How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
79


__ADS_3

"Engga Ra, astaga. Mana mungkin kan aku bohong, yaudah kamu cepetan mandi. Biar kita ke rumah sakit sekarang," Ajak Ayu segera bersiap.


"Gak Yu, kita pergi sekarang. Aku gak bisa tenang, ayo kita ke rumah sakit sekarang. Aku cuci muka dulu," Ucap Tiara langsung melongos ke kamar mandi.


Di rumah sakit.


Ceklek


"Jevano!" Seru Tiara saat masuk ke kamar inap Jevano berlari dan mengagetkan Jevano yang sedang sarapan pagi, di suapi oleh Carisa.


Jevano dan Carisa pun langsung menoleh saat Tiara membukakan pintu dengan tergesa-gesa dan Tiara langsung menghampiri jegank yang terlihat masih binggung.


Tanpa babibubebo, Tiara pun langsung memeluk penuh kasih anak semata wayangnya itu.


"Mama," Ucap Jevano sambil menepuk-nepuk pundak Tiara.

__ADS_1


Tiara yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukannya, "Kamu... udah ingat Mama?" Tanya Tiara sedang dan meneteskan air matanya haru.


Jevano pun menggelengkan kepalanya, "Dari Carisa. Maksudnya aku tahu dari dia, Carisa neganalin aku orang-orang terdekat sama aku ah maaf Jevano" Ucap Jevano yang masih sedikit asing namun terasa dekat.


"Nanti Mama, sama yang lainnya pasti nanti kamu buat ingat semuanya oke? Kamu yang sabar aja dulu, kita jalani aja yang sekarang" Ucap Tiara kembali memeluk Jevano namun yang di peluk pun hanya diam saja.


Ayu pun memberi kode pada Carisa, untuk keluar dari kamar inap bersamanya. Memberi ruang dan waktu untuk Tiara dan Jevano, siapa tahu Jevano dapat mengingat sedikit demi sedikit siapa dirinya setelah bertemu Tiara, Ibunya.


"Ca tadi malam gimana? Pas Jevano sadar?" Tanya Ayu pada anaknya.


"Kata dokter cuma sementara aja kok tadi malam Ma, tapi jangan di paksa buat di ingat gitu aja sih kata dokter" Jelas Carisa panjang lebar.


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


Ceklek

__ADS_1


"Kamu kemarin ngapain sih Lin bawa-bawa Yura ke rumah sakit, seharusnya kamu itu bilang ke aku dulu kalo Yura mau lihat Jevano. Biar aku bisa atur waktu supaya Jevano sama Carisa gak disana, gimana sih!" Omel Aurel yang masuk menyelonong begitu saja ke dalam kamar Leon.


Bugh!


Leon melempar bantal pada Aurel hingga membuat gadis itu kembali mendengus kesal, "Leon!" Teriaknya pada Leon.


"Kalo masuk kesini itu bilang Rel, kebiasan banget gak berubah-berubah. Ntar kalo misalnya aku lagi aneh-aneh di dalam kamar gimana? Ck! Lagian itu Yura juga katanya pengen ketemu langsung sama Carisa, yaudah sih" Jawab Leon asal kembali menatap pada ponsel miliknya.


"Hih, kamu tuh suka gak sih sama Carisa?" Tanya Aurel membuat Leon terdiam sejenak.


"Apa kamu suka sama Yura ya?!" Tebak Aurel.


"Dih engga lah! Aku suka sama Carisa, sengaja bawa Aurel ke dia. Supaya Cadua gak berharap lebih ke Jevano, lagian mereka juga lagi renggang kan? Who know, dari situ aku bisa jadian sama Carisa" Ucap Leon percaya diri.


"Percuma tau gak! Gak ada tindakan sama sekali, kalo kamu kayak gitu terus. Aku gak bakal izinin kamu deket-deket sama Carisa titik!" Kesal Aurel.

__ADS_1


__ADS_2