How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
71


__ADS_3

"Hai? Haris, Naufal, Reno, Aurel" Sapa Yura.


"Hai,"Jawab ketiganya biasa saja kecuali Haris. "Kapan sampai sini Ra?" Tanya Haris sok ramah.


Yura pun tersenyum manis, dan berpikir kalau teman-teman Jevano ternyata masih menerima akan keberadaannya. "Tadi malam, tapi aku nanti malam mau terbang lagi ke Paris" Jelas Yura.


"Aku kesini cuma mau lihat Jevano aja," Ucap Yura menatap Jevano yang sedang terbaring lemah di brangkar.


Mereka pun hanya mengangguk-angguk kepalanya mengerti. Padahal dalam hati, kesal juga melihat Yura yang tiba-tiba saja datang.


Carisa pun membuang wajahnya asal, "Apa aku bakal kalah saing sama dia?" Batin Carisa.

__ADS_1


"Boleh gak? Aku bicara sebentar sama Jevano? Berdua, aku tahu ini gak mungkin banget buat bicara" Ucap Yura di potong langsung oleh Carisa.


"Iya silahkan, ngerti kok. Yuk kita keluar dulu," Ajak Carisa pada yang lainnya dan Carisa tanpa babibubebo langsung keluar dari kamar inap Jevano.


"Ck kamu kenapa bawa dia sekarang sih? Kenapa gak pagi aja? Bolos sekolah!" Bisik Aurel kesal pada Leon.


"Apa salahnya sih Rel, lagian sama aja kan? Tante Tiara sama Carisa juga di rumah sakit kalau pagi" Jawab Leon.


"Ck, Carisa aja kelihatan biasa aja tuh, kenapa kamu yang heboh sih?" Bisik Leon.


"Iya! Kelihatannya kan? Kita kan gak tau gimana perasaan Carisa pas ngelihat Yura yang sok demi-demian jenguk Jevano sampe relain waktunya terbang dari Paris ke Indonesia pulang pergi," Omel Aurel berbisik pelan.

__ADS_1


"Eh Caa," Panggil Haris.


"Ris aku cantik gak?" Tanya Carisa tiba-tiba membuat Haris pun menjadi mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali.


Yura pun berjalan mendekati brangkar Jevano, dan menarik kursi disana lalu duduk disebelah Jevano. "Hello babe, i back to you... tunggu aku sebentar lagi ya? Akhir semester ini aku udah selesai Jev. Aku panik banget pas tahu berita dari Leon kalau kamu kecepatan dan sampai sekarang belum juga sadar, aku khawatir banget serius."


"Jadi aku sempatin waktu aku yang kosong buat jenguk kamu kesini, kabar aku jangan di tanya ya? Aku lumayan baik kok, semuanya juga baik-baik aja. Sekolah aku juga udah mau selesai disana, kamu juga tahu. Aku janji bakal balik lagi ke kamu Jev, kamu tunggu aku ya?" Ucap Yura meneteskan air matanya sambil menggenggam tangan Jevano.


"Jev... kamu cepat bangun ya? Aku gak sanggup lihat kamu kayak gini, aku mau kamu aktif lagi, gak kayak gini. Aku kangen banget sama suara kamu, apalagi pas kamu bilang selamat pagi buat aku setiap hari. Tapi semenjak kamu kenal perempuan itu kayaknya udah gak pernah lagi ya? Ada sih sesekali, tapi gak sesering dulu."


"Jev asal kamu tahu, sampai sekarang aku masih belum bisa lepas dari kamu. Well aku akui di cantik, baik hati juga sama kayak apa yang di ceritain sama Leon ke aku. Leon juga tertarik sama dia, tapi aku harap. Aku masih punya kesempatan ya buat balik ke kamu lagi?"

__ADS_1


"Aku belum ketemu sama Mama kamu, aku belum siap ketemu Tante Tiara. Mungkin nanti, on your birthday party. Aku usahain datang..." Ucap Yura sambil memegang erat tangan Jevano.


__ADS_2