How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
141


__ADS_3

"Jadi gimana menurut kamu Ca? Aku tau iya Naufal memang anggap Rina temennya. Tapi Rina? Dulu juga aku sama dia awalnya temen kan? Kamu sama Jevano juga awalnya juga temen kan? Sekarang?" Tanya Aurel.


"Hmm gimana ya aku jawabnya, Rina itu gak konsisten banget kalo mau suka sama orang. Bukannya dia semalam sukanya sama Jevano ya?" Tanya Carisa.


"Dia suka sama Jevano sama Naufal," Jawab Aurel. "Tapi karena mungkin Jevano gak terlalu perduli sama Rina. Jadi rasa suka Rina lebih dalam ke Naufal, aku takut aja Ca. Gimana nanti lama-lama Naufal yang awalnya emang gak suka sama Rina sama sekali, terus jadi nyaman."


"Terus ntar mereka main belakang di belakang aku? Atau mungkin bisa aja nanti Naufal ninggalin aku gitu aja, mereka juga sering bareng. Rina sama Naufal itu udah sohib banget soalnya," Jelas Aurel panjang lebar.


"Wajar kamu berpikir sejauh itu Rel, tapi kan gak sepenuhnya salah Naufal kan ya? Toh Naufal juga kan bisa aja gitu kepaksa, gimana kalo kamu sama Naufal nih duduk berdua. Terus kalian ngomong, tanya gimana kronologi nya."


"Supaya kamu gak nyimpulkan sendiri kayak gini, kalo emang dia mau lanjut yaudah lanjut. Tapi dengan satu syarat, Naufal harus bisa jaga jarak sama Rina. Minta Naufal bilang ke Rina juga, gimana perasaan Naufal sebenarnya kalo lagi di dekat Rina. Dan jelasin kalo dia cuma anggap Rina temennya aja gak lebih," Saran Carisa.


"Tapi Naufal itu gak paham Ca, dua gak percaya kalo Rina suka sama dia" Jelas Aurel.

__ADS_1


"Kayaknya kamu butuh temen-temennya Naufal gak sih? Haris atau Reno? Atau Jevano? Mungkin?" Saran Carisa.


"Buat apa?" Tanya Aurel.


"Ya mereka kasih paham aja ke Naufal, ngejelasin gimana sebenarnya pendapat mereka soal Rina ke Naufal. Kayak kasih wejangan gitu ke Naufal," Ucap Carisa.


Aurel pun menggaruk tengkuk lehernya, "Sebenarnya Haris nelepon aku sih tadi malam Ca" Jawab Aurel jujur.


"Teleponnya kamu angkat?" Tanya Carisa. "Kalian tuh lucu banget deh, sama-sama butuh Haris deh kayaknya. Pasti Naufal tuh yang suruh Haris telepon kamu," Ucap Carisa terkekeh geli.


"Hahaha udah udah, jadi gimana? Mau aku yang bilang ke Haris? Atau kamu aja?" tanya Carisa.


"Aku aja deh... nanti habis kelas jam pertama aku chat Haris, makasih ya Ca. Lega deh jadinya kalo udah cerita kayak gini, langsung ketemu sama solusinya" Ucap Aurel memeluk Carisa bangga.

__ADS_1


"Iya Rel, kayak sama siapa aja deh heran" Ucap Carisa membalas pelukan Aurel.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Caa" Panggil Jevano menghampiri Carisa yang sedang duduk bersama Aurel di kantin sekolah.


"Ck! Kenapa Jev? Kamu baru keluar kelas?" Tanya Carisa membuat Jevano menganggukkan kepalanya.


Jevano pun memahami alasan mengapa Aurel celingak-celinguk, pasti ta mencari dimana keberadaan Naufal.


"Cari Naufal kan kamu Rel?" Tanya Jevano membuat gadis itu menatapnya. "Tumbang tuh dia, tadi malam minum-minum mikirin kamu" Jelas Jevano.


"H..huh?" Kager Aurel bukan main. "Ka..kamu bercanda kan Jev?" Tanya Aurel.

__ADS_1


Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Gak kok. Kau gak bohong, orang tadi malam aku yang jemput dia di bar. Bukan malah sih, tadi pagi jam 4 subuh" Jawab Jevano.


"Kamu kemana pagi-pagi? Kenapa gak ada pamitan sama aku dulu?" Tanya Carisa protes.


__ADS_2