
Jevano pun terkekeh pelan, "Kenapa? Kamu cemburu ya?" Tanya Jevano menggoda Carisa.
"Hah? Apaan sih? Siapa juga yang cemburu," Sela Carisa cepat.
"Gak kok Ca, akhir-akhir ini aja. Mungkin semenjak aku lebih dekat sama kamu?" Tebak Jevano tak yakin, hingga membuat Carisa menjadi salah tingkah.
"Lucu banget sih hm?" Ucap Jevano mencubit pucuk hidung Carisa, membuat gadis itu terkejut bukan main.
"Ini untuk kamu," Ucap Jevano menukar piringnya dengan piring Carisa
"Makasih," Ucap Carisa tersenyum senang.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Pagi Ca," Sapa Jevano.
Carisa pun mengedip-ngedipkan matanya, "Loh aku lagi mimpi kan ini?" Batin Carisa lalu kembali menutup matanya.
"Ca bangun, nanti telat!" Ucap Jevano lagi membuat Carisa membukakan matanya lebar-lebar.
"Jevano?!" Ucap Carisa terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya spontan.
"Kamu kenapa bisa ada di kamar aku sih?" Tanya Carisa heboh l.
"Tadi Tante Ayu suruh aku bangunin kamu," Jawab Jevano.
Carisa pun kembali mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali, hingga membuat Jevano gemas sneidribsaat melihat Carisa seperti itu di hadapannya.
Carisa pun memalingkan wajahnya, dan melirik jam yang berada di kamarnya yang masih pukul 6 pagi.
"Terus ini kamu ngapain ke rumah aku sepagi ini?" Tanya Carisa.
"Aku tidur di rumah kamu Ca, Mama kamu gak kasih aku pulang kemarin malam. Ini aja aku masih pake baju Om Saka," Ucap Jevano menunjukkan baju kebesaran Saka Papa Carisa.
"Loh iya?" Ucap Carisa mengaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Eh tapi kok aku bisa di kamar? Bukannya tadi malam aku..." Ucap Carisa menggantung dan berusaha mengingat apa yang terjadi.
Jevano pun mendelikkan matanya malas, "Kamu berat banget tau gak sih Ca? Makanya itu kamu makannya jangan banyak-banyak deh, punggung ku sakit. Kata Tante Ayu ayo cepet bangun, terus turun makan!" Ucap Jevano langsung meninggalkan kamar Carisa.
Carisa pun terdiam, setelah Jevano benar-benar keluar dari kamar Carisa. Carisa pun kembali membanting tubuhnya di kasur empuk miliknya, lalu menyembunyikan wajahnya di balik bantal dan berteriak.
"AAAAAAAAA malu bangetttttt! Aaaaaaaaa!" Ucap Cairan sambil memukul-mukul kasurnya kesal.
Setelah Carisa mandi dan sudah siap dengan sarapannya, Carisa pun hendak turun ke ruang makan untuk sarapan bersama. Banyak sekali ribuan pertanyaan yang muncul di kepalanya, soal mengapa Jevano bisa menginap di rumahnya.
"Pagi sayang," Sapa Ayu saat melihat anak gadisnya yang sedang berjalan menuju meja makan.
"Ma Jevano mana?" Tanya Carisa.
__ADS_1
"Jevano? Dibkamar tamu mungkin, tadi pamit mandi sih" Jelas Ayu.
Carisa pun mengangguk-angguk kepalanya, "Kok bisa Jevano nginap di rumah sih Ma?" Tanya Carisa.
"Tadi malam Jevano memang mau pulang Ca, Talu gak tau kenapa itu mobil Jevano bannya kempes kenak paku gitu" Jelas ayu.
"Loh kok bisa? Kena dimana? Di rumah?" Tanya Carisa.
"Di jalan mungkin," Jawab Ayu.
"Papa mana?" Tanya Carisa.
"Papa udah berangkat kerja, Mama juga nanti kayaknya bakal pulang telat. Kamu sendirian di rumah gak Lala kan sayang?" Tanya Ayu.
"Gak papa kok Ma, udah sering juga" Jawab Carisa.
"Pagi Tante, pagi Ca" Apaa Jevano.
"Hai Vano, ayo sini duduk kita sarapan dulu. Nanti kalian terlambat," Ajak Ayu dan ketiganya pun sarapan pagi bersama.
