
"Oh iya Om Tante ini ada oleh-oleh dari bunda" Ucak Nino memberikan paper bag yang sejak tadi berada di dalam genggamannya.
"Wah makasih banyak lo," Ucap Ayu tersenyum ramah.
"Makasih ya Jino, next time kita ngobrol bareng lagi. Main bowling deh, udah lama juga kan?" Ajak Saka.
"Hehe iya Om," Jawab Jino kikuk.
"Ma Pa udah deh basa-basinya udah cukup, Carisa mau ketemu bunda Jino dulu" Ucap Carisa langsung menyalami kedua orang tuanya.
"Buru-buru banget sih Ca, Jino aja baru sampai tuh" Ucap Ayu.
"Tau nih," Tambah Saka.
"Biar pulangnya gak ke malaman, besok sekolah" Jawab Carisa.
"Yuk Jinn" Ajaknya.
"Om, Tante pamit ya... Jino izin bawa Carisa ke bunda dulu" Ucap Jino sopan.
"Iya Jino bawa aja, gak di pulangin juga gak papa. Jual aja sama Om Om," Canda Saka.
"Papa ih!" Kesal Carisa
__ADS_1
Lantas Jino dan Carisa pun segera masuk ke dalam mobil Jino, tidak lupa Jino mengelekson sebelum pergi dan membukakan jendela mobilnya untuk pamit lagi kepada kedua orang tua Carisa.
"Untung ya Pa Carisa udah putus sama Jino, Mama kurang setuju ngelihat Papanya yang egois itu. Kalo Nela Mama sih oke oke aja," Jelas Ayu mengambil kursi untuk duduk disebelah suaminya.
"Iya sih, tapi kalo di bandingkan. Papa lebih suka Jino daripada Jevano, boleh gak sih Ma Tiara tukar anaknya jadi Jino aja?" Canda Saka.
"Gak lucu deh Pa," Kesal Ayu.
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
Carisa baru saja menginjakkan kakinya di apartemen Jino, dan saat ini keduanya sudah berada di depan pintu apartemen Jino. Jino pun baru saja memencet pada tombol yang ada di pintu, dan memasukkan password apartemen miliknya.
Ting!
Apartemenbya pun langsung terbuka, Carisa langsung di sambut hangat oleh pelukan Nela bunda Jino.
"Hehe iya Bun, Carisa juga nihh" Jawab Carisa.
"Oh iya Bun, ini dessert mangga buatan Carisa sendiri hehehe" Ucap Carisa cengar-cengir memberikan paper bag berisikan dessert mangga kesukaan Nela.
"Wah kamu tahu aja ya apa yang Bunda suka," Ucap Nela menyentil hidung Carisa pelan.
"Yuk sini masuk dulu," Ajak Nela.
__ADS_1
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
"Tumbenan kamu balik cepet?" Tanya Deri terheran-heran saat .eonat Jevano yang sedang berada di dapur, untuk mencari camilan.
"Loh Papa? Papa juga tumben seharian di rumah," Ledek Jevano.
"Kamu ya!" Omel Deri.
"Hehe," Cengirnya. "Mama mana Pa?" Tanya Jevano.
"Mama kamu arisan di tempat Bu Bianca," Jawab Deri.
"Papa ko gak ikut?" Tanya Jevano ngasal.
"Ngapain juga papa ikut, mending Papa turu aja di rumah" Jawab Deri.
"Eh kamu ya, belum jawab Papa. Kenapa pulang cepet?" Tanya Deri lagi.
"Ck! Papa pulang lama salah, pulang cepet juga salah. Terus anaknya maunya gak pulang-pulang aja gitu," Omel Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya.
Lalu Jevano pun menghampiri Deri yang sedang duduk di kursi makan, sambik berkutik dengan laptop dan beberapa laporan perusahaan yang terletak di meja makan itu.
"Yakan kamu biasanya jam segini gak pernah di rumah, hobinya keluyuran gak jelas. Tapi Papa seneng kamu bisa tinggalkan kebiasaan buruk kamu itu," Ucap Deri.
__ADS_1
"Hmmm Pa," Jawab Jevano.
"Gak pergi main dulu tadi sama Carisa? Makan kek apa gitu, ngemall atau jalan-jalan" Tanya Deri.