How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
81


__ADS_3

"Carisa," Panggil Tiara.


"Ya Tante?" Sahut Gadis itu.


"Makasih banyak ya?" Ucap Tiara berterima kasih pada Carisa sambil menarik tangan gadis itu untuk dii genggamnya.


"Tante gak ngerti lagi kamu itu baik banget ke keluarga Tante, terutama Jevano. Padahal Jevano udah berani dan sebrengsek itu ke kamu, ngehancurin masa depan kamu yang udah kamu tata sama keluarga kamu tata dengan baik."


"Makasih banget ya nak? Udah terima anak Tante apa adanya lagi, luangin waktu sibuk kamu untuk ngerawat Jevano. Bahkan kamu masih mau jadi tunangan Jevano," Ucap Tiara panjang lebar sambil menundukkan kepalanya malu menatap Carisa.


Carisa pun mengigit bibirnya binggung, Carisa benar-benar berada di puncak harus merespon seperti apa pada perkataan yang baru saja di ungkapkan oleh Tiara barusan.


"Tante minta maaf... atas segala semua perlakuan Jevano yang gak baik ke kamu... Tante benar-benar merasa bersalah banget, karena gak bisa didik anak Tante. Dan dia gak bisa ngehargain kamu," Ucap Tiara kembali menundukkan kepalanya.


"Tante... Tante gak perlu ngomong gitu ke Carisa, Carisa paham kok gimana perasaan Tante. Tapi tolong jangan kayak gini..." Ucap Carisa merasa tak nyaman di perlakukan seperti itu oleh Tiara.

__ADS_1


"Carisa... Tante udah dengar dari Naufal," Ucap Tiara.


"Naufal? Naufal bilang apa Tante?" Tanya Carisa penasaran.


"Kamu sebenarnya memang beneran pacaran sama Jevano? Sejak kapan?" Tanya Tiara menatap Carisa penuh harap.


"O...oh... itu sebenarnya akal-akalan Carisa aja kok Tante, Carisa sama Jevano sebenarnya gak pernah jadian sama sekali Tante. Sebenarnya hubungan Carisa sama Jevano juga sebelumnya emang tenggang banget setelah kejadian itu Tante, Carisa malu buat hadapan sama Jevano" Jelas Carisa panjang lebar.


"Tapi dengan keadaan kayak gini, maaf Tante. Carisa agak merasa bersyukur, karena Jevano gak ingat sama kejadian malam itu" Lanjut Carisa tertunduk malu.


Tiara pun tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi, dan membawa Carisa ke dalam pelukannya. "Maafin Jevano Ca..." Isak Tiara memeluk Carisa yang juga sedang menahan air matanya.


"Jevano!" Panggil Harus yang baru saja datang bersama dengan Reno.


Haris pun berlari kecil menghampiri Jevano dengan perasaan senang yang luar biasa, lalu memeluk Jevano membuat Jevano merasa risih dengan perlakuan lebay yang diberikan Haris padanya.

__ADS_1


"Aaaaaa akhirnya kamu sadar juga! Aku takut banget tahu gak pas lihat kamu bercucur darah!" Omel Haris melepaskan pelukannya karena Jevano memaksa untuk di lepaskan. "Untung aja kamu masih hidup hish!" Omelnya lagi.


"Makanya Jev! Kalo dilarang jangan, ya jangan di lakuin! Bandel banget! Firasat temen itu emang suka bener, percaya deh" Tambah Reno.


Jevano pun menghela nafasnya kasar, sebenarnya dirinya pun binggung kemana perginya ranah pembicaraan kedua orang yang barus aja menjenguknya barusan.


"Kamu yang namanya Haris kan? Kamu... Reno?" Tanya Jevano tak yakin.


"Aaaa ingatan kamu dah pulih??" Tanya Haris heboh.


Jevano pun menggelengkan kepalanya cepat, membuat Haris dan Reno pun saling bertukar tatap. "Terus kamumx Tanya Reno.


"Carisa, Carisa yang ngasih tahu aku" Jawab Jevano membuat keduanya ber- oh ria saja.


"Eh itu tumben Carisa gak disini? Kamu udah jumpa kamu Mama kamu belum Jev?" Tanya Reno yang mengetahui kalau Tiara selama semalaman tidak berada di rumah sakit.

__ADS_1


"Udah kok tadi, Carisa lagi keluar sama Mama. Kalo Mama Carisa balik ke kantor," Jawab Jevano.


Keduanya pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti, "Kita emang dekat ya?" Tanya Jevano.


__ADS_2