
"Haiiiii" Sapa Aurel pada keduanya, Naufal dan Jevano.
"Mana Carisa?" Tanya Jevano.
"Em Jino, aku pulang dulu ke rumah bareng Jevano. Gak papa kan? Nanti aku ke apartemen kamu sdniri aja di antar sama supir," Ucap Carisa merasa tak enak sebenarnya.
"Aku takut Jevano salah paham, kalo aku pulang sekolah sama kamu" Lanjut Carisa.
"Oh iya Ca gak papa kok, aku ngerti. Nanti kalo kamu udah sampe rumahh terus udah rapi, telepon aku aja ya. Nanti aku jemput, soalnya aku juga pengen nyapa Mama sama Papa kamu" Jelas jino.
Carisa pun menganggukkan kepalanya, "Oke deh gitu juga boleh. Aku duluan ya!" Pamit Carisa membuat menganggukkan kepalanya.
"Sakit juga ya Ca," Batin Jino yang merasa cemburu, namun dirinya pun juga sadar diri.
"Ngomongin apa?" Tanya Jevano.
"Gak papa kok, langsung pulang yuk Jev. Aku capek banget pengen istirahat," Ucap Carisa mengandeng tangan Jevano.
"Mau istirahat di rumah dulu gak tidur-tidur an? Nanti sorenya kita cari makan," Tanya Jevano membuat Carisa spontan langsung melepaskan tangan Jevano.
Jevano pun tersadar akan ucapannya barusan, Carisa pasti salah paham dan mengira kalau dirinya akan berlaku tidak senonoh lagi padanya. "Eh? Bukan gitu maksud aku Ca" Ucap Jevano.
"Mama di rumah kok Ca," Lanjut Jevano.
"Terus maksud kamu kalo Mama Tiara gak ada di rumah kenapa memangnya?" Tanya Carisa dingin.
"Kamu udah ingat semuanya?" Tanya Carisa lagi.
Jevano pun menundukkan kepalanya, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Maaf, aku belum ingat apa-apa" Ucap Jevano bohong dan merutuki dirinya sendiri.
Carisa pun mengulum bibirnya dan menggaruk tengkuk lehernya, "Maaf, aku gak maksud. Ayo ke parkiran, kamu bawa mobil kan?" Tanya Carisa kembali menggandeng tangan Jevano, dan Jino melihat itu.
Jino mengepalkan tangannya erat, seharusnya dirinya yang di genggam oleh Carisa seperti itu.
__ADS_1
Dengan melihat respon Carisa, Jevano semakin tidak ingin mengatakan pada Carisa yang sbeentnya kalau dirinya sudah ingat semuanya.
Lihat saja tadi, Carisa langsung mengubah intonasi nada bicaranya menjadi lebih dingin dari biasanya. Hal itu lah, yang membuat Jevano takut.
Jevano berpikir, Carisa pasti akan kembali dingin kepadanya seperti dulu lagi. Kalau dirinya mengatakan yang sebenarnya pada Carisa, kalau dirinya sudah mengingat semuanya. Jevano tahu ini akan menimbulkan masalah lagi, hanya saja mau bagaimana lagi? Pikirnya.
Lantas keduanya pun menaiki mobil Jevano, "Mau es krim?" tanya Jevano.
"Gak deh, langsung pulang aja. Kamu ingat gak jalan ke rumah aku?" Tanya Carisa.
"Lupa-lupa ingat, nanti kalo aku binggung. Kamu tunjukkin jalannya ya," ucap Jevano.
"Oke!" Seru Carisa.
...ππ»ππ»ππ»...
...Room Chat...
Bunda β€οΈ :
Ini aku Jino, kayaknya kontak aku masih kamu blokir kan yak wkwk
Makanya aku chat kamu lewat hp bunda
Bunda udah ribut banget nih
Gak sabaran banget
Kamu udah siap belum?
^^^Carisa:^^^
^^^Eh iya aku baru sampe nih^^^
__ADS_1
^^^Aku mandi sebentar ya^^^
^^^Nanti kalo udah siap aku kabarin^^^
^^^Mama sama Papa juga lagi di rumah^^^
Bundaβ€οΈ:
Bunda udah gak sabaran nih
Cepetan mandinya
^^^Carisa:^^^
^^^Hahaha iyaa^^^
^^^Titip salam sama Bunda^^^
Bunda β€οΈ:
Iya sayang
Kata bunda ya Ca
Bukan aku
^^^Carisa:^^^
^^^Wkwkwk iya Jinoo^^^
^^^read^^^
"Kenapa kamu senyum senyum hey?" Tanya bunda Jino tertawa.
__ADS_1
"Gak papa Bun, Carisa lucu deh hehe" Cengirnya.
"Gak da niatan mau balikan sama Carisa?" Tanya Bunda Jino.