Di perjalanan menuju ke sekolah.
"Kenapa Ca?" Tanya Jevano melihat Carisa semenjak tadi yang hanya diam saja.
"Hah? Apanya?" Tanya Carisa.
Ohiya, karena mobil Jevano bannya masih kempes dan belum di tambal. Jevano pun memakai mobil milik orang tua Carisa, dan sudah diberi izin oleh Ayu maupun Saka.
"Mobil kamu gimana?" Tanya Carisa.
"Udah aku panggil montir Ca," Jawab Jevano seadanya.
"Lagi ada masalah?" Tanya Jevano.
"Gak kok Jev, kamu nanti latihan basket gak?" Tanya Carisa.
"Latihan Ca, kamu nunggu lagi gak papa?" Tanya Jevano tak enak hati, apalagi dirinya sedang menggunakan mobil Carisa.
"Emmm... aku kayaknya pulang sama Aurel Leon deh, nanti pulang sekolah aku mau main ke D*sn*y L*nd. Boleh kan?" Tanya Carisa.
"Gak berudaan aja sama Leon kan? Aurel beneran ikut kan?" Tanya Jevano memastikan dan Carisa pun menganggukkan kepalanya mantap.
"Iya kok, Aurel juga ikut" Jawab Carisa.
"Ya udah nanti kalo sempat aku nyusul jemput kamu kesana, sekalian aku mau ngambil mobil aku ke rumah kamu" Ucap Jevano.
"Oke Jev!" Sahut Carisa senang
__ADS_1
Di sekolah.
"Hoi Jev!" Panggil Haris di lorong sekolah.
"Ha? Apaan?" Sahut Jevano menoleh.
"Mobil baru ya kamu?" Tanya Haris sambil merangkul bahu Jevano.
"Gak, bukan mobil ku" Jawab Jevano. "Punya Carisa, itu mobil kemarin bannya kempes kenak paku" Jelas Jevano dan Haris pun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Kenapa emang?" Tanya Jevano.
"Gak papa sih, nanya aja. Tadi ku kira mau minta bayarin makanan, soalnya kan mobil baru gitu kan. Eh ternyata mobil si Neng Caca nan cantik," Jawab Haris terkekeh geli.
"Dih makan mulu!" Ucap Jevano menoyor kepala Haris lalu berjalan lebih dahulu.
"Cantik, cantik apaan coba hih!" Batin Jevano menggerutu kesal.
"Carisa nanti jadi kan? Nih! Kemarin Leon udah beli tiket masuknya, semangat banget dia tuh!" Seru Aurel gembira menujukkan 3 buah tiketnya.
"Jadi dong! Aku juga belum pernah kesana, Aaaaa!" Seru Carisa gembira.
"Kamu bawa baju ganti gak?" Tanya Aurel.
Carisa pun menepuk jidat kepalanya ringan, "Aduh aku lupa Rel!" Seru Carisa.
"Ya udah nanti pakai hodie punya Leo yang dia pake tadi aja soalnya dia bawa kemaja" Ucap Aurel.
"Okee!" Seru Carisa memancungkan kedua jari jempolnya.
Jam istirahat.
Jevano, Naufal, Haris dan juga Reno terlihat sedang berdiskusi di meja Naufal dan juga si pemilik meja Naufal. Keempatnya tidak releihat sedang berbicara dengan serius, karena gelak tawa mereka yang keras.
"Udah sana aja, kasih aja. Kamu coba dulu deh Rin," Suruh Nabila menyenggol bahu Rina.
"Duh nanti kalo Jevano gak mau ngambil gimana?" Tanya Rina.
"Jevano gak bakal berani nolak kamu kalo di depan teman-temannya Rin, apalagi ada Naufal. Pasti segan lah dia," Ucap Lia berusaha untuk meyakinkan temannya.
Rina pun mengigit bibirnya dan mengumpulkan keberaniannya untuk menghampiri Jevano, dan juga teman-teman dari pria yang dia sukai itu.
"Hai?" Sapa Rina gugup membuat keempat anak laki-laki itu binggung, karena tidak biasanya gadis yang menyapa mereka ini bersikap seperti itu.
"Eh Rina? Kenapa tuh?" Tanya Haris.
Naufal pun hanya menaikan alisnya, menunggu apa maksud Rina menyapa mereka.
__ADS_1
"Hai juga Rina," Sahut Jevano.