How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
37


__ADS_3

Bagus! Kamu udah sadar kan sekarang?" Tanya Aldi menarik seragam sekolah Aurel paksa namun Aurel menahannya.


"Paa.. Jangan... Aurel anak Papa..." Isak Aurel.


"Kamu harus mencoba hal baru yang menurut kamu ini menjijikkan Aurel! Papa akan membuat mu merasakan indahnya surga dunia," Ucap Aldi yakin.


Pria gila?! Bagaimana dirinya dengan sebutan 'Papa', saat dirinya sedang menyentuh tubuh putrinya.


Bugh!


"Agh..." Ucap Aldi tergeletak di lantai sambil memegangi kepalanya yang bercucuran darah karena Aurel memukul papanya dengan botol wine yang berada di sebelah kasur, di atas meja.


"Pa.. Papa..." Ucap Aurel bangkit dan hendak menghampiri Papa nya uang sudah terjatuh lemah di lantai.


"Aurel..." Panggil Aldi namun karena sudah ketakutan, Aurel pun berjalan mundur dan keluar lalu berlari keluar dari rumahnya.


Flashback off.


Carisa yang mendengar cerita itu pun langsung membawa Aurel ke dalam pelukannya, "Maaf Rel. Maaf kamu jadi cerita ini ke aku... maaf banget pasti ini berat banget kan? Aku disini kok Rel... jangan takut, ada Naufal, Jevano sama yang lainnya buat ngelindungin kamu."


"Jangan takut ya?" Tambah Carisa menepuk-nepuk pundak Aurel sayang.


"Aku uda gak suci lagi Ca.. aku takut gimana nanti masa depan aku ke depannya... hiks..." Isak Aurel membuat Carisa menghembuskan nafasnya kasar.


Ceklek


"Ca, Aurel? Ini dokternya udah datang, Aurel kita bersihin dulu ya luka kamu?" Ucap Ayu membawa dokter perempuan masuk ke dalam kamar.


"Aku temenin kamu disini," Ucap Carisa dan Aurel pun menganggukkan kepalanya.


"Tante juga disini kok Rel," Ucap Ayu.


Aurel pun menurut, sat dokter mengobatinya dan hanya diam saja. Aurel merasa sangat bersyukur, kalau dokter yang mengobatinya itu adalah perempuan. Karena ada beberapa bekas cakaran Papanya di bagian leher, dan juga dadanya.


"Kalau kamu kesakitan bilang ya?" Ucap Dokter perempuan itu lembut membuat Aurel menganggukkan kepalanya.


Tadinya Ayu sudah berpesan pada dokter itu, untuk tidak menanyakan hal yang sensitif pada Aurel. Hingga akhirnya dokter itu pun menyelesaikannya dengan cepat, dan Aurel pun di beri obat tidur agar dapat tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Setelah Aurel tidur dengan nyenyak, Carisa, ayu dan dokter itu pun keluar dari kamar tamu itu. "Apa terjadi hal buruk? Apa seseorang sedang berusaha untuk melukai Aurel?" Tanya dokter perempuan itu prihatin dan Carisa pun menganggukkan kepalanya pelan.


Lantas Carisa pun menjelaskan kejadian sekilas yang di alami Aurel tadi, kepada mamanya dan dokter itu. Carisa juga meminta Mama nya untuk menghubungi psikiater, karena Carisa khawatir dengan kesehatan mental temannya itu


Jevano dan yang lainnya langsung berdiri dari dudun mereka, saat melihat Ayu, Carisa, dan dokter itu sedang berjalan ke ruang tamu tempat mereka dudukki sejak tadi.


"Gimana Ma?" Tanya Saka.


"Aurel udah tenang, lagi tidur sekarang. Emm... Jevano bisa kan kalau Tante sama Om hubungi keluarga Aurel? Kakek atau Tante nya?" Tanya Ayu.


Jevano pun menatap Naufal, "Gimana Fal?" Tanya Jevano.


"Kayaknya harus deh Tante, keluarga Aurel juga harus tahu kan gimana kondisi Aurel sekarang? Asalkan jangan sama Papa nya aja, soalnya" Ucap Naufal ragu-ragu.


