How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
57


__ADS_3

Carisa pun menghela nafasnya gugup, "I.. iya kalo gitu... Jevano. Ayah dari anak ini Jevano Pa" Ucap Carisa takut.


"Apa?!" Kaget Saja tak habis pikir lalu mendekati Carisa. "Terus kenapa? Kenapa kamu sembunyiin dari Mama sama Papa?" Tanya Saka khawatir.


"kamu mau ngelindungin dia? Kamu suka sama Jevano?" Tanya Saka lagi l.


"Hiks... Carisa takut Pa, Carisa gak suka sama Jevano. Buat apa Carisa lindungi dia, Carisa selama ini gak bilang ke Papa sama Mama karena Carisa gak mau nikah sama Jevano."


"Carisa benci sama Jevano Pa... Carisa gak mau nikah, Carisa masih mau nata masa depan Carisa Pa... please izinin Carisa ke luar negeri buat lanjutin study Carisa hiks..." Isak Carisa membuat hati Saka tersayat melihat putrinya seperti ini.


Saka pun langsung membawa Carisa ke dalam pelukannya, dan menenangkan putri kesayangannya itu. "Maafkan Papa Ca, Papa gak tahu. Pasti berat banget ya?" Tanya Saka membuat Carisa menganggukkan kepalanya.


Setelah Saka menenangkan putri kesayangannya itu, Saka pun bergegas ke kamar hendak menghampiri istrinya. Dan menjelaskan apa yang terjadi pada putrinya, dengan Jevano anak sahabatnya dari semenjak waktu SMP dulu sampai saat ini.


Bahkan keduanya menjalin hubungan rekan bisnis, yang pastinya saling menguntungkan satu sama lain.


Saka pun masuk ke dalam kamarnya, dan berjalan mendekat pada istrinya yang sedang fokus pada buku bacaannya. Namun Saka tahu jelas, kalau pikiran istirnya itu sedang tidak fokus pada bacaannya melainkan pada hal lain.


Dan menurutnya, Ayu saat ini sedang memikirkan Carisa putri semata wayang mereka.


"Ma Carisa udah cerita," Jelas Saka mengusap wajahnya kasar.


"Jevano kan?" Tanya Ayu memastikan.


"Kamu? Tahu?" Tanya Saka Ragu.


"Mama cuma curiga sama Jevano Pa.. Lala tahu sendiri kan anak kita itu lebih sering sama Jevano, sampai kita... ini bukan salah mereka... ini juga salah kita sebagai orang tua salah didik anak," Ucap Ayu menahan air matanya.


Sama pun menganggukkan kepalanya setuju, "Gimana cara kita ngomong sama Deri dan Tiara?" Tanya Saka.


"Kita harus nikahkan mereka, Meraka udah" Ucap Ayu di potong Saka cepat.


"Masalahnya Carisa gak mau nikah sama Jevano Ma, Karana dia benci sama Jevano Ma... Papa juga gak bisa maksain kemauan Carisa, karena Papa pikir juga kalau mereka nikah di usia muda kayak gini, yang iyanya juga gak baik buat mereka berdua."

__ADS_1


"Umur mereka masih belum pantas Ma, untuk menikah. Dan apa pandangan orang luar sana sama keluarga kita, keluarga Jevano juga" Jelas Saka panjang lebar.


Ayu pun memikirkan apa yang barusan di katakan oleh suaminya tadi ada benarnya juga, "Ya terus gimana dong Pa? Papa mau putri kecil kita aborsi gitu? Mama gak mau... hiks..." Isak Ayu yang tidak menginginkan hal itu terjadi pada Carisa.


"Papa udah bicara sama Carisa, dan ini tinggal minta persetujuan dari Mama lagi. Carisa mau lanjutin sekolahnya ke luar negeri aja, nanti kita bawa Carisa dulu ke negara terpencil untuk melahirkan."


"Dan kemudian kembali membawa Carisa untuk melanjutkan study nya di Amerika Ma," Jelas Sama yang sudah merencanakan matang-matang.


"Papa yakin? Terus gimana soal kelahiran anak itu? Papa pikir Carisa bisa" Ucap Ayu lagi-lagi di potong oleh Saka.


"Maa... kita kan bisa cari baby sister, sekarang ini zamannya udah zaman enak semua" Jelas Saka.


