How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
178


__ADS_3

Leon pun memilih untuk tidak perduli, dan membiarkan Yura terduduk di lantai sambil menangis. Leon keluar dari kamar Yura, dan hendak menuju kamarnya namun saat dirinya hendak menuju ke dalam kamar.


Tak sengaja ekor matanya menangkap ruang kerja ayahnya yang biasanya tertutup dengan rapat, tetapi kini malah terbuka sedikit. Karana ingin mengutip kembali pintu itu, Leon pun berjalan pelan untuk menutupnya.


"Apa kamu udah ngantar ornag tua Yura dengan selamat?" Tanya Papanya.


Langkah Leon pun terhenti, "Orang tua Yura?" Batinnya tak enak.


Karena Leon merasa penasaran, Leon pun nemimilih untuk menguping dan mendengarkan pembicaraan Papa nya Dnegan asisten Papanya sendiri.


"Sudah tuan,"


"Bagaimana mereka saat di dalam mobil? Apa mengatakan sesuatu?"


"Sepertinya orang tua nona Yura sangat kecewa putrinya, ayahnya tiada hentinya memakai anaknya. Dan mensumpahi Yura, dan tak sudi lagi untuk mengakui Yura sebagai anaknya."


"Wah? Benarkah?" Kekeh Papa Leon.

__ADS_1


"Apa ini? Apa Kakek sama Papa sengaja ketemu in Yura sama orang tuanya?" Batin Leon.


"Leon?" Panggil Papa nya saat menyadari kalau putranya beridribdibdepsn pintu kebesarannya.


Tanpa babibubebo, Leon pun masuk begitu saja ke dalam ruang Papa nya.


"Kamu baru pulang sekolah ya?" Tanya Papanya membuat Leon mengangukkan kepalanya pelan.


"Papa buat Yura ketemu sama orang tuanya?" Tanya Leon.


"Papa sama Kakek gak ada berubahnya," Ucap Leon lalu berlari ke kamarnya.


"Lihat... apa dia suka pada Yura?" Tanya Papa nya.


"Hm... saya tidak bisa mengambil kesimpulan Pak,"


Leon pun langsung masuk ke dalam kamar Yura begitu saja, dengan raut wajahnya yang khawatir. Dilihatnya Yura yang masih terduduk di lantai dengan menutup wajahnya, dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Dengan langkah gerak cepat Leon pun melangkah pada Yura, dan menarik Yura ke dalam dekapannya.


"Maaf in aku, aku gak tahu. Gak seharusnya aku bersikap kasar kayak gitu ke kamu, di saat kamu lagi terpukul kayak gini. Aku baru tahu orang tua kamu tadi kesini dan tahu apa yang udah terjadi ke kamu," Ucap Leon memeluk Yura erat hinggal hal itu pun, membuat Yura semakin menangis sejadi-jadinya.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Kamu mau ketemuan hari ini ya sama Yura? Ngapain lagi sih Jev? Kan Cadusa juga udah tahu kan semaunya? Kamu masih belum cukup sama Carisa aja?" Tanya Haris.


"Aku mau ngomong sama Yura Ris, ada yang harus aku omongin sama dia. Dia juga pengen ngomong sama aku, cuma mau ngomong ke dia jangan ganggu hubungan aku sama Carisa. Udah kok itu aja," Jelas Jevano benar adanya.


"Aduh Jev... gak yakin aku tuh sama kamu, awas aja nih ya kalo kamu balik lagi ke dia. Tapi kamu masih sama Carisa, kamu udah punya tanggung jawab sekarang.Ingat, harus gentle dong. Gimana sih," Ucap Haris.


"Iya-iya tenang aja, kalo aku balik sama Yura. Aku kasih dah 30% sayang aku ke kamu" Ucap Jevano tak main-main.


Haris yang mendengarnya pun terkejut bukan main, "Wah bener ya! Apa aku bantu kamu balik ke Yura aja ya?" Kekeh Haris.


"Temen harga mati ya!" Peringat Jevano.

__ADS_1


__ADS_2