How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
152


__ADS_3

Di sekolah.


Sudah 1 jam 15 menit lamanya Yura menunggu bel Sekolah pulang, yang dulunya dirinya juga selalu tunggu saat masih bersekolah di sekolah itu. Yura sendiri pun tak menyangka kalau dirinya akan menjadi seburuk ini, dan memilik anak di bawah umur. Kamu menikah dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan dari ornag tuanya.


Yura menghela nafasnya kasar, menyesali segala perbuatannya. Seharusnya aku gak serakah, dan tetap sama orang yang aku sayang. Maafin aku Jev," Batin Yura.


Netra Yura pun mendapati Leon yang baru saja keluar dari sekolah bersama... Jino? Iya pria itu yang menawarinya untuk merebut Jevano, dan Carisa akan bersamanya.


"Leon kenal dekat sama laki-laki itu?" Tanya Yura dalam hati sambil memperhatikan keduanya hingga teralih pada Jevano yang sedang berjalan bersama Carisa.


Leon pun berjalan menuju mobilnya, tidak sabar untuk bertemu putrinya Nara.


Ceklek


Saat Leon membuka pintu mobil, Leon terpaku saat melihat Yura yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari Jevano, yang sedang berjalan bersama Carisa menuju parkiran.


Entah mengapa, Leon merasa kesal dengan itu.


"Udah puas lihatinnya? Sampe kapan kamu mau sakit hati terus?" Tanya Leon tanpa menatap Yura.


"Eh?" Kagetnya.


"Lihat, kamu bahkan gak sadar kalo suami kamu udah ada di dalam mobil dan ngambil alih Nara dari pangkuan kamu" Ucap Leon tak suka.

__ADS_1


"Sorry, hi. I'm back," Sapa Yura.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Kamu serius gak mau kemana-mana? Tumben banget," Ucap Naufal.


"Iya nih, aku sih mau banget sebenarnya tau. Tapi ini Kakek suruh aku langsung pulang ke rumah, maaf ya sayangg" Ucap Aurel tak enak.


"Iya sayang gapapa, santai aja kali. Aku ngerti kok," Ucap Naufal tersenyum simpul dan mengusak rambut Aurel sayang.


"Hehehe sayang dehhh" Ucap Aurel tersenyum bahagia.


"Carisa di skor 3 hari dong ya? Berarti dia gak masuk?" Tanya Aurel membuat Naufal menganggukkan kepalanya ringan.


"Iya sih, berarti dia ke sekolah pas hari Senin ya?" Tanya Aurel.


"Iya... minggu depannya lagi kita ujian semester ya?" Tanya Naufal pada Aurel.


Aurel pun menganggukkan kepalanya, "Argh..." Pusing Naufal mengacak rambutbay sendiri.


"Papa... kamu ya?" Tanya Aurel hati-hati.


"Iya, kamu tau sendiri kan" Ucap Naufal.

__ADS_1


Iya Naufal merasa dirinya sangat tertekan dengan tuntutan yang di berikan Papa nya, Papa Naufal selalu ingin membuat Naufal untuk menjadi yang paling utama di sekolah.


Dan meminta Naufal untuk belajar dengan giat, namun karena paksaan yang terus-menerus terjadi. Naufal pun menjadi ingkar pada dirinya sendiri dan merasa berat, hingga selalu memutar balikkan kemauan Papa nya.


Bahkan, Naufal pernah mendapatkan rangking 124 dari 130 siswa.


Bukankah itu keterlaluan?


Pada saat itu Naufal langsung di skor oleh Papa nya, tidak diizinkan untuk keluar selama liburan dan 24 jam waktu liburnya di habiskan untuk les dan belajar.


Hingga membuat Naufal ampun, dan akhirnya kembali ke jalan yang benar. Walaupun terkadang, di saat merasa lelah Naufal suka menyimpang sedikit. Naufal juga mulai meningkat, semester lalu nilainya meningkat pesat


Dari 130 siswa, Naufal mendapat rangking 10 besar.


"Kamu udah gak les private lagi?" Tanya Aurel membuat Naufal menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mau belajar bareng aja gak? Setiap pulang sekolah waktu mainnya kita ganti jadi belajar bareng aja, gimana? Mau?" Tanya Aurel


"Kamu yakin kita bakal belajar? Pasti bakal bercandaan Rel," Jawab Naufal.


"Ya kamu kan yang suka kayak gitu, waktunya serius ya serius. Mau ya? Sekalian aku juga mau ikut belajar, mau kann?" Tanya Aurel dengan tatapan penuh harapnya.


"Imut banget sih pacar aku hm?" Ucap Naufal megusak rambut Aurel sayang. "Iya sayang, apasih yang gak buat kamu? Selagi itu hal baik buat aku sama kamu," Ucap Naufal diakhiri dengan menoel hidung Aurel.

__ADS_1


"Hehehe" Cengir Aurel.


__ADS_2