
Tak terasa, akhirnya Carisa dan Jevano pun sampai di sekolah. Carisa sendiri pun tak sadar kalau sudah sampai di sekolah, karena asik bercerita dengan Jevano.
Ah iya, Carisa juga sudah melupakan kejadian yang terjadi tadi malam padanya. Walaupun Carisa merasa sedikit takut, tapi Carisa akan merasa sangat makan kalau dirinya berada di dekat Jevano.
Begitupun juga dengan Jevano, sebelum Jevano menjemput Carisa. Tiara sudah mewanti-wanti anak lajangnya, untuk tidak menanyakan bagaimana perasaan Carisa soal tadi malam.
Tentu saja, tujuannya agar Carisa melupakan e
kejadian itu. Namun, nyatanya itu sulit di lupakan bagi yang mengalaminya.
"Lihat deh Rin, itu Carisa nempel-nempel terus ke Jevano" Ucap Lia mengompori Rina.
"Rina pun melihat Jevano dan Carisa yang sedang bersama bersama untuk menuju kelas Carisa, tentu saja Jevano mengantar Carisa ke dalam kelas gadis itu.
Padahal Carisa sendiri sudah bilang ke Jevano, supaya tidak mengatakannya ke kelas namun Jevano memaksa.
Rina yang sedang dalam mood yang baik di pagi hari itu pun langsung berdecak sebal, apalagi saat kehadiran Carisa. Jevano selalu bersama gadis itu, dan Jevano juga datang ke sekolah dan pulang bersama Carisa.
"Menyebalkan sekali!" Batin Rina.
Rina pun tanpa berpikir dua kali langsung menghampuri Jevano dan Carisa yang sedang berjalan bersama, hingga membuat Nabila dan juga Lia saling tatap satu sama lain.
"Hai Vano, Carisa pagi!" Sapa Rina ceria dan ramah.
"Eh?" Kaget Jevano saat Rina tiba-tiba saja merangkul lengannya dan juga Carisa.
Posisinya sekarang Rina berada di tengah antara Jevano dan Carisa.
Paham kan?
Oke lanjut.
Tidak biasanya, pikir Jevano.
Karena dari apa yang di lihat Jevano, kepribadian Rina ini sedikit berubah dan menjadi lebih friendly pada orang-orang yang berada di sekitarnya.
Rina yang dulu tidak terlalu memperdulikan orang lain, dan bahkan tidak banyak bicara seperti saat ini.
Bisa di bilang, Rina menyapa di pagi hari itu adalah hal yang paling langka.
__ADS_1
Dan dalam beberapa hari terkahir ini, sebanrnya Jevano menyadarinya kalau Rina seperti tidak alngsung mendekatinya secara terang-terangan.
"Hai juga Rin," Sahut Jevano membuat Carisa mendelikkan matanya malas.
"Bermuka dua!" Batin Carisa dalam hati.
"Apasih pegang-pegang?! Aku gak suka!" Ucap Carisa kesal lalu alngsung meninggalkan Rina dan Jevano begitu saja.
Jevano dan Rina pun terkejut, dan langsung menghentikan langkah kaki mereka bersamaan. Jevano binggung, ada apa dengan gadis itu? Pikir Jevano aneh.
Sedangkan Rina? Oh jangan tanya, Rina bahkan sudah bersorak riang di dalam hatinya kesenangan. karena Carisa merasa kesal padanya di pagi hari begini, dan mereka impas sekarang pikir Rina.
Sama-sama tidak mood, haha.
Rina pun tersenyum miring saat menatap kepergian Carisa, dan tentu saja Rina senang sekali karena Jevano tidak mengejar gadis itu.
"Loh? Carisa kenapa? Carisa gak suka ya sama aku No?" Tanya Rina memasang raut wajah sedihnya.
Jevano pun menghela nafasnya kasar, lalu melepaskan tangan Rina yang mangaet lengan tangannya.
"Maaf in Carisa ya? Carisa lagi badmood mungkin," Cicit Jevano dan Rina pun menganggukkan kepalanya dan menundukkan kepalanya.
"Ngeri juga ya Nab, anak model kayak Rina jatuh cinta terus jadi jahat gitu" Ucap Lia asal.
