How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
84


__ADS_3

"Kamu kemana sih?" Omel Jevano.


"A... aku di bawah tadi, maaf" Ucap Carisa menggaruk tengkuk lehernya.


"Ck, kamu udah siap?" Tanya Jevano.


"H.. Hah? Siap apa?" Tanya Carisa gugup.


"Loh? Mama aku belum sampai rumah kamu? Bukannya kita mau fitting baju ya? Kamu udah siap-siap belum?" Tanya Jevano. "Biar aku jalan sekarang sama supir," Tambahnya.


"Kok jadi gini sih," Batin Carisa yang merasa aneh dengan sikap Jevano padanya.


"O... oh ya udah jalan sekarang aja. Aku tinggal ganti baju aja kok, udah mandi soalnya" Jawab Carisa.


"Ya udah kalau gitu aku otw sekarang ya" Ucap Jevano melembut.


"Hm," Jawab Carisa berdehem.

__ADS_1


30 menit kemudian Jevano datang menjemput Carisa, lengkap sudah dengan supir pribadi milik keluarganya. Dan bersamaan dengan itu, Carisa pun baru saja keluar dari rumahnya. Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk Jevano menunggu Carisa.


"Cepat banget? Aku kira tadi bakal nunggu kayak di film-film, kan cowo selalu nunggu cewenya yang kelamaan dandan" Ucap Jevano terkekeh pelan saat Carisa baru saja memasuki mobil milik Jevano.


"Ck! Kayaknya akhir-akhir ini kamu kebanyakan nonton filn ya?!" Tsnya Carisa dengan nada bicara sedikit kesal.


"Gak kok cantik, gemes banget. Pacar siapa sih?" Tanya Jevano terkekeh pelan sambil mencubiti pipi Carisa.


"Ihh Jevano..." Ucap Carisa menurunkan paksa tangan Jevano dari pipinya.


Supir itu pun terkekeh pelan, hingga membuat pipi Carisa menjadi merah merona.


"Hah? Wait, Mama Ayu? Aku gak salah dengar kan Jev?" tanya Carisa tak percaya.


"Loh kenapa? Kan Mama kamu Mama aku juga, dan begitu juga sebaliknya kan?" Tanya Jevano.


"Hey hey hey tapi kan... ah gak tau deh, tadi kenapa?" Tanya Carisa.

__ADS_1


"Kamu sih suka banget potong-potong kan aku jadinya lupa," Ucap Jevano menggerutu.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Jadi orang tua kamu gak ikut pindah ke sini?" Tanya Leon pada Jino.


"Hm, mereka pengen aku tamat di sekolah itu. Supaya bisa lanjutin study aku ke luar negeri" Jelas Jino.


"Oh ya? Aku kira kamu pindah kesini gara-gara gagal move on dari Carisa," Ucap Leon tekekeh pelan menggoda Jino.


"Ya... itu salah satunya juga sih hehe," Ucap Jino menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. "Gimana kabarnya? Semenjak putus, kita sama sekali gak pernah kontak-kontakan sama sekali. Carisa kalo mantan itu buang ke tong sampah," Ucap Jino.


"Well she's good," Jawab Leon. "Tapi kamu tahu? Sekarang dia udah ada yang gantiin buat posisi kamu dulu," Ucap Leon sengaja untuk memanas-manasi Jino.


"Secepat itu ya?"Tanya Jino terlihat sendu sambil mengadukan kopi pesanannya. "Carisa gak jadiin cowok itu sebagai pelampiasannya kan?" Tanya Jino remeh.


"Yang lucunya, Carisa mutusin kamu gara-gara selingkuh. Dan si cowok ini dulu putus sama pacarnya Karana salah paham juga karena selingkuh," Kekeh Leon.

__ADS_1


"Hey gak mungkin juga kan mereka saling lampiasin perasaan mereka? Aku tahu banget Carisa, dia gak bakal kayak gitu" Ucap Jino yakin, dan mengenal Carisa dengan cukup baik.


"Perasaan itu bisa berubah-ubah tanpa sebab Jino..." Ucap Leon dan Jino pun tampaknya setuju dengan hal tersebut.


__ADS_2