How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
11


__ADS_3

"Aku gak punya nomornya, kamu punya nomor telepon Jevano gak Rel?" Tanya Carisa.


"Carisa!" Panggil Jevano membuat Aurel dan Carisa menoleh.


"Wah..." Gumam Aurel.


"Hai Aurel," Sapa hgano ramah yang memang memganal Aurel cukup dekat, tapi dulu.


"Halo Jevano," Sapa Aurel juga membuat Jevano sedikit kaget, dengan sikap Aurel kali ini.


"Carisa ayo!" Ajak Jevano.


"Oh iya ayo, Aurel kamu?" Tanya Carisa.


"Gak papa Ca, deluan aja. Aku di jemput sama supir aku kok," Jawab Aurel benar adanya.


"Ah oke, kalo gitu aku deluan ya!" Ucap Carisa pamit dan meninggalkan Aurel.


"Temenan sama Aurel?" Tanya Jevano.


"Iya, kenapa?" Tanya Carisa.


"Gak ada nanya aja, hari ini mau main ke rumah ku bentar gak?" Tanya Jevano.


"Ngapain?" Tanya Carisa.


"Aku sama teman-teman mau kerja kelompok dulu bentar di rumah, nanti kalo udah selesai rencananya aku mau ngajak kamu keliling-keliling kota. Mau gak?" Tanya Jevano.


"Boleh?" Tanya Carisa menghentikan langkahnya, begitupun juga dengan Jevano.


"Boleh, mau kan? Tapi kita mampir ke minimarket dulu buat beli camilan sama minuman," Jelas Jevano.


"Oke ayo!" Sahut Carisa semangat dan berjalan lebih dulu dari Jevano, Jevano pun mengangkat senyum di ujung bibirnya.


Di minimarket.


"Mau makan apa?" Tanya Jevano.


"Aku?" Tanya Carisa dan Jevano pun menganggukkan kepalanya pasti.


"Hmm apa ya? Kamu suka apa?" Tanya Carisa.


"Kok nanya aku? Kamu mau apa?" Tanya Jevano.


"Lihat-lihat dulu yuk!" Ajak Caira sambil mengambik keranjang belanjaan.

__ADS_1


"Ambil aja sepuasnya, aku yang teraktir" Ucap Jevano membuat Carisa senangnya bukan main.


"Serius?" tanya Carisa heboh dan Jevano pun menganggukkan kepalanya.


"Oke! Jangan nyesal ya Jevano! Hehe," Ucap Carisa langsung meluncur.


"Eh btw aku boleh ambil apa aja kan? Bebas kan?" Tanya Carisa.


"Iya ambil aja, 10 keranjang juga gak papa asalkan di makan. Pilih aja, aku mau ambil Snacks buat teman-teman aku dulu," Ucap Jevano mengambil satu keranjang lagi untuk tempat camilan teman-temannya.


"Aaaaaa makasih Jevano! Terbaik!" Puji Carisa langsung mengambil camilan favoritnya tanpa perlu memikirkan uang sakunya.


Setelah keduanya merasa cukup, akhirnya Carisa dan jevano pun memutuskan untuk ke kasir. Dan membayar semua makanan, yang ingin mereka beli.


"Kamu suka es krim?" Tanya Jevano melihat isi keranjang Carisa yang terdapat tiga mangkok es krim dan Carisa pun menganggukkan kepalanya.


"Nanti kira-kira meleleh gak ya? Rumah kamu masih jauh gak dari sini?" Tanya Carisa.


"Engga kok, 10 meter lagi. Nanti langsung letakkin di kulkas rumah aja," Jelas Jevano.


Drtt drtt drtt


"Eh bentar, ini kamu bayar dulu ya aku mau jawab telepon" Ucap Jevano memberikan dompetnya pada Carisa dan keluar dari minimarket itu.


"Totalnya 763 Mbak," Ucap penjaga kasir itu.


Carisa pun menelan air liurnya dalam-dalam, lantas Carisa pun membuka dompet Jevano. Carisa melihat ada beberapa lembar uang merah dan biru, disana dan beberapa uang receh.


"Wah gila, bawa uang berapa nih anak ke sekolah?" Batin Carisa.


Jevano pun. masuk setelah Cairan hendak keluar, dan Jevano pun membukakan pintu minimarket itu untuk Carisa. Karena kedua tangan Carisa di penuhi dengan 4 kantong plastik belanjaan mereka.