Iya Li, aku juga kok rada serem gitu ya lihatnya? Yura emang ganas sih, tapi please ini dia pintar banget aktingnya. Bisa sampai gak kelihatan gitu..." Heboh Nabila takut sendiri saat melihay Rina yang tiba-tiba berubah menjadi orang lain.
Padahal Lia dan Nabila sendiri lah, yang mendorong Dina untuk menjadi seperti itu.
"Siapa?" Tanya Naufal di belakang Lia dan Nabila hingga membuat kedua gadis itu tersentak terkejut.
"Eh? Naufal?" Pekik Lia.
"Siapa? Kalian lagi ngomongin Rina kan?" Tanya Naufal dengan tatapan menyelidik.
Siapa bilang kalau Lia dan Nabila tidak tahu bagaimana kedekatan antara Naufal dan juga Rina? Tentu saja mereka tahu itu.
Hingga membuat Nabila dan Lia menelan ludahnya kasar dalam-dalam, saat Naufal bertanya pada keduanya.
"E... engga kok Gak, kamu salah dengar kali iya kan Li? Udah ah... kita mau ke kelas dulu, deluan ya Fal" Pamit Nabila langsung menarik tangan Lia.
__ADS_1
Naufal mendelikkan matanya malas, "Dasar! Kayanya aja temenan, tapi main belakang" Cicit Naufal pelan saat melihat Nabila dan Lia yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Oi Naufal!" Panggil Reno hingga membuat si pemilik nama pun menoleh ke belakang.
Naufal tidak menyahut sama sekali, Karana dirinya melihat Reno yang sedang berjalan menuju padanya. "Kenapa?" Tanya Naufal saat Reno sudah sampai di hadapannya.
"Aku lihat Aurel barangkat sama Leon tadi, kalian udah baikan?" Tanya Reno.
"Biarin," Sahut Naufal ketus dan langsung meninggalkan Reno begitu saja, Reno pun melongo melihat respon dari sahabatnya.
"Lah dia udah tahu?" Batin Reno.
"Ya elah, panjang amat dah buset umurnya. Baru aja di omongin langsung muncul, pantas aja langsung pergi si Dugong" Cicit Reno saat melihat Aurel dan Leon yang sedang berjalan bersama menuju gedung sekolah.
"Eh Aurel bareng Leon lagi nih, udah lama ya gak lihat kalian bareng-bareng lagi" Sapa Reno ramah dan Aurel pun hanya tersenyum saja begitu pun juga dengan Leon.
Aurel dan Leon pun langsung melongos begitu saja, sama seperti Naufal yang pergi meninggalkan Reno tanpa pamit. Hingga membuat mood Reno jadi berantakan, dan mendelikkan matanya malas.
"Oi Reno! Tumben?! Gak" Ucap Haris meninggikan suaranya, namun di potong oleh Reno terlebih dahulu.
"Malas!" Jawab Reno langsung meninggalkan Haris yang sedang berjalan menuju padanya dan berjalan dengan cerianya.
"Lah buset?!" Gerutu Haris kesal.
...🐈⬛🐈⬛🐈⬛...
"Ca," Panggil Aurel dan Carisa pun menoleh saat Aurel memanggil namanya.
"Kamu kenal gak sama Leon?" Tanya Aurel membuat Carisa menggerutkan keningnya binggung dan menggelengkan kepalanya.
"Siapa emangnya?" Tanya Carisa penasaran dan lupa-lupa ingat, karena sejujurnya Carisa sedikit tidak asing dengan nama itu.
"Sepupu aku, anaknya Kakak Papa ku Ca" Jawab Aurel.
Carisa pun menghela nafasnya kasar, "Yakan aku gak tau kalau nama sepupu kamu itu Leon Aurel" Gerutu Carisa.
"Lah? Tapi si Leon itu kenal kamu kayanya. Jadi ku kira kalian kenal gitu, katanya juga kalian pernah kpapasan terus kenalan di parkiran. Dia sekolah disini kok," Jelas Aurel membuat Carisa tampak sedang berpikir.
"Kamu lagi gak mood banget ya? Atau pms?" Tanya Aurel.
__ADS_1