How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
162


__ADS_3

"ishhh! Awas! Aku jepit nih ya Lin kaki kamu!" Omel Aurel kesal dan berapi-api.


"Gak, aku bukan mau ngomong minta maaf sama kamu. Kamu belum makan, makan sekarang" Ucap terdengar tanpa terbantahkan.


"Sejak kapan kamu jadi perhatian gini? Awas Lin ih!"" Teriak Aurel.


"Yaudah kalo kamu gak mau makan, biarin aku masuk. Kamu salah paham. Jangan gampang salah paham deh Rel, biar aku jelasin kejadian sebenarnya gimana. Cuma kamu saudara yang aku punya, jangan kayak gini. Aku gak mau kita ribut gara-gara masalah ini," Jelas Leon.


Aurel pun menghela nafasnya kasar, dan mengizinkan Leon untuk masuk ke dalam kamarnya. Leon pun menutup pintu dengan kakinya, dan Aurel pun duduk di kursi tangan yang ada di dalam kamarnya.


"Apa?" Tanya Aurel jutek.


"Sambil makan ya cantiknya abangg" Ucap Leon sambil menuruni makanan dan air minum dari atas nampan.


"Ck apaan sih"


"Makan dulu, aku cerita sambil kamu makan" Ucap Leon.


Aurel pun menurut, walaupun senangnya dirinya sangat kesal pada Leon. Lagipun, dirinya memang sudah lapar sejak tadi.


"Yaudah cerita," Ucap Aurel saat dirinya sudah menyentuh nasinya.

__ADS_1


"Yang kamu dengar soal aku sama Yura bener kok Rel, aku sama dia emang udah punya anak. Namanya Tara, ponakan kamu" Ucap Leon.


Flashback


Tok tok tok


Yura mengetuk pintu mobil Leon, Leon awalnya sama sekali tidak bergeming. Namun setelah ketiga kalinya Yura mengetuk kaca mobilnya dengan heboh, baru lah Leon yang sedang hanyut di dalam mimpi indahnya.


Terpaksa tebangun, karena terusik dengan kebisingan yang di berikan Yura.


"Astaga... Yura" Gumamnya dan terpaksa membukakan kaca mobil.


"Boleh gak aku masuk?" Tanya Yura.


"Yaudah masuk aja," Ucap Leon membukakan kunci mobilnya.


"kamu gak di cariin sama Jevano memangnya? Bukannya ini jam kalian keluar terus ya?" Tanya Leon saat Yura baru aja masuk dan menutup pintu mobil Leon dengan lembut.


"Engga, dia sibuk terus akhir-akhir ini. Dia cuekin aku, jadi aku malas sama dia" Jawab Yura kesal dan menyilangkan tangannya di depan dadanya.


"Kan udah aku bilang kamu itu putus aja sama dia, sini sama aku aja. Aku bisa ngasih apapun buat kamu lebih dari apa yang Jevano kasih ke kamu, bahkan waktu aku bakal luang terus buat kamu. Karena aku gak sok sibuk kek dia," Ucap Leon.

__ADS_1


"Mau keluar gak?" Tanya Leon.


"Bebas, ayo aja. Aku juga lagi suntuk banget," Jawab Yura.


"Oke, bakal aku buat hari ini kamu lupa sama Jevano Yura Hamidana" Ucap Leon.


"Kamu gak bakal bisa jadi dia Leon," Jawab Yura terus terang.


Leon pun mengindikkan bahunya,"Well who know," Jawab Leon.


Yura sengaja meninggalkan Jevano, yang sedang sibuk dengan persiapan perlombaan debat yang akan di ikutinya 3 hari lagi. Yura dan Jevano tadinyavjuga sempat bertengkar sebentar, sebelum Yura pergi memilih untuk menemui Leon yang kebetulan masih berada di pakiran sekolah.


Yura marah pada Jevano karena dalam 1 bulan belakangan ini, Jevano tidak memiliki banyak waktu untuk berduaan dengannya. Ah tidak, maksudnya Yura ingin membelanjakan uang Jevano. Dan 1 bulan ini pun, Yura mendekati Leon karena tahu Leon menyukai nya dan kaya.


Tidak.


Leon sama sekali tidak berniat untuk mendekati Yura, Leon hanya bermain-main saja dengan Yura karena cantik dan matrek.


"Kamu mau kemana? Aku capek, pengen istirahat. Atau kamu mau nyetir? Bisa kan?" Tanya Leon.


"Aku gak bisa nyetir, mau tidur di hotel aja gak?" Tanya Yura.

__ADS_1


__ADS_2