How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
8


__ADS_3

"Jangan terlalu dekat sama Leon," Ucap Jevano tiba-tiba.


"Kenapa? Dia baik kok," Jawab Ceritaa seadanya.


"Jangan nilai dari luarnya aja, aku paling tahu anak sekolah ini gimana-gimana" Jelas Jevano.


"Iya deh yang paling tahu segalanya!" Cicit Carisa pelan.


"IPA atau IPS?" Tanya Jevano.


"Hah?" Tanya Carisa.


"Kamu kelas IPA atau IPS?" Tanya Jevano lagi.


"Ohh, aku IPA" Jawab Caira.


"IPA A atau B?" Tanya Jevano lagi. "IPA A pasti," Jawab ejvano sndiri dan Carisa pun menganggukkan kepalanya.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Woi sama siapa tadi? Kek gak asing aja gitu," Tanya Haris.


"Iya heh, bernagkat sama siapa? Mirip cewe yang di Mall gak sih? Gak bilang-bilang kalo lagi dekat sama cewe ya!" Ucap Reno.


"Eh siapa No?" Tanya Naufal penasaran.


"Ck, anaknya temen nyokap, anak baru dia disini. Orang tuanya nitipin anaknya ke aku," Jawab Jevano.


"Kalian udah kenal lama?" Tanya Naufal.


"Gak Fal, itu lo anaknya Om Leonarka kemarin!" Seru Jevano.


"Ohh, cewe itu" Jawab Naufal.


"Cantik gak orangnya?" Tanya Haris pada Naufal.


"Hish itu cewe yang di Mall kemarin!" Ucap Jevano.


"Loh kalian ketemu dia kemarin di mall?" Tanya Naufal heboh.


"Iya gak sengaja di resto," Jawab Jevano.


"Oalah, gitu ternyata pantesan ya anda!" Kekeh Reno.


"Eh aku nanya Fal, kamu pasti udah lihat dari dekat gitu kan. Cantik gak?" Tanya Haris.


"Cantik sih, tapi bukan tipe aku ya!" Jawab Naufal cepat.


"Cie Vano berangkat sekolah sama siapa tuh? Heboh banget deh sepanjang lorong hari ini," Ucap Lia yang baru saja masuk ke kelas bersama dengan kedua temannya Rina dan juga Nabila.

__ADS_1


"Siapa No?" Tanya Nabila.


"Kepo banget Mbaknya," Sindir Haris.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Selamat pagi anak-anak," Sapa Bu Sinta menyapa anak muridnya.


"Pagi juga Bu," Jawab siswa siswi itu serentak.


"Baiklah, hari ini kita kedatangan teman baru dari Bandung. Ayo Carisa, silahkan masuk" Ucap Bu Sinta mempersilahkan Carisa masuk ke dalam kelas.


Saat Carisa masuk ke dalam kelas, suasana kelas yang awalnya hening tiba-tiba menjadi sedikit ribut.


"Eh ini cewe yang di boncengin sama Jevano tadi bukan?"


"Cantik juga ya, soal badan juga memang dia nih!"


"Cantikan aku! Jevano itu sukanya sama cewe yang kayak aku, langsing! Bukan berisi yang kayak gitu!"


"Wah Vano udah move on dari Yura guys!"


"Tadi Bu Sinta bilang namanya siapa? Carisa ya?"


"Lebih cantikan Yura gak sih?"


"Cantik, cocok sih sama Vano. Tapi Jevano lebih cocok sama aku,"


Bu Sinta pun tersenyum bangga, saat seluruh siswanya menurut. "Ayo Carisa silahkan perkenalkan diri kamu pada teman-teman satu kelas mu," Ucap Bu Sinta tersenyum ramah.


"Hai semuanya, aku Carisa Leonarka. Aku pindahan dari Bandung, salam kenal semuanya" Ucap Carisa menyapa teman sekelasnya.


"Hai Carisa," Sapa satu kelas.


"Baiklah, kalian bisa tanya-tanya nanti saja ya. Kita harus memulai pelajaran kita sekarang, Caira kamu. bisa duduk di samping Aurel ya," Ucap Bu Sinta. "Aurel silahkan angkat tangan kamu," Ucap Bu Sinta.


