu kamu malam-malam gini
Gak papa?
^^^Carisa :^^^
^^^Gak papa kok, aku tunggu ya^^^
Jevano :
Oke Ca
Read
"Gimana sekolah kamu Ca?" Tanya Saka.
"Mama sama Papa sih fine fine aja kalo kamu mau ikut lomba lagi, mau Mama sendiri yang daftarin atau kamu mau daftar sendiri Ca?" Tanya Ayu.
"Gak deh Ma, nanti biar Carisa daftar sendiri mau pikir-pikir dulu. Soalnya Carisa masih mau tanya-tanya dulu ke Jevano" Jelas Carisa membuat Ayu menganggukkan kepalanya.
"Ca Mama sama Papa ada proyek di Palembang selama 3 bulan, bakal pulang kok sebulan berapa kali gitu buat ngelihat kamu. Hm... atau kamu mau ikut atau tinggal disini aja?" Tanya Ayu.
"Kalo kamu mau ikut ayo, kalo mau tinggal juga gak papa, hitung-hitung belajar mandiri. Nanti keamanan rumah Mama sama Papa pasti ketattin kok, kalo bisa satpam yang jaga itu perempuan," Jelas Ayu.
Carisa pun mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali, binggung sekali. Namun lamunan Carisa dan kedua orang tuanya beralih, saat mendengar ada yang mengetuk pintu rumah mereka dan membunyikan bel.
"Mama buka dulu," Pamit ayu berjalan menuju pintu rumah mereka yang tinggi dan bernuansa mewah itu.
"Jevano bukan Ca?" Tanya Saka.
"Gak tau Pa, masa sih? Secepay itu? Tapi mungkin aja sih Pa,"Sahut Carisa.
"Malam Tante," Sala Jevano dan kedua temannya.
"Eh Vano? Malam sayang," Ucap Ayu ramah. "Ayo masuk dulu," Ajak Ayu mempersilahkan ketiganya untuk masuk.
Lantas Jevano, Reno dan Haris pun harus masuk dengan malu-malu kucing. Reno dan Haris sangat mengagumi interior mewah rumah Carisa, yang di padu dengan warna coklat dan warna putih tulang.
__ADS_1
"Ca! ain Jevano sama teman-teman kamu udah sampe!" Panggil Ayu pada Carisa. "Kalian duduk dulu ya, Tante mau panggil Carisa dulu," Pamit Ayu hendak meninggalkan Jevano di ruang tamu bersama teman-temannya.
"Oh iya Tante, maaf ganggu waktu istirahat di malam-malam begini," Ucap Jevano.
"Santai aja Vano, kayak sama siapa aja bentar ya! Tante panggil Carisanya dulu" Pamit Ayu dan ketiganya pun menganggukkan kepala mereka seperti anak kucing yang sangat lucu.
"Mama Carisa cantik ya," Puji Haris.
"Hooh, pintas anaknya cantik juga ya gak No?" Tanya Reno menggoda Jevano.
"Hm..." Jawab Jevano jujur.
"Haiii" Sapa Carisa menghampiri ketiganya.
"Hai Cacaa" Sapa Haris semangat.
"Eh ada Haris!" Sapa Carisa tersenyum dan duduk di sofa single diikuti oleh Mama Carisa.
"Tante mau tanya dulu, nama kalian siapa aja nih?" Tanya Ayu sambil membawakan nampan yang berisi minuman dan juga makanan.
"Nama saya Reno Tante," Sahut Reno sopan.
"Saya Haris Tante," Ucap Haris memperkenalkan dirinya.
"Oh Haris sama Reno ya, ya udah deh kalo gitu Tante tinggal dulu ya! Anggap aja rumah sendiri," Ramah Ayu.
"Jangan bilang kayak gitu ke Haris Tante, nanti dia benaran buat rumah Tante kayak rumahnya sendiri" Ucap Reno membuat Ayu terkekeh pelan.
"Bawa santai aja ya," Ucap Ayu terkekeh pelan. "Tante tinggal dulu, jangan aneh-aneh" Peringat Ayu langsung meninggalkan keempat remaja itu.
"Tumben? Kenapa? Malam-malam gini lagi," Tanya Carisa binggung. Karena tidak pernahnya Jevano kalau mengunjungi rumahnya di jam malam seperti ini kalau tidak mengantarkannya pulang, apalagi sekarang membawa teman-temannya.
Jevano, Reno, dan Haris pun saling bertukar tatap.
"Astaga Aurel!" Panggil anaudak yang baru saja turun dari mobilnya, dan menghampiri Aurel yang sedang berjongkok dengan telanjang kaki. Baju compang-camping, dan juga beberapa memar di tangan dan wajah gadis itu.
Naufal menghela nafasnya kasar, saat menatap mata sembab milik Aurel. Aurel kembali menangis saat dirinya melihat Naufal, dengan sigap Naufal membawa Aurel ke dalam pelukannya.
Dan mengusap kepala Aurel khawatir, dengan perasaan yang tak tega melihat gadisnya berantakan seperti itu.
"Fal... Papa... hiks... Papa jahat... Papa hampir perkosa sama bunuh aku Fal... hiks.. aku takut..." Ucap Aurel bergetar membuat hati Naufal merasa teriris saat mendengar ucapan Aurel barusan.
Naufal pun mengusao kepala Aurel sayang, "Aku disini Rel. Kamu aman, gak bakal ada yang berani nyentuh kamu" Ucap Naufal mengusap rambut Aurel sayang yang masih terisak.
"Takut Fal," Isak Aurel.
Naufal pun melepaskan pelukannya dan menatap Aurel dalam, dan Naufal dapat melihat banyak sekali lebam biru di leher Aurel dan juga tangan Aurel.
Naufal juga melihat sudut bibir Aurel berdarah dan sedikit memar, bagaimana bisa seorang Ayah bisa tega melakukan hal buruk seperti ini pada Putri nya sendiri, pikir Naufal.
"Ayo Rek kita obatin dulu ya ini luka kamu hm?" Bujuk Naud dan Aurel pun hanya menganggukkan kepalanya pasrah.
__ADS_1
Naufal pun membantu Aurel untuk bangun, dan membantu Aurel yang juga berjalan terpapah. Naufal membukakan pintu untuk gadisnya itu, dan membuat Aurel merasa aman di sampingnya.
"Kita ke rumah Carisa ya? Jevano nyaranin kamu disana aja, gak papa kan? Orang tua Carisa juga baik kok, Jevano udah minta izin sama orang tua Carisa" Jelas Naufal benar adanya.