"Eh Vano bawanin dong!" Pinta Carisa merengek.


"Ck, manja!" Goda Jevano tapi tetap mengambil alih 4 kantong plastik berat itu.


Carisa pun mendengus saat Jevano menyebutnya manja, padahal Carisa merasa berat membawa makanan seperti itu. Carisa jadi merasa sedikit kesal, tapi tak apa karena makanan itu juga di belikan oleh Jevano pikirnya.


"Ayo naik!" Suruh Jevano.


"Kamu bisa bawanya? Sini aku pengang in di belakang," Saran Carisa.


"Nanti kalo kamu yang pegang in terus kamu pasti gak pegang an malah jatuh, yang repot siapa? Aku kan? Terus nanti pasti aku juga di omelin sama Mama," Jawab Jevano.


"Yang mau mengangin semua juga siapa? Aku cuma mau pegangin punya aku sini!" Ucap Carisa langsung memindahkan tas ranselnya ke depan dan membuka tasnya.

__ADS_1


Carisa pun mengambil alih satu kantong plastik yang berisi jajanannya, Carisa juga memasukkan miliknya ke dalam tasnya dan memisahkan 3 es krim ke plastik lainnya.


"Kenapa di masukin ke dalam tas? Kan berat?" Tanya Jevano.


"Udah deh kamu diam! Ini aku masukin ke tas supaya kamu gak susah bawa motornya! Ntar kalo kita jatub barengan gimana? Yang repot siapa? Kamu kan?" Tanya Carisa kesal dan mengulang ucapan Jevano barusan padanya.


"Ck!" Ucap Jevano mendengus kesal, lalu Jevano pun mengikuti Cariss dan memasukkan beberapa camilan yang sekiranya muat, untuk masuk ke dalam tasnya. Dan sisanya, tetap di baikannya di dalam plastik.


"Carisa, siniin es krimnya" Ucap Jevano mengadakan tangannya pada Carisa.


"Mau ngapain?" Sewot Carisa.


"Kamu gak mau kan itu es krimnya nanti jatuh gara-gara kamu pegang kayak gitu? Nanti kalo kamu ikut jatuh, yang repot juga siapa?" Tanya Jevano lagi membuat Carisa memajukan bibirnya dan Jevano pun terkekeh pelan melihat itu.


"Ya udah iya!" Ucap Carisa memberikan es kirim miliknya pada Jevano dan Jevano pun memasukkan es kirim itu ke dalam plastik.


"Ya udah cepat naik! Teman-teman aku udah di rumah," Ucap Jevano dari Carisa pun menurut.


Di rumah Jevano.


"Nah ini dia nih! Lama banget gila!" Ucap Haris kesal sambil menyambut plastik kantongnya Jevano.


"Mom dikit sih No?" Tanya Reno yang tak tahu malu.


"Nih!" Ucap Jevano memberikan tas ranselnya pada teman-temannya.


"Wah ada es krim nih!" Ucap Haris semangat dan hendak mengambil es krim itu.


"Eh itu punya aku!" Ucap Carisa langsung berjalan mendekat pada Haris dan mengambil 3 mangkok es krim miliknya.


"Loh tiga-tiganya punya kamu?" Tanya Haris sewot.


"Iya kenapa emangnya?" Tanya Carisa tak senang.


",Kamu kan ada tiga, kasih aku satu dong!" Pinta Haris.


"Kamu gak usah malu-maluin ya Ris, kayak orang gak punya uang aja! Gak mampu beli es krim kamu?" Tanya Naufal.


"Tau tuh, malu-naluin banget dah!" Sahut Lia yang memang sudah berada disana.


Sebenarnya yang satu kelompok sama Jevano itu hanya Rina, Lia, Naufal, dan Reno saja. Kalo Haris, hanya ikut kemana saja komplotannya itu pergi. Soalnya tugas kelompok dia sudah selesai, makanya Haris ikut gabung sama Jevano dan juga yang lainnya di rumah Jevano.


"Iya deh iya!" Ucap Haris pasrah dan mengamb camilan lain untuk di makannya.


"Carisa kamu mau disini? Atau di kamar tamu dulu?" Tanya Jevano membuat Rina sedikit kesal.

__ADS_1


__ADS_2