How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
156


__ADS_3

"Hahaha see? kamu masih ada simpan rasa kan pasti sama aku? Buktinya kamu masih mau aku peluk kayak gini Jev, jangan bohongin diri kamu sendiri. Kamu masih sayang kan sama aku?" Ucap Yura dalam hati.


Yura pun melepaskan pelukannya, selepas itu juga o pun segera meninggalkan Yura yang sedang menatap kepergiannya. "Kamu bakal balik lagi ke aku Jevano," Gumam Yura pelan.


Jevano baru saja masuk ke dalam kelasnya dan memejamkan matanya, entah mengapa rasanya dadanya sangat sakit saat bertemu dengan Yura barusan tadi. Bohong sekali rasanya, kalo Jevano tidak menyimpan rasa kerinduan pada perempuan itu.


Kalau pun tidak, Jevano juga pasti tidak akan mau untuk di peluk oleh orang lain dari masa lalunya seperti itu.


"Woi!" Teriak Haris memukul pundak Jevano membuat Jevano terkejut.


"Eh? Maap," Ucap Haris tak enak karena sepertinya Jevano sedang tidak mood hari ini, dari apa yang di lihatnya dari raut wajahnya temannya itu.


Jevano pun hanya menghela nafasnya kasar, dan membiarkan Haris untuk berlalu begitu saja. Hal itu pun, membuat Haris binggung bukan main. Tidak biasanya? Pikirnya.

__ADS_1


"Heh kenapa?" Tanya Haris berbisik dan mengambil kursi, Harus pun duduk di bangku Naufal yang belum datang hingga saat ini.


"Kamu gak mood ya gara-gara Carisa gak masuk sekolah 3 hari?" Tanya Haris sok tahu, namun masih tetap tidak mendapatkan jawaban dari Jevano.


Jevano pun memiijit kepalanya pusing, "Yura. Aku jumpa Yura di parkiran," Ucap kegank memejamkan matanya sambil memijit kepalanya.


"Hah? Ngapain dia disini?" Tanya Haris heboh. "Heh jangan sampe ya kamu goyah ke Carisa gara-gara Perempuan itu, hubungan kamu sama Carisa sekarang itu udah bukan hubungan sebatas pacar-pacar an doang."


Kamu sama Carisa itu udah sama-sana terikat, sama yang namanya pertunangan. Jangan main-main loh Jev, kamu harus ingat juga. apa yang udah kamu lakuin ke Carisa," Nasehat Haris menjampi-jampi temannya.


"Ngapain ya kira-kira dia kesini? Pake baju sekolah apa baju biasa?" Tanya Haris.


"Baju biasa apa ya? Kayaknya sih, gak terlalu merhatiin dia pake baju apa tadi" Jawab Jevano.

__ADS_1


"Jujur deh kamu Jev, masih ada rasa kan?" Tanya Haris.


"Gak tau, binggung. Tapi aku kalo lihat dia kayaknya senang sama kesel aja gitu bawaannya, buktinya tadi dia meluk aku. Aku malah diem Ris, gimana ya bilangnya?" Ucap Jevano menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


"Woiiii? Jev? Dia meluk kamu dan kamu diam ajaa? Wah... untung aja Carisa gak lihat, apa gak salah paham nanti tuh" Heboh Haris memukul lengan Jevano.


"Makanya..." Ucap Jevano.


"Jev, kamu harus jauh-jauh deh dari Yura. Kita gak bakal setuju kalo kamu balik lagi ke dia, bagus Caria kemana-mana lah gila aja kamu. Ingat sekali lagi! Kamu ada tanggung jawab yang besar sama Carisa!" Peringat Haris kembali pada Jevano.


"Eh Carisa dah tahu belum kalo kamu sebenarnya udah ingat semuanya?" Tanya Haris membuat Jevano menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Kalo Yura?" Tanya Haris lagi.

__ADS_1


"Dia udah tahu, aku keceplosan kalo aku ingat dia pas di acara ulang tahun aku semalam" Jawab Jevano.


"Goblok banget temen ku," Sahut Haris.


__ADS_2