
"Kamu gak ada kontak-kontakkan lagi kan sama Yura?" Tanya Tiara dingin.
"Engga Ma," Jawab Jevano.
Deri pun saling menatap Ibu dan anak itu bergantian, "Kamu udah ingat? Yura?" Tanya Deri.
"Aaa astaga... Mama belum ada bilang ya ke Papa?" Anya Taira pada dirinya sendiri. "Aduh Mama lupa Pa, kamu juga Jev, kenapa gak bilang sih sama Papa kamu" Lanjut Tiara.
"Hah?" Ucap Deri binggung.
"Maaf Pa, seharusnya Jevano yang bilang ke Papa. Kalo sebenarnya Jevano udah ingat semuanya, maaf Pa" Ucap ejgano tertunduk dan merasa bersalah.
Deri pun tak merespon sama sekali, dan hanya diam saja.
"Tapi Papa jangan bilang dulu ke Om Saka sama Tante Ayu ya Pa? Carisa apa lagi, Jevano gak mau Carisa jadi balik dingin lagi kayak dulu ke Jevano. Jevano masih butuh waktu, Jevano gak mau Carisa" Ucap Jevano dipotong oleh Deri.
"Papa merasa sangat bersyukur soal itu, Papa bakal kasih waktu 1 bulan untuk kamu menyesuaikan waktu itu. Cepat atau lambat mereka juga pasti bakal tahu dengan sikap kamu, mereka akan tahu gimana perbedaan kamu" Jelas Deri.
"I...iya Pa," Jawab Jevano gugup.
__ADS_1
"Ya udah deh Jev, kamu berangkat sekarang aja. Itu udah jam berapa, nanti telat. Mau jemput Carisa lagi kan kamu?" Tanya Tiara.
"Iya Ma, ini Jevano mau ke rumah Carisa. Kita udah Jani berangkat bareng," Jawab Jevano.
"Naik mobil, Papa belum ada izinin kamu buat naik kereta ya" Titah Deri.
"Siap bos!" Jawab Jevano hormat kamu berlalu untuk menyalami kedua orang tuanya.
"Jangan lupa pesan Mama sama Papa ya Jev," Peringat Tiara sekali lagi.
"Iya Ma, siap" Jawab Jevano lalu segera bergegas menuju garasi.
Saat Jevano baru saja masuk ke dalam mobil, ponsel miliknya pun berdering. Jevano melihat nomor yang tidak di kenal itu masuk, dengan rasa penasaran karena lagipun takut telepon penting pikirnya.
"Halo?" Sapa Jevano.
"Jev ini aku Yura" Sahut penelepon itu.
Deg!
__ADS_1
Jevano pun terdiam, "Jev aku mau ngomong sama kamu. Aku gak bakal macam-macam lagi aku cuma pengen ngomong sama kamu sebentar aja, dan perbaiki apa yang udah rusak."
"Tapi bukan berarti aku harus dan minta balik lagi ke kamu Jev," Jelas Yura dengan suara parahnya yang terdengar selesai menangis.
Jevano tak merespon apapun, sibuk dengan pikirannya yang tak menentu kesana kamera. Memikirkan apa yang akan sekiranya, dikatakan oleh mantan kekasihnya itu.
"Jev?" Panggil Yura saat merasa Jevano tidak menyahut dan berucap sepatah kata pun.
"Yaudah nanti aku ke rumah kamu, aku tutup" Ucap ejgano aku menutup panggilan Yura sepihak dan meletakkan ponselnya kasar.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Aurel!" Panggil Carisa saat mendapati Aurel yang sedang berjalan lesu menuju ke kelas.
Aurel pun menoleh dengan raut wajah yang tak sedap, "Hai Ca" Sapanya lemas.
"Eh kenapa? Pagi-pagi mukanya layu banget, ada masalah? Kamu mau cerita?" tanya Carisa prihatin.
"Biasa lah Naufal, kita cerita di kelas aja deh. Jangan di jalan gini," Ucap Aurel menarik Carisa agar berjalan lebih cepat , dan Carisa pun hanya menurut saja.
__ADS_1
Sesampainya di kelas, Aurel pun menceritakan soal apa yang terjadi antara dirinya dan Naufal. Di saat acara pesta ulang tahun Jevano kemarin, dan pertunangan Carisa bersama Jevano tadi malam.
"Jadi gimana menurut kamu Ca? Aku tau iya Naufal memang anggap Rina temennya. Tapi Rina? Dulu juga aku sama dia awalnya temen kan? Kamu sama Jevano juga awalnya juga temen kan? Sekarang?" Tanya Aurel.