
"Emmm.... Jeng gimana kalo kita coba semua aja? Nanti kita ambil yang mana yang cocok aja," Saran Tiara.
"Hah? Gila nih Mamak mamak, masa mau di cobain semua sih," Batin Carisa menangis dalam hati.
"Nah boleh tuh, ya udah gih Ca kamu pilih aja dulu yang kamu suka asalkan di antara yang saya sebutkan tadi ya," Ucap Ayu pada Staff karyawan yang melayani mereka.
Carisa pun mengerucutkan bibirnya, "Ya deh Maaaa" Sahutnya menurut dan mengikuti langkah Staff karyawan.
Setelah 1 jam 30 menit lamanya, Carisa mencari gaun yang sekiranya cocok dan disukai olehnya, akhirnya ada juga. Warna gaun itu adalah warna ping Salem, dia terlalu terbuka namun gaun itu hanya sampai selutut gadis itu saja.
"Cantik banget ya Carisa," Puji Tiara senang menatap Carisa dengan perasaan kagum.
"Jevano kayaknya cocoknya pakai kemeja putih sama jas putih gitu gak sih Jeng?" Tanya Ayu.
"Kayaknya hitam aja gak sih Ma? Kan acaranya malam," Saran Carisa.
"Ah iya bener, iya juga ya" Sahut Tiara.
"Coba deh Ca kamu panggil dulu Jevano, biar kita cocokin dulu. Lebih cocok yang mana," Ucap Ayu.
__ADS_1
"Nah iya, bener kata Mama kamu Ca" Tambah Tiara.
Carisa pun mencari Jevano, yang sepertinya sedang duduk di sofa depan. "Ck hp teruss!" Omel Carisa saat melihat Jevano yang sibuk dengan game di ponselnya.
Jevano pun reflek langsung mematikan ponselnya, "Eh Ca?" Kaget Jevano. "Wah... ini bajunya?" Tanya Jevano takjub.
Carisa pun menganggukkan kepalanya cepat, "Iya gimana Bagus gak? Cocok gak kalo aku yang pakai?" Tanya Carisa.
Jevano pun tersenyum manis, "Bagus. Kamu kelihatan cantik banget, orang cantik itu mau di pakein baju apa aja cantik Ca" Puji Jevano membuat Carisa rasanya ingin terbang ke langit ke 7.
"Iii... ih apa sih, jangan gitu ah. Kamu di panggil sama Mama, disuruh tes baju juga" Ucap Carisa sedikit gugup dan langsung berbalik badan untuk meninggalkan Jevano.
Dengan segera Jevano pun menyusul Carisa, dengan senyum indah yang tak kunjung luntur dari wajahnya.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Rek nanti siap makan, ke taman dekat sekolah yuk?" Ajak Naufal.
Aurel pun memggerutkan dahinya, "Hah? Ngapain?" Tanya Aurel.
__ADS_1
"Gak ada sih, aku pengen aku. Pengen lihat kolamnya sama kamu, udah lama juga" Jelas Naufal memberi alasan asal.
"Ayuk aja sih kalo aku," Jawab Aurel.
"Jevano sama Carisa cocok ya," Ucap Naufal terkekeh pelan melihat foto yang di kirimkan Jevano padanya di grup chat.
"Gak, mereka itu gak cocok. Carisa itu cocoknya sama Leon," Ucap Aurel sengaja melawan dari ucapan Naufal. Namun sebenarnya, Aurel tidak berniat untuk mengatakan hal tersebut.
Hanya saja, Aurel ingin mencari ribut dengan Naufal.
"Kok kamu malah bilang Carisa cocoknya sama Leon sih? Leon itu cocoknya sama Yura tau, sih menye-menye" Ucap Naufal mengikuti bagaimana cara bicara Yura yang menurutnya sangat menyebalkan sekali.
"Ih enak aja! Aku gak mau ya punya kakak ipar yang modelannya kayak Yura! Gak banget," Ucap Aurel.
"Ya kan mereka memang sama-sama cocok tau Rel, Jevano tuh cocoknya cuma sama Carisa" Ucap Naufal menunjukkan layar ponselnya pada Aurel.
Aurel pun merampas ponsel Naufal, "Eh?" Kaget Naufal.
"Ini foto kamu dapat dari mana? Kenapa Carisa sama Jevano kayak mau nikahan gini pake gaun sama jas segala?" Tanya Aurel.
__ADS_1