"Mama butuh waktu untuk mikir dulu Pa," Ucap Ayu langsung meninggalkan kamar utama mereka.


Carisa sebenarnya juga sejak tadi menguping pembicaraan kedua orang tuanya di balik pintu kamar, Carisa pun langsung berlari kecil saat mendengar langkah kaki Mama nya yang hendak keluar kamar, dan bersembunyi di balik tiang tinggi dan besar rumahnya.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


"Jev bokap nyokap nyampe ke bandara jam berapa?" Tanya Haris.


"Gak juga sih, biar aku tunggu ole-ole aja hehe" Cengir Haris.


"Sadar diri deh Ris!" Peringat Naufal menoyor kepala Haris yang tak pernah tahu malu.


"Ck apasih! Iri banget sumpil!" Malas Haris.


"Reno gak kesini ya?" Tanya Jevano.


"Engga, dia nanti malam aja katanya. Soalnya mau ngurus keberangkatan anak debat sama story telling Jev" Jelas Naufal.


Jevano pun tekekeh pelan menyadari kebodohannya, "Aku ketua klub gak bertanggung jawab banget ya? Hal sekecil itu aja aku gak bisa tanggung jawab, gimana soal Carisa? Sekarang dia juga udah gak mau ketemu aku lagi. Dia udah benci tingkat over sama aku" Sesal Jevano.


Haris dan Naufal pun binggung harus merespon apa, dan memilih diam.

__ADS_1


"Nelepon siapa?" Tanya Naufal saat melihat Jevano yang tampak sedang menelepon seseorang.


"Om Saka, Ayah Carisa" Jawab Jevano.


"Halo?" Jawab Saka di balik telepon.


"Halo Om? Om ini Jevano, maaf ganggu waktunya Om. Om ada satu luang sebentar? Jevano pengen ngomongin sesuatu sama Om," Tanya Jevano sopan.


Saka pun tampak menimbang dengan mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja, "Om? Panggil Jevano karena tidak mendengar jawaban dari Saka.


"Ayo, di rumah Om. Om di rumah sekarang. Om tunggu," Jawab Ska langsung menutup panggilan telepon tersebut.


Jgamo pun hendak bangkit dari duduknya dan berpamitan pada teman-temannya, "Aku ke rumah Carisa dulu. Kalian tunggu di rumah bentar gak papa kan? Nanti aku balik lagi," Pamit Jevano.


"Lah kan kamu Tuan rumahnya Jev, masa kami kamu tinggal sihh" Gerutu Haris merasa terusir.


"Nih gofood dulu sebelum aku pergi," Ucap Jevano memberikan ponselnya pada teman-temannya.


"Nah gitu dong, iya deh Jev kita pasti jaga rumah kamu sampai kamu pulang" Ucap Haris sambil membuka aplikasi untuk memesan makanan yang di inginkannya.


Naufal menoyor kepala Haris, "Soal makan emang ya kamu Ris!" Ucap Naufal mencibir


"Apasih? Kamu mau juga kan?" Tanya Haris.


"Ya mau lahh" Jawab Naufal membuat Jevano tekekeh geli menggeleng-gelengkan kepalanya tak heran.


"Udah belum?" Tanya Jevano. "Nih uangnya aja! Aku mau buru-buru," Ucap Jevano mengambil ponselnya dari tangan Haris dan memberikan 5 kembar uang seratus ribu rupiah.


"Kamu Jev, ngenakin Haris terus!" Omel Naufal pada Jevano.


Namun Jevano tidak mempedulikannya, toh mereka juga teman-temannya. Lantas Jevano pun langsung bergegas ke rumah Carisa, untuk menemui keluarga Carisa dan menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Carisa.


Selama sepanjang perjalanan, Jevano sibuk untuk mengatur kata-kata yang ingin di ucapkan ya pada Saka pada Carisa. Hingga tanpa sadar, Jevano pun sudah sampai di kediaman keluarga Leonarka.

__ADS_1


Satpam pun membukakan gerbang untuk Jevano, lalu Jevano pun memasukkan mobilnya dan mamakirkan mobilnya di garasi mobil.


Carisa langsung berlari untuk lari ke lantai bawah, hendak mendengar apa yang akan di katakan Jevano pada Papanya, dan apa juga yang akan di katakan Papa nya pada Jevano.


__ADS_2