
Hari ini Naufal mengajak Rina untuk bertemu, sekaligus membawa Aurel. Awalnya, Naufal memang segaja tidak memberitahu Rina, kalau Aurel memang juga ikut dengan mereka.
Padahal Rina sudah senang sekali rasanya, karena Rina berpikir. Kalau Naufal ingin makan berdua hanya dengan dirinya saja, padahal nyatanya tidak demikian.
Sayangnya Rina malah sudah bersiap mulai ke salon, bahkan sampai memberi abju baru hanya untuk makan malam bersam Naufal.
Ini juga sebenarnya bukan kemauan Naufal sendiri, tapi ini adalah permintaan kekasihnya. Naufal harus melakukan ini, Karana sungguh dirinya tak ingin rasanya kehilangan orang yang di sayanginya.
Room Chat
Rina :
Fal piginya bareng?
^^^Naufal:^^^
^^^Yah aku udah disini Rin, maaf^^^
Rina :
Yah oke deh
Aku baru mau otw nih
__ADS_1
Maaf ya kalo agak lama
^^^Naufal :^^^
^^^Iya gak papa kok^^^
Rina :
Okey, sebentar ya
read
Rina pun mengerucutkan bibirnya saat mendapati pesannya yang hanya di baca saja oleh Naufal, namun Rina tidak terlalu mempermasalahkan itu dan segera bergegas untuk menemui Naufal.
"Rina chat kamu?" Tanya Aurel dan Naufal pun menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan isi chatnya bersama Rina.
"Aku gak tau Rel, tapi mungkin aku memang gak sadar. Dan segala perhatian yang dia kasih, cara komunikasi dia ke aku, aku anggapnya ya cuma temen. Maaf ya?" Ucap Naufal pada Aurel.
Kamu gak perlu kok minta maaf, aku cuma mau hubungan kita jelas di depan dia. Biar dia tahu diri," Ucap Aurel.
"Maaf kalo aku jahat sama temen kamu yg itu, cuma ini cara satu-satunya buktiin ke dia kalo kamu" Tunjuk Aurel pada Naufal. "Cuma punya aku," kelas Aurel.
Iya sayang, aku cuma punya kamu" Ucap Naufal menggusak sayang rambut Aurel.
__ADS_1
20 menit kemudian.
"Lama banget sih, eh? Itu diaa!" Ucap Aurel dalam hati.
Dengan segera Aurel pun melancarkan aksinya, "Fal aku ke toilet betar ya kengen pipis banget. Ucap Aurel.
"Yaudah jangan lama-lama ya," Ucap Naufal percaya dan di angguki Aurel yang sedang menuju toilet khusus wanita.
Tak lama netra Naufal pun mendapati Rina yang baru saja masuk ke dalam restoran, Naufal pun melambai-lambaikan tangannya saat Rina sedang mencari dimana keberadaan dirinya.
Rina pun tersenyum hangat, saat melihat Naufal yang sedang melambaikan tangan pada dirinya. Aurel pun menggenggam tas miliknya dengan perasan yang gugup," dan segera perlahan dirinya berjalan menuju meja makan mahal Naufal.
"Dia ngalain sih senyum-senyum sama cowo orang! Gatal banget heran," Kesal Aurel.
"Aku lama banget ya?" Tanya Aurel hendak ingin duduk di sebelahnya Naufal, karena di pikirannya makanan dan minuman yang belum di cicipi sistem itu adalah makanan yang segaja dipesankan Naufal untuknya.
"Hai Rina, Tanya Aurel cepat sebelum Rina memasukan pesan menarik kursi
Rina pun melonjak kaget dan melebarkan matanya, "A... Aurel..." Tanya Rina binggung menatap Naufal penuh dengan tatapan tanda tanya.
"Iya Naufal sengaja ngajak diber bertiga, iya kan sayang?" Tanya Aurel sambil memeluk bahu Naufal sayang.
"Ayo duduk dulu Rin," Pinta Najid saat cafenya belum sayang.
__ADS_1
"A... ah... iya.." Ucap Rina langsung menarik kursi untuk di dudukinya.
"Kamu mau makan apa Rin? Nih menunya, nanti kami pesan aja" Ucap Naudal.