How Way Us Fell In Love

How Way Us Fell In Love
99


__ADS_3

"Jev seingat Papa kapan ya kita terakhir kali keluar berdua gini?" Tanya Deri saat berjalan menuju parkiran mobil bersama Jevano.


"Gak tau deh Pa, kayaknya udah lama banget. Kita lebih seringan keluar bertiga gak sih Pa? Kayak dinner," Jelas Jevano seingatnya.


"Loh? Kamu udah beneran ingat semuanya ya? Syukur deh," Ucap dari bahagia. "Mau quality time bareng Papa gak hari ini? Mumpung Lala lagi free hari ini," Ajak Deri.


"Ayo Pa, kangen juga nih mancing bareng sama Papa" Jawab Jevano tekekeh pelan.


Deri pun juga ikut terkekeh kecil, "Kita mancingnya di indoor aja ya. Papa malas banget dengar Omelan Mama kamu nanti tuh," Ucap Deri.


"Iya Pa, Jevano juga malas banget. Ribet nanti, kalo bisa jangan bilang-bilang Mama sih Pa" Jawab Jevano terkekeh begitu pun juga dengan Deri.


"Hahaha," Gelak tawa Deri menggelar. "Iya iya kamu bener banget, maafin Papa sama Mama ya? Kita jadi kurang punya banyak waktu akhir-akhir ini buat ngobrol sama kamu," Ucap Deri.


"Iya Pa... gak papa kok, serius" Jawab Jevano..


...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


"Rel, nanti kamu pulang sekolah ada waktu gak?" Tanya Naufal.

__ADS_1


"Aku free sih, kenapa?" Tanya Aurel.


Tadinya Naufal bergabung ke meja Aurel dan juga Carisa di kantin, tapi Carisa sedang memesan makanan.


Haris dan Reno? Oh jangan di tanya, mereka lagi sibuk di ruang OSIS.


Naufal?


Kan lagi ngobrol sama Aurel, gimana sih.


"Aku pengen ajak kamu keluar, boleh? Aku minta izin sama Mama kamu" Ucap Naufal.


"Belum, aku mau nanya kamu dulu. Free atau gak, mau apa gak. Baru tanya Mama kamu, di kasih izin apa gak hehe" Jawab Naufal cengar-cengir.


"Kalo Mama izinin yaudah sih, aku mau aja Fal" Jawab Aurel seadanya.


Rina pun melihat dari sudut kantin, memperhatikan bagaimana kedekatan antara Naufal dan Aurel. Yang mana, Aurel notabenenya adalah mantan kekasih Naufal sendiri.


Rasanya entah kenapa rasanya Rina merasa gerah, terbakar api cemburu. Sejujurnya Rina pun binggung dengan perasaannya saat ini bagaimana, apa dirinya akan menyukai Naufal sekarang? Pikirnya.

__ADS_1


"Eh Rin! Liatin apa sih?" Tanya Lia menyenggol lengan Rina dan melihat kemana arah tatap temannya itu.


"Cemburu ya? Kamu beneran serius banget suka sama dia?" Tanya Nabila.


"Hah? Rina suka Naufal? Yang betul aja heh, kan kamu juga tahu kalo temen kita yang ini sukanya sama Jevano" Ucap Lia asal.


"Aku gak suka sama Jevano, kalian lupa? Aku nyaman aja kalo ada di dekat Jevano, dia baik" Jawab Rina langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan teman-temannya.


"Kenapa sih dia? Capek banget," Ucap Lia malas.


"Maklum lah, namanya juga lagi puber. Gimana sih," Kekeh Nabila.


"Sini aku bawain," Ucap Jino mengambil alih nampan berisi makanan dan juga minuman milik Carisa.


Carisa pun kaget, hingga tanpa sadar dirinya meneriaki Jino. Hingga beberapa mata pasang mata pun, memperhatikan mereka.


"Jino!" Teriak Carisa kesal, karena jino tidak memberi aba-aba dan membawa nampan makanan milik Carisa begitu saja.


"Santai aja kali, kita kan temen Ca. Jangan salah paham, aku juga udah ketakin nampan aku disana, " Ucap Jino.

__ADS_1


"Terserah," Ucap Carisa langsung berjalan mendahului Jino dengan perasan kesalnya.


__ADS_2