
"Apasih? Gak biasanya, sana jaga Yura sana anak kamu aja" Bisik Aurel pada Leon.
Loen pun lagi-lagi menghela nafasnya kasar, "Itu di luar kendali aku Rel. Kan aku udah cerita sama kamu kronologi kejadiannya, yoh aku gak nikah kan sama dia? Aku gak mau, hati aku bukan kesitu."
" Aku juga gak mau Yura yangvajfi ibu anak-anak aku, tapi gimana? Udah terlanjur, itu emang bener-bener di luar kendali aku" Ucap Leon sedikit kesal, karena Aurel terus-menerus memojokkannya.
"Aku keterlaluan banget ya?" Batin Aurel tak enak.
"Y... yaudah sih, kamu kenapa belum pulang?" Tanya Aurel mengalihkan pembicaraan.
"Malas," Ucap Leon lalu pergi berlalu begitu saja.
Saat Leon meninggalkan Aurel yang menunggu Naufal di depan kelasnya, gak sengaja Leon dan Naufal pun saling berpapasan satu sama lain. Naufal pun tersenyum ramah pada Leon, makin tidak dengan Leon. Leon pergi berlalu begitu saja, dengan wajah juteknya.
Naufal yang melihat ekspresi tak sedap itu pun terkejut, sehingga arah pandangannya mengikuti kemana arah pergi Leon yang mengabaikannya begitu saja.
Setelah Leon hilang dari pandangannya, barulah Naufal beralih menatap Aurel penuh tanya.
Leon lagi marah ya sama aku? Ada ada buat salah ya Rel?" Tanya Naufal menggaruk tenguk lehernya sedikit panik.
__ADS_1
"Gak kok, dia lagi nad mood sama aku gara-gara mojokin dia soal Gura" Jelas Aurel.
"Kamu udah selesai?" Tanya Aurel.
"Huh? Oh udah kok, yuk kita balik. Kamu mau mampir makan dimana?" Tanya Naufal.
"Hmm kemana ya? Tempat biasa aja yuk? Lagi BM es telernya," Ajak Aurel.
"Okeyy let's go baby!" Seru Naufal semangat dan meraih tangan Aurel untuk di genggamnya.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Tanpa ada suara usikan dari mana pun itu, ataupun tanpa ada seseorang yang lancang menguping pembicaraan mereka. Baik itu orang yang tak sengaja mendengar, maupun sebaliknya.
"Apa di dalam mobil aja ya ngomongnya?" Nanti Carisa lari? Siapa juga yang ribet, aku juga kan?" Batin Jevano.
"Disini?" Tanya Carisa.
"Iya, kamu suka?" Tanya Jevano.
__ADS_1
"Turun yuk," Ajak Carisa.
Namun secepat kilat, Jevano pun mengunci pintu mobil. Membuat Carisa sendiri pun terkejut, dan sedikit merasa takut.
"Ke...kenapa di kunci?" Tanya Carisa was-was.
"Aku mau ngomong Ca, ada yang pengen aku sampein ke kamu" Jelas Jevano.
"Soal?" Tanya Carisa dengan degup jantung yang sudah tak beraturan bunyinya.
Jevano pun mengumpulkan keberaniannya untuk mengutarakan kata-kata yang sudah di pikirkannya sejak tadi malam, untuk menjelaskan yang sebenarnya pada Carisa.
Mulai dari sial dirinya kapan dapat bisa mengigat kembali, sehingga bagaimana dirinya bisa ingat, dan bagaimana hubungannya yang sebenarnya dengan Yura pada saat ini.
Namun kesalnya, Jevano Meraka kesal pada Yura karena sudah meneleponnya dan merecoki nya di waktu yang sangat tidak tepat. Sehingga Cadua pun, menjadi salah paham dan salah karpah.
"Ngapain dia nelepon kamu terus dari tadi? Gak mau cobak mau angkat?" Tanya Carisa.
"Gak usah, dia gak penting. Aku mau ngomong yang lebih penting sama kamu," Jelas Jevano.
__ADS_1