How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
38


__ADS_3

Drtt drtt drtt


"Siapa Ca?" Tanya Ayu.


"Jevano Ma," Jawab Carisa.


"Yaudah angkat aja, Mama tinggal dulu ke dapur" Ucap Ayu pamit dan langsung meninggalkan kamar Carisa.


Carisa pun langsung mengangkat telepon dari Jevano, "Halo?" Sapa Carisa.


"Gak sekolah? Aku gak lihat kamu hari ini tadi kenapa gak mau pergi bareng sama aku?" Tanya Jevano di telepon.


"Gak Jev, tadi keluarga Aurel datang ke rumah buat jemput Aurel sekaligus sarapan bareng tadi" Jelas Carisa.


"Aurel... tadi di jemput sama keluarganya? Maksud kamu sama Kakeknya kan? Mama Leon ada juga gak?" Tanya Jevano memastikan.


"Maksud kamu Mama Leon itu, Tante nya Aurel kan ya?" Tanya Carisa balik.


"Hm," Jawab Jevano. "Serius tadi Aurel di jemput sama mereka?" Tanya Jevano lagi.


"Iya, tadi lagi. Bawa makanan juga, sekarang Aurel nya juga udah pulang. Tadi ada Leon juga sih," Jelas Carisa membuat Jevano menghela nafasnya lega.


"Kenapa?" Tanya Carisa.


"Gak papa kok Ca, tapi setahu aku kalo hubungan Aurel sama Kakeknya agak kurang baik gitu. Tapi kalo ada Mama Leon, aman-aman aja" Jelas Jevano.


"Loh kamu beneran? Tahu dari mana mereka gak baik? Jenguk Aurel yuk? Kamu pulang sekolaj jam 4 kan ya? Bisa langsung ke rumah gak? Aku pengen," Ucap Carisa dipotong Jevano.


"Keluarga Aurel agak tertutup Ca, gak bisa sembarang orang masuk ke sana kalo gak ada buat janji dulu sama Kakeknya. Kakeknya... mafia" Jelas Jevano membuat Carisa terdiam.


*Hening*


"Halo Ca?" Panggil Jevano karena tidak mendengar suara Carisa.


"Kamu bohong kan?" Tanya Carisa.


"Apa?" Tanya Jevano.


"Soal Kakek Aurel, kamu pasti malas kan pergi kesana bareng aku? Karena ada Leon," Ucap Carisa.


"Engga Ca, aku serius. Aku juga sama yang lain, baru-baru ini aja tahu kalo Aurel sama Aurel itu sepupu an. Nah itu sangkinh tertutupnya keluarga mereka ke dunia luar Ca, gak ada satupun yang tau siapa-siapa anggota keluarga Afnan kecuali orang terdekat."


"Tapi kalo di publik mereka itu di kenal sebagai keluarga yang dermawan gitu, yang sekarang di pimpin sama Papa Leon sendiri," Jelas Jevano panjang lebar.

__ADS_1


"Wah... aku masih belum bisa percaya.. ini beneran wah..." Ucap Carisa.


"Ya ampun Carisa... buat apa sih aku bohongin kamu?" Tanya Jevano memutar bola matanya malas.


"Terus gimana dong?" Yanya Carisa.


"Apanya?" Tanya Jevano.


"Ya Aurel, gimana sama Aurel kalo dia nanti gak nyaman disana?" Tanya Carisa.


"Kan ada Leon," Jawab Jevano enteng dan membuat Carisa mengangguk-angguk kepalanya, walaupun Jevano tak dapat melihat itu.


"Oke deh," Sahut gadis itu pasrah.


"Ca," Panggil Jevano.


"Hm?" Sahut Carisa.


"Jangan dekat-dekat sama Leon," Pinta Jevano.


"Memangnya kenapa? Leon baik kok," Jawab Carisa.


"Ya jangan aja, pokoknya jangan" Tegas Jevano.


"Engga, bukan gitu. Leon itu... ya gitu deh Ca, pokoknya jangan dekat-dekat. Udah deh aku tutup dulu teleponnya," Ucap Jevano langsung memutuskan panggilannya dengan Carisa.


Carisa pun menggerutkan dahinya kesal, "Jevano apa apan sih?! Gak jelas banget tau gak!" Grurutu Carisa kesal lalu memilih untuk kembali menonton acara tv favoritnya.