"Iya Tante udah dengar, tadi Aurel udah cerita" Jelas Ayu.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Keluarga Leonarka dikejutkan dengan kedatangan Kakek dan Paman, Bibi Aurel ke rumah mereka. Di pagi hari bahkan sambil membawakan makanan yang berantang, hendak sarapan pagi bersama dengan keluarga Leonarka.


Keluarga Afnan juga meminta maaf sebesar-besarnya, dan membawa Aurel untuk pulang setelah sarapan bersama. Mereka juga menjelaskan apa yang terjadi pada keluarga mereka, dan akan membawa Aurel ke dokter psikolog kepercayaan mereka.


Tidak lupa keluarga Afnan juga mengucapkan rteirna masih kepada keluarga Leonarka, yang sudah mau merawat Aurel dengan baik. Bahkan mengatakan dokter psikiater terbaik, untuk Aurel.


Ayah Aurel Aldi juga sedang di rumah sakit saat ini, dan sudah sadar. Beliau akan di penjara dan Mama Aurel akan di bebaskan, karena hanya di jadikan kambing hitam oleh Ayah Aurel sendiri.


Namun, Aurel tidak banyak bicara soal itu. Aurel tampak terlihat trauma dan enggan sekali rasanya, untuk kembali ke rumahnya itu. Karena saat kembali, pasti Aurel akan mengingat kejadian buruk yang menimpanya di rumah itu


Hingga Kakak dari Mama Aurel, Mama nya Leon. Membawa Aurel untuk tinggal sementara di rumahnya, hingga Mama Aurel keluar dari rumah sakit jiwa.


"Aurel..." Panggil Leon menghampiri kamar Adik sepupunya.


"Maaf... aku gak jawab panggilan telepon kamu, aku lagi latihan basket Rel," Jelas Leon dan Aurel pun menganggukkan kepalanya pelan.


Sebenarnya, sebelum Aurel menghubungi Naufal. Orang yang pertama yang di hubungi Aurel adalah Kakak sepupunya, yaitu Leon.


Namun Leon pada saat itu sedang latihan basket, hingga tidak sedang memengangi ponselnya dan tidak tahu kalau Aurel meneleponnya.

__ADS_1


"Kamu gak papa kan? Besok mau ke psikiater bareng sama aku aja gak?" Tanya Leon.


"Leon," Panggil Aurel.


"Iya Aurel? Kenapa?" Tanya Leon.


Aurel memang tidak memakai iming-iming 'Kakak' pada Leon, karena mereka seumuran dan lahir di tahun yang sama. Namun Aurel kalau sedang ada yang diinginkannya dari Leon, baru lah Aurel akan memanggil Leon dengan sebutan 'Kakak' dan itu jarang sekali terjadi.


Keluarga mereka juga tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka akui kalau mereka memang seumuran.


"Papa... gimana kalo Papa" Ucap Aurel di potong Leon cepat.


"Gak Rel, Om Aldi gak bakal berani untuk nyentuh kamu lagi. Dia di rumah sakit sekarang, dan bakal di tahan di penjara karena ya kamu tahu sendiri kan? Kakek juga udah bongkar semua bisnis gelap yang di lakuin sama Om Aldi," Jelas Leon.


"Kamu serius? Tapi gimana kalo" Ucap Aurel ketakutan.


Leon pun memegangi kedua bahu Aurel, "Hei hei aku disini, Kakak kamu disini Rel, aku bakal lindungi kamu 24 jam. Aku bakal selalu di sisi kamu 24 jam oke? Jangan khawatir, jangan takut oke hm?" Ucap Leon meyakinkan Aurel dan membawa Aurel ke dalam dekapannya.


Aurel pun terisak, "Aurel takut..." Isaknya menangis.


"Aku disini, Kakak disini Rel" Ucap Leon mengusap rambut Aurel sayang.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Ca kasian ya Aurel," Ucap Mama Carisa tiba-tiba.


"Hmm.. emang betul ya Ma?" Tanya Carisa..


"Apa?" Tanya Ayu.


Drtt drtt drtt


"Siapa Ca?" Tanya Ayu.


"Jevano Ma," Jawab Carisa.


"Yaudah angkat aja, Mama tinggal dulu ke dapur" Ucap Ayu pamit dan langsung meninggalkan kamar Carisa.

__ADS_1


__ADS_2