How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
127


__ADS_3

"Aku spesial buat Naufal, gak ada alasan dia untuk bisa nolak aku" Ucap Rina berbangga diri pada teman-temannya.


"Wah gila, keren. Kamu bisa dong nih kayaknya buat ngalahin plus ngantiin posisi Aurel?" Tanya Nabila.


"Bisa lah, apasih yang gak aku bisa?" Tanya Rina yang mengubah kepribadiannya menjadi jahat.


"Eh kalian berdua udah dengar belum dari Leon?" Tanya Lia.


"Apa?" Tanya Rina. "Soal... Yura ya?" Tanya Rina hati-hati membuat Lia menganggukkan kepalanya.


Rina mengetahui soal cerita antara Leon dan Yura, karena pada saat Yura mengetahui kalau Yura sedang mengandung anak Leon. Rina sendiri lah yang menjadi tempat sandaran Yura, Rina lah tempat mengadu Rina. Dulunya Rina, dan Yura sangatlah dekat.


Namun sekarang? Rasanya seperti orang asing.


Seperti ada pembatas tembok di antara keduanya, entahlah. Rina sdniri pun tidak mengerti dirinya sendiri, yang memang juga merasa kalau dirinya lah yang selama ini menjauhi Yura. Karena dirinya menyadari, kalau dulu dia menyukai Jevano bukan hanya sekedar kagum.


Namun, ada rasa ingin memiliki.

__ADS_1


Lia pun menganggukkan kepalanya, "Dia di Jakarta sekarang, dia datang ke acara ulang tahun Jevano. Mau nyapa," Ucap Lia santai.


Dahi Nabila pun mengerut, "Loh dapat undangan dari mana Yura? Kok gak ada ngabarin kita?" tanya Nabila.


"Dia udah dapat dari Leon, ya tau sendiri lah" Jawab Rina.


"Wah, nekat sih... belum move on dia rupanya? Leon gak cukup apa ya? Duh kira-kira Carisa bakal tahan gak ya?" Tanya Nabila.


"Leon juga bodoh banget, mau-6aja. Katanya suka, tapi kok malah bantuin Yura buat balik lagi sama Jevano sih. Tapi gapapa sih, terserah mereka juga lagian" Ucap Lia.


"Hah gimana?" Tanya Lia membuat Rina terdiam kikuk.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


Malam ini adalah puncak pesta ulang tahun, jam pun sudah menunjukkan pukul 7 malam. Hingga tamu-tamu undangan pun mulai berdatangan, tamu undangan pesta ulang tahun Jevano sangat ramai memenuhi rumahnya yang bak istana itu.


Teman-temannya kolega Papa nya juga turut hadir, begitupun juga teman-teman Jevano satu angkatannya. Ada juga beberapa adik kelasnya yang menurutnya lumayan dekat dengan dirinya, itu pun di undang oleh Jevano.

__ADS_1


Pesta ulang tahun itu pun di gelar dengan meriah dan mewah, yang bernuansa putih dan dan biru. Para tamu pun juga menggunakan pakaian serba putih, bahkan balon, dekorasinya pun berwarna putih dan biru.


"Jevano, cincinnya mana Nak? Udah Mama kasih belum? Udah gak sih?" Tanya Tiara memastikan.


"Udah kok Ma, ini udah aku simpan" Ucap Jevano menggeluarkan kotak cincin dari dalam saku jasnya.


"Oke, bagus. Tamu undangan udah pada datangan di bawah. Kamu mending turun sekarang, Mama mau nunggu di depan dulu nyambut tamu yang baru datang" Ucap Tiara meninggalkan kamar Jevano dan Jevano pun menganggukkan kepalanya mengerti.


Ceklek


Reno, dan Haris pun baru saja masuk ke dalam kamar Jevano. "Oi ayo Jev, Tante Tiara nitip kamu tadi suruh bawa turun ke bawah" Ucap Reno yang tadi pasang dengan Mama Jevano.


"Iya bentar, Naufal mana?" Tanya Jevano.


"Bentar lagi dia, lagi jemput Rina katanya" Jawab Haris.


"Lah kok Rina sih? Terus Aurel berangkat sama siapa?" Tanya Jevano binggung.

__ADS_1


__ADS_2