...🐈‍⬛🐈‍⬛🐈‍⬛...


Sudah 1 Minggu berlalu lamanya, Aurel kini sudah merasa baikan setelah menjalani pengobatan kesehatan mental bersama dokter psikiater yang di sarankan oleh kedua orang tua Carisa.


Dan hari ini, Aurel sudah mulai kembali bersekolah dan berangkat bersama Leon.


Oh iya, Aurel juga sudah tinggal bersama Mamanya, dan tidak lagi tinggal bersama Kakeknya dan juga Tante nya Mama Leon.


Sekarang Aurel juga sudah merasa sedikit bebas, tidak ada lagi aturan yang di terapkan untuknya. Dan tentu saja tidak ada tekanan dari kakeknya yang selalu menuntut hal ini dan itu, dan hal itu adalah salah satu cara Aurel untuk menjelang pengobatan kesehatan mentalnya.


"Aurel?!" Panggil Carisa terkejut yang melihat Aurel yang baru saja turun dari mobil milik Leon dan meninggalkan Jevano begitu saja di parkiran.


"Hai Ca," Sapa Aurel saat Carisa sudah berada di hadapannya.


Carisa pun langsung merengkuh tubuh Aurel dan memeluk teman pertamanya di sekolah barunya itu, "Aku kangen banget sama kamu!" Ucap Carisa semangat.

__ADS_1


Carisa pun melepaskan pelukannya, "Kamu udah baikan?" Tanya Carisa khawatir.


"Udah kok, lumayan. Makasih ya Ca, aku gak tahu gimana keadaan aku kalo gak di bantu sama orang tua kamu" Jawab Aurel tersenyum ramah.


"Ih kamu apaan sih, kayak sama siapa aja. Kita kan temenan," Ucap Carisa


Hai Rel, apa kabar?" Tanya Jevano ramah menyapa teman lamanya.


Aurel pun tersenyum, "Baik. Lihat Naufal gak Jev?" Tanya Aurel.


"Aku tinggal," Ucap Leon langsung pergi saat melihat Jevano yang juga turut hadir disana.


"Naufal aku gak lihat, udah di kelas mungkin" Jawab Jevano.


"Duh... kalian masih belum baikan apa ya? Gak capek apa? Lagian itu orang yang kalian ributin udah gak ada lagi kan di hidup kalian?" Tanya Aurel kesal.


"Apaan sih Rel, gak usah di ungkit juga kali" Jawab Jevano malas.


"Ck!" Kesal Aurel. "Naufal!" Panggil Aurel pada Naufal yang baru saja turun dari mobil bersama Rina.


"Aurel beneran gak papa?" Bisik Carisa pada Jevano.


"Dia selalu gitu, selalu pura baik-baik aja di depan orang banyak. Kalo lagi sendiri bisa aja drop dadakan, soalnya bakal mikir yang aneh-aneh" Jelas Jevano dan Carisa pun menganggukkan paham.


Aurel pun berlari kecil pada Naufal yang sedang berjalan beriringan dengan Rina, "Hai Fal. Selamat pagi," Sapa Aurel tersenyum manis pada Naufal.


"Makasih untuk seminggu yang lalu, maaf baru ngabarin kamu sekarang. Ponsel aku rusak, maaf udah ngerepotin kamu juga" Ucap Aurel tulus.


"Um... sekarang aku udah baik-baik aja kok," Lanjut Aurel.


"Iya Rel sama-sama. Tapi kamu lagi bohong sekarang, kamu lagi gak oke kan?" Tanya Naufal lalu meraih tangan gadis itu, namun Aurel menolaknya.


"Maaf Fal, makasih ya? Aku ke kalas dulu sama Carisa," Ucap Aurel langsung berbalik dan menghampiri Carisa.


"Ayo Ca," Ajak Aurel langsung emabrim tangan Carisa, dan Carisa pun hanya pasrah-pasrah saja di tarik oleh Aurel.


"Kamu pasti udah dengar kan Ca?" Tanya Aurel.


"Hah? Apa? Soal apa?" Tanya Carisa.


"Tentang keluarga aku, hubungan aku sama Naufal, sama anak-anak yang lain juga" Jelas Aurel.


Carisa pun menganggukkan kepalanya pelan dan jujur, "Maaf ya aku lancang. Aku kok yang maksa Jevano buat cerita soal kamu," Ucap Carisa tak enak.

__ADS_1


__ADS_2