How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
77


__ADS_3

Em.... aku boleh tahu hubungan aku sama kamu apa?" Tanya Jevano random tiba-tiba.


"Huh?" Tanya Carisa terkejut dan berpikir. "Hubungan kita?" Tanyanya.


"Iya," Jawab Jevano. "Kita gak mungkin cuma temanan ajakan? Soalnya kamu disini sekarang, kamu Kakak? Adik aku? Atau yang lainnya mungkin?" Tanya Jevano menebak-nebak.


"A... aku pacar kamu, iya aku pacar kamu" Ucap Carisa yakin padahal dirinya dan Jevano sama sekali tidak memiliki hubungan spesial seperti itu.


"Pacar?" Tanya Jevano.


Carisa pun menganggukkan kepalanya, "Kita... udah pacaran 4 bulan" Bohong Carisa lagi.


"Serius?" tanya Jevano seperti terkejut dan tak percaya.


"Kok kamu kayak gak percaya gitu sih sama aku?" Gerutu Carisa kesal.


"Ya... ya kan aku gak ingat," Jawab Jevano gugup.


"Emangnya kamu gak di marahin sama orang tua kamu kalo kamu nemenin aku disini?" Tanya Jevano asal, tetapi berhasil membuat Carisa gugup bukan main.


"Kenapa kamu jadi banyak tanya gitu sih? Udah deh kamu tidur aja, siapa tahu besok ingatan kamu udah balik" Jcak Carisa sedikit kesal.


"Tapi aku penasaran, aku gak bisa tidur yang iyanya" Jawab Jevano mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Gemes banget astaga!" Batin Carisa.


"Ya... ya kamu juga aneh-aneh aja, kita bulan depan mau tunangan. Orang tua kita kenal dekat, pokoknya gitu deh. Makanya kamu cepatan ingatin aku lagi, biar kamu ingat semuanya" Omel Carisa.


"Kenapa diam?" Tanya Carisa saat Jevano tidak meresponnya apapun.


"Tadi kan kamu marah kalo aku banyak tanya," Sahut Jevano setelah dirinya mendapatkan semua jawaban yang dia ingin dengar dari Carisa.


"Astaga... ya kan ah gak tau deh, aku mau tidur" Ucap Caidaa bangkit dari duduknya dan menuju sofa kamar inap Jevano.


"Eh... itu nama kamu siapa?" Tanya Jevano.


Carisa sudah kesal bukan main, bagaimana bisa Jevano bisa amnesia seperti ini dan melupakan siapa dirinya? Sungguh itu sedikit merasa dirinya sangat kesal pada Jevano.


"Emangnya badan kamu gak sakit kalau tidur di sofa?" Tanya Jevano.


"Engga, lagian mau tidur dimana lagi emang?" Tanya Carisa sewot.


"Disini," Ucap Jevano menepuk-nepuk brangkar miliknya dan mengosongkan ruang untuk Carisa.


"Huh?" Kaget Carisa.


"Iya disini, cuma tidur kan? Gak ngapa-ngapain juga, dari pada badan kamu sakit mau?" Tanya Jevano.

__ADS_1


Carisa pun menggeleng-gelengkan kepalanya, "Gak usah. Aku disini aja," Ucal Caidaa takut dan terbayang kejadian dahulu saat di hotel bersama Jevano.


"Carisa," Panggil Jevano saat Carisa yang sudah hendak menutup matanya.


"Hm," Jawab Carisa berdehem.


"Bisa tolong ceritain tentang aku? Dari keluarga, tentang aku,, kamu, kerabat sama kenapa bisa aku bisa disini sekarang" Pinta Jevano.


Carisa pun bangkit dari posisi tidurnya dan duduk di atas sofa, menatap Jevano yang sedang menatapnya juga. "Kamu yakin mau dengar?" Tanya Carisa membuat Jevano menganggukkan kepalanya pelan.


"Itu... luka di kepala kamu masih sakit gak?" Tanya Carisa sambil menunjuk pada kepala Jevano.


"Sedikit," Jawab Jevano.


Carisa pun menghela nafasnya kasar, "jangan tidur ya tapi kalo aku ceritain" Ucap Carisa.


"Iya aku gak tidur, aku dengerin" Jawab Jevano.


"Oke," Ucap Carisa bangkit dari duduknya dan berjalan menuju brangkar Jevano.


"Aku mau kenalin kamu dulu siapa orang tua kamu," Ucap Carisa membuka ponselnya.


"Disini aja, aku mau lihat lebih dekat" Ucap Jevano kembali menepuk-nepuk brangkar yang memang lumayan lebar untuk satu orang, bahkan cukup untuk di tiduri oleh 3 orang.

__ADS_1


__ADS_2