How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
164


__ADS_3

"Kalo aku cicip dikit Leon juga gak bakal tahu kan?" Batin Yura karena tutup botol itu memang sudah terbuka dan sepertinya, sudah di minum sebelumnya.


Ini bukan pertama kalinya Yura meminum minuman yang mengandung alkohol, Yura juga di bilang cukup sering meminum alkohol. Di saat dirinya pergi ke klub bersama teman-temannya dan juga Jevano, namun Jevano masih tau sampai mana batasannya.


Beda dengan Yura, yang jika mabuk rasanya ingin sekali menggerayangi tubuh Jevano. Dan untung saja, iman Jevano kuat dan menahan nafsunya.


Dengan rasa yang sangat penasaran itu pun, Yura mengambil gelas wine yang berada di rak piring Leon. Di bukanya tutup botol itu, dan di ruangnya setengah gelas.


"Cuma rasa doang kok, ini pasti gak bakal bikin aku mabuk. Percaya deh!" Ucap Yura lalu menutup botol itu.


Yura pun membawa segelas wine itu, lalu duduk kembali di sofa sambil bermain dengan ponsel miliknya. 10 menit pun sudah berlalu sudah, Yura merasa kepalanya pusing dan mulai melantur tidak jelas.


Yura tidak tahu, kalau angur merah yang di minumnya itu dapat menaikkan libido (nafsu) seorang perempuan jika meminumnya lebih dari setengah gelas wine

__ADS_1


Yura pun menatap pada Leon yang sedang tertidur pulas, dan membuatnya tertawa tidak jelas. Sungguh, Yura sudah gak sadar saat ini karena hasrat seksualnya sangat tinggi.


Dengan langkah yang gontai, Yura pun datang menghampiri Leon yang sedang tertidur lelap. Yura pun duduk di lantai di hadapan Leon, di perhatikannya wajah tampan blasteran indo-jerman milik Leon.


Yura meraba dari mata, hidung, hingga bibir Leon. Karena sudah sangking lelahnya, Leon sama sekali tidak sadar kalau Yura sudah hampir tergila-gila padanya.


Yura pun terkekeh kecil, "Have i eat you tonight?" Ucap Yura memegang pipi Leon.


Dengan perasaan tanpa takut, Yura pun berdiri dari duduknya yang awalnya di lantai. Dan kini berada di atas Leon, dan duduk di atas kedua paha pria itu.


Yura pun tertawa renyah menatap Leon, "Hehe aku bangunin kamu ya?" Tanya Yura menatap Leon sayu


Leon pun melirik pada gelas wine yang berada di atas meja nya, dan melirik dapurnya. "Dia mabuk! ****! Dia minum wine Mama!" Ucap Leon dalam hati hendak bangkit dan menghentikan Yura.

__ADS_1


Yura pun merengek tidak jelas, "Aaaaaaaa gak mau," Rengeknya.


"Apa sih? Gak usah gila ya Ra! Sadar!" Ucap Leon yang berhasil membuat Yura bangkit, dan pindah dari paha Leon.


Leon pun segera bangkit, dan hendak masuk ke dalam kamarnya. Agar Yura tidak mengganggu nya, dan kembali tidur lalu kembali setalah Yura sudah sadar dan tidak di pengaruhi oleh alkohol lagi.


"Et..... gak boleh ihhh" Rengek Yura manja dan memeluk Leon dari belakang.


"Apaan sih Ra...lepasin, gak usah mancing-mancing gini anjir!" Ucap Leon kesal.


"Enggggg" Ucap Yura kembali merengek dan mempererat pelukannya pada Leon.


Leon pun menghela nafasnya kasar, dan membiarkan Yura memeluknya. Setelah Leon merasa tangan Yura melemas, baru lah Leon melepaskan tangan itu dengan paksa. Yura menyadarinya dan dengan gerak cepat, Yura pun tanpa izin mencium leher Leon.

__ADS_1


Hingga membuat Leon putus aja, dan memilih melanjutkannya di dalam kamarnya.


Flashback off.


__ADS_2