How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
174


__ADS_3

Jevano menarik nafasnya dalam-dalam, dan menarik tangan Carisa untuk di genggamnya. Carisa pun melihat bagaimana Jevano menarik tangannya, sehingga dia bola mata mereka pun saling bertemu. Jevano juga menatap Carisa dengan dalam, sehingga membuat jantung Carisa pun rasanya ingin terbang ke langit ke 7.


"K... kamu mau ngomong apa?" Tanya Carisa.


"Ca makasih..." Ucap Jevano.


"Huh? Makasih apa?" Tanya Carisa.


"Makasih udah mau nerima segala kekurangan ku, udah mau nemenin aku sampai sekarang. Dan aku harap, ini akan seterusnya sampai rambut kita berdua memutih, gigi ompong, pokoknya sampai tua terus sama terus sama kamu" Ucap Jevano.


Carisa pun terkekeh pelan saat Jevano mengatakan kalo dirinya ingin bersamanya sampai gigi mereka ompong, "Kamu random banget deh, iya aku juga makasih ya. Aku mau kok sampe gigi ompong terus sama kamu," Jawab Carisa membuat Jevano mengukir senyum indah di wajahnya.


"Aku bangga punya perempuan yang aku cintai seperti kamu Ca, aku merasa sempurna kalo di samping kamu. Aku gak bakal bisa berhenti buat ngucapin terima kasih sama kamu, kamu yang ngubah hidup aku jadi lebih baik kayak skerang ini."

__ADS_1


"Aku rasa mungkin Mama atau Aurel juga pasti udah cerita gimana gelapnya aku dulu, mungkin Haris sama Naufal, Reno juga pasti ada ngomong ke kamu" Jelas Jevano.


"Ca... aku tau aku salah, aku tahu aku salah karena gak bilang ini terlebih dahulu ke kamu. Tapi aku takut Ca, aku takut kehilangan kamu kalo aku ngomong yang sebenarnya ke kamu."


"Aku gak mau kamu pergi dari hidup ku lagi Ca, aku hampa banget rasanya. Aku bakal berantakan banget kalo kamu tinggali aku," Jelas Jevano lagi.


Dahi Carisa pun mengerut binggung, "Kamu gak bilang aku apa?" Tanyanya.


"A.. aku udah ingat semuanya," Jawab Jevano.


"Iya Ca... aku udah ingat semuanya, aku ingat gimana awal kita kenalan sampai kita bisa bareng kayak gini" Jawab Jevano memperjelas.


"Sejak kapan Jevano? Kenapa kamu baru bilang aku sekarang?" Tanya Carisa.

__ADS_1


"Kamu ingat gak pas aku masuk rumah sakit? 2 Minggu entah 1 Minggu yang lalu aku lupa, pokoknya itu dekatan sama hari ulang tahun aku."


"Maaf tadi aku bohong soal Yura, nanti aku bakal jelasin soal hubungan aku yang sekarang sama dia. Tapi aku mau jelasin dari awal dulu supaya gak berbelit," Ucap Jevano yang ingin menuturkan yang sebenarnya secara berturut-turut, sesuai dengan rencana yang sudah di pikirkannya tadi malam.


Perlahan Carisa pun menarik tangannya dari tangan Jevano, Jevano pun mengerti dan tidak memaksa Carisa. Karena Jevano pun berpikir, kalau Carisa pasti sudah kecewa padanya.


"Selama itu kamu tutupin ini dari aku Jevano?" Tanya Carisa.


"Maaf Ca, aku gak mau kamu jadi jutek ke aku. Apalagi menghindar dari aku, gak kayak gini lagi ke aku. Aku bener-bener takut Ca... aku tahu disini aku egois banget, dan gak sepantasnya aku kayak gini. Gak seharusnya aku bohong sama kamu soal ini Ca," Ucap Jevano dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tapi... kamu.... hiks.... Aku gak tahu, aku benci sama kamu Jev" Ucap Carisa menatap pria itu.


"Maaf Ca," Ucap Jevano menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Maafin aku, aku takut Ca. Aku takut gimana kalo nanti kamu bakal pergi dari aku, aku gak sanggup. Aku pengen terus sama kamu, kamu udah ngasih pola yang warna-warni disetiap sudut hari aku Ca," Ucap Jevano.


"Tapi ini salah Jev..." Lirih Carisa.


__ADS_2