Yang bernama Aurel pun bukan mengangkat tangannya, melainkan mengangkat tangannya untuk menyapa Carisa. Dan Carisa pun tersenyum, lalu berjalan menuju meja nomor 3 dan duduk di sebelah Aurel.


"Hai aku Aurel salam kenal ya, ssmkga kita bisa jadi teman baik hehe" Ucap Aurel menyapa Carisa ramah.


"Hai Aurel, iya" Jawab Carisa juga ramah.


"Omong-omong kamu di hari pertama sekolah, udah populer aja ya" Ucap Aurel terkekeh pelan.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Rina kamu yakin bakal terus nyimpan perasaan kamu kayak gini ke Jevano? Mumpung Yura gak ada disini," Ucap Lia mengompori temannya.


"Kalian apa sih, aku gak mau nanti pertemanan kita sama Yura jadi berantakan. Gimana juga, Yura itu sahabat aku, sahabat kita" Jelas Rina.

__ADS_1


"hei Yura juga kan udah putus sama Jevano, kamu sendiri juga tahu kalo Yura udah punya cowo disana" Jelas Nabila.


"Tapi Yura kayaknya belum bisa move on juga dari Jevano," Jawab Rina.


"Ck, dasar!" Sahut Lia.


"Eh cewe yang di boncengin Jevano tadi Carisa yang anak Om Saka Leonarka itu kan ya?" Tanya Nabila.


"Kayaknya iya deh, kalo gak salah lihat" Jawab Lia.


"Kalian kenal?" Tanya Rina.


"Kemarin dua datang di acara pertemuan bisnis Neneknya Vano, kayaknya kalo aku perhatiin kemarin keluarganya lumayan dekat sih sama Jevano," Jelas Lia.


"Iya aku juga satu pemikiran sama kamu, Nenek Jevano jarang-jarang ramah banget sampe segitunya. Saudaraan mungkin," Ucap Nabila menebak-nebak.


"Udah deh Rina, lebih baik kamu itu jujur aja sama Jevano soal perasaan kamu sebenarnya ke dia itu gimana" Ucap Lia.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Carisa kantin yuk?" Ajak Aurel.


"Boleh?" Tanya Carisa.


"Hah? Maksud kamu?" tanya Aurel binggung.


"Aku boleh ikut gabung sama teman-teman kamu?" tanya cairan membuat Aurel tersenyum penuh arti.


"Disini gak ada yang mau berteman sama aku, soalnya Mama aku masuk penjara. Tapi kalo kamu juga gak mau, juga gak papa sih. Aku bisa ke kantin sendiri," Ucap Usrek hendak meninggalkan Carisa namun Carisa menahan tangan gadis itu.


"Aurel aku mau kok temanan sama kamu, setiap orang punya ceritanya masing-masing kan? kamu mau kan nanti selesai dari kantin ajak aku keliling sekolah?Tanya Carisa.


"Tentu, ayo!" Ajak Aurel semangat.


"Lantas Carisa dan Aurel pun keluar dari kelas, dan segara menuju ke kantin. Sesampai keduanya di kantin, keudsnya pun saling bersepakat. Aurel memesankan makanan, dan Carisa yang mencari meja. Lalu pada esok hari, mereka pun juga melakukannya secara bergantian.


Carisa pun mencari meja kosong untuk di duduknya, dan Caira mendapatkannya tak jauh dari tempat Aurel memesankan makanan mereka. Agar nanti Aurel, modus untuk menemukannya dan tidak perlu celingak-celinguk untuk mencari keberadaannya.


"Eh eh Rin! Lihat! Itu cewe yang tadi malam datang ke acara Nenek Jevano! Dia juga yang bikin heboh satu sekolah kita!" Seru Nabila semangat pada Rina.


"Kayanya dia duduk sendirian deh, gabung yuk?" Ajak Lia.


"Memangnya kalian berdua udah kenal banget sama dia?" Tanya Rina.


"Kita udah kenalan kok sama dia kemarin malam, udah deh ayo!" Ajak Nabila menarik paksa Lia dan Rina.


"Hai?!" Sapa Nabila.


"Loh?" Ucap Carisa terkejut.

__ADS_1


"Gak usah kaget, kita berdua memang sekolah disini kok. Kita sekelas sama Jevano," Jelas Lia tersenyum ramah pada Carisa.


__ADS_2