How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
83


__ADS_3

"24 jahitan itu," Ucap Haris santai smab mencicipi isi kantong plastik tadi.


"Serius??" Tanya Jevano kaget membuat Haris menganggukkan kepalanya pelan.


"Kamu gak tahu?" Tanya Haris membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tanya Carisa kalo gak percaya," Lanjutnya.


Srett!


"Haiii aaaaa Jevano!" Seru Aurel menghampiri Jevano.


"Anjir! Akhirnya!" Ucap Naufal ikut-ikutan sambil menenteng paper bag berisi kue kesukaan Jevano.


"Kamu Aurel kan? Ini Naufal? Bener gak aku Ca?" Tanya Jevano pada Carisa membuat Carisa menganggukkan kepalanya pasti.


"Kamu masih belum ingat aku sama yang lain?" Tanya Naufal membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Cukup tahu deh Jev, sampai sini aja pertemanan kita. Tega kamu ya gak ingat temen sehidup semati kamu," Ucap Haris mendrama.


"Yeuu! Beda konsep ya Ris!" Ucap Carisa menoyor kepala Haris yang membuat lainnya terkekeh pelan.


"Gimana perasaan kamu Jev?" Tanya Naufal random.

__ADS_1


Jevano pun mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali sambil berpikir, "Gak Tanu sih. Jujur kayak aneh aja sih gitu, tapi aku ngerasa kalo aku sama kalian emang kayak agak dekat gitu aja. Soalnya aku gak ngerasa kayak asing sama canggung gitu kalo ngomong dama kalian, cuma rada binggung aja" Jelas Jevano.


"Loh? Emangnya kamu binggung kenapa?" Tanya Reno penasaran.


Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Gak tahu pokoknya gitu deh" Jawab Jevano.


"Dia emang suka makan?" Tanya Jevano menunjuk Haris.


"Kamu nanya aku?" Tanya Haris membuat Jevano menganggukkan kepalanya.


Haris pun menatap Jevano tak percaya, "Wah parah sih. Kamu merhatiin aku dari tadi? Kamu gak naksir aku kan Jev?" Tanya Haris bercanda.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


1 Minggu lamanya sudah berlalu, kini Jevano pun sudah kembali dari rumah sakit. Luka jahitan di kepalanya pun, sudah mulai menggering dan tertutup dengan perlahan.


Hanya saja, Jevano masih belum mengingat soal apapun.


2 Minggu lagi jugaa pertunangan Carisa dan Jevano akan dilaksanakan, seusai dengan rencana dari kedua pihak keluarga. Yaitu keluarga Carisa, dan Jevano.


"Ca nanti Mama sama Tante Tiara mau fiitting baju, kamu ikut ya? Gak ada jadwal kan kamu hari ini? Nanti kamu bernagkatnya sama Jevano aja ya, soalnya Mama sama Tante Tiara mau moms time dulu" Jelas Ayu.

__ADS_1


"Hah? moms time? maksud Mama?" Tanya Carisa.


"Iya moms time, kalo kalian kan namanya girls time gitu kan ya? Nah kalo Mama sama Tante Tiara kan udah jadi ibu-ibu, jadi namanya ya moms time gitu lah" Jelas Ayu.


"Astaga Ma... ada-ada aja sih" Sahut Carisa terkekeh pelan.


"Yaudah nanti Carisa telepon Jevano deh," Ucap Carisa di angguki oleh Ayu.


"Mama tinggal dulu," Pamit Ayu.


"Loh Mama pergi sekarang?" Tanya Carisa.


"Iya tuh, Tante Tiara udah jemput Mama" Ucap ayu melambai-lambaikan tangannya pada Tiara yang baru saja tiba di depan rumahnya.


"Oh yaudah deh, hati-hati ya Ma. Titip salam sama Tante Tiara," Ucap Carisa sambil menyalami tangan Ayu.


Selepas kepergian Ayu dan Tiara, Carisa pun langsung menuju ke kamarnya. Lalu membuka ponselnya, mata Carisa terkejut saat melihat dirinya menerima telepon yang tak terjawab dari Jevano sebanyak 14 kali panggilan.


Saat Carisa ingin menelepon kembali, ponsel Carisa pun kembali berdering. Carisa pun menjawab panggilan tersebut, "Halo Jev? Kenapa?" Tanya Carisa.


"Kamu kemana sih?" Omel Jevano.

__ADS_1


__